
Happel meninggal di tanah kelahirannya Austria. Hal itu terjadi hanya beberapa bulan setelah ia menerima jabatan sebagai pelatih Austria. Happel sendiri sempat memimpin Austria dalam 9 pertandingan dengan 2 kemenangan, 3 kali imbang dan 4 kekalahan.
Untuk penghormatan, empat hari setelah kematian Happel, terjadi pertandingan Austria melawan Jerman. Sepanjang pertandingan, topi Happel berada di bangku cadangan pada pertandingan yang berakhir imbang 0-0.
Lalu di tahun yang sama, stadion terbesar Austria Praterstadion, diubah namanya menjadi stadion Ernst Happel (Ernst Happel-Stadion).
Sekitar 7 tahun setelah kematian Happel, sebuah jalan dekat De Kuip, stadion Feyenoord Rotterdam, dinamai dengan nama Ernst Happel, dan tentu saja kenangan kenangan Happel abadi sebagai pelatih pertama yang juara Piala Champions di dua klub berbeda liga domestik.
Happel sekaligus juga salah satu pelatih pertama yang bisa juara liga di 4 negara Eropa yang berbeda.
BACA JUGA: RB Leipzig, Klub Kecil dengan Mimpi Besar
BACA JUGA: Iker Casillas: Sebuah Nama, Sebuah Cerita
*Penulis merupakan seorang penikmat berita sepak bola dari medium dalam jaringan. Bisa disapa di akun twitter @hilmi_masdar
Odion Ighalo pertama kali bermain di Liga Inggris pada 2014 saat dia bergabung dengan Watford dari Udinese. Mari melihat kembali ke tahun 2016 saat penyerang yang saat ini memperkuat Manchester United menceritakan perjalanannya ke sepak bola Inggris.