Suara Pembaca

DNA Filippo Inzaghi di Tubuh Dominic Calvert-Lewin

“Saya pernah bermain melawan Ronaldo, yang kecepatan, kualitas atletik, dan kemampuan mencetak gol dari bermacam-macam situasi menjadikannya brilian. Saya juga pernah melawan Thierry Henry, seorang penyerang luar biasa: licin, elegan, dan amat sangat cerdik di depan gawang. Penyerang yang paling tidak ingin aku lawan adalah Inzaghi,” kata mantan kiper Jerman Oliver Kahn.

Sebegitu menakutkannya Inzaghi di kotak penalti bagi kiper mana pun, karena si kurus yang sedang dalam pengawalan 1 hingga 2 bek itu dapat meloloskan diri dengan mudahnya. Seakan Inzaghi menjadi magnet bagi bola. Ke mana pun Inzaghi berada, bola akan tertarik dan jatuh ke pangkuannya.

“Begini, Inzaghi itu sama sekali tidak bisa bermain sepak bola. Dia hanya selalu berada di posisi yang tepat,” ujar legenda Belanda, Johan Cruyff. 

Harus diakui Calvert-Lewin belum berada di level Inzaghi. Namun dari 4 pertandingan awal DNA Inzaghi itu sudah terlihat di tubuhnya.

Ia perlu belajar banyak dan menimba ilmu kepada Ancelotti, sosok yang pernah membimbing Inzaghi. Bila waktunya tiba, tentu Calvert-Lewin bisa menjadi penyerang menakutkan di dunia. Fox in the box. One chance, one goal.

BACA JUGA: Potensi Duel Legenda Italia di Play-Off Serie B

BACA JUGA: Jika Satu Tim Berisi Legenda dengan Spesialisasi Khusus

BACA JUGA: Indahnya Hidup Ancelotti di Everton

*Penulis adalah buruh tulis dan penikmat sepak bola Inggris. Bisa disapa di akun twitter @isalomonkalou