Suara Pembaca

Serie A Kembali dengan Gairah Berbeda

Pertandingan tanpa penonton

Terakhir kali saya menonton pertandingan Serie-A musim ini adalah partai Juventus menjamu Inter pada Maret yang disiarkan RCTI. Sebuah partai besar yang tersaji dengan lingkungan yang cukup sunyi. Tidak ada suara riuh dari para suporter di pinggir lapangan.

Kita bisa mendengar suara pemain secara langsung, hal yang selama ini tak begitu terdengar, karena kalah dengan suara ribuan suporter yang hadir di pinggir lapangan.

Selain membuat stadion tidak sunyi, para penonton juga berperan dalam menopang finansial klub. Mereka datang ke stadion dengan wajib membeli tiket dan uang hasil penjualan tiket tersebut, sedikit banyaknya berpengaruh untuk membantu biaya operasional klub.

Klub tentu mengharapkan pemasukan dari tiket, demi melanjutkan kehidupan musim ini. Namun menurut berita yang beredar, Serie A 2019/2020 akan dilanjutkan tanpa penonton. 

Menurut saya ini adalah hal yang realistis. Penonton datang ke stadion tentu akan menyebabkan penumpukan massa. Apakah ini aman? Tidak akan potensi penularan COVID-19 lagi?

Hal-hal ini tentu menjadi sebuah pertimbangan tersendiri bagi federasi dan badan penyelenggara liga. Mungkin bisa saja, jarak antarpenonton di stadion dijauhkan dan terdapat pemeriksaan suhu tubuh sebelum masuk stadion. Tapi rasanya itu masih cukup berisiko.

BACA JUGA: Ante Rebic, Si Congkak Penuh Determinasi