Jika benar dilanjutkan tanpa kehadiran penonton di stadion, pertandingan-pertandingan Serie A akan berjalan seperti sparing match antarkomunitas. Selain itu, pemasukan untuk operasional klub dari sektor tiket akan terganggu.
Dengan begitu, tim sudah tidak bisa berharap pemasukan dari tiket pertandingan di musim 2019/2020. Sumber pemasukan yang tersisa hanya dari hak siar, sponsor, dan mungkin penjualan merchandise secara online. Semua ini dilakukan demi kebaikan bersama.
Apabila benar Serie A musim 2019/2020 bisa dilanjutkan, maka ini akan menjadi tontonan yang menarik di tengah masa pandemi yang terus mengusik. Kita tidak pernah tahu tim mana yang akan meraih scudetto, lolos ke UCL, lolos ke UEL, degradasi ke Serie B, promosi ke Serie A, bahkan juara Coppa Italia.
Tapi satu hal yang pasti, para tim yang meraih prestasi di musim 2019/2020, mungkin tidak akan bisa menggelar seleberasi dengan melibatkan banyak tifosi.
BACA JUGA: Mengenal Spesifikasi Dejan Kulusevski
*Penulis merupakan mahasiswa Universitas Sriwijaya dengan mimpi ada pemain Indonesia yang bermain di Serie A antara tahun 2022-2038. Bisa disapa di akun twitter @abdee_mawur