Asia

Ada Virus Corona, Bagaimana Nasib Liga Cina?

Wabah virus 2019-nCoV atau virus Corona yang melanda Cina beberapa pekan terakhir turut memengaruhi sepak bola Cina. Contohnya yang dialami dua tim asal Negeri Tirai Bambu, dan lumpuhnya kompetisi yang sedang dan akan digelar.

Menurut data dari Centers of Disease Control and Prevention atau CDC, kasus pertama virus Corona terjadi di kota Wuhan, provinsi Hubei, Cina sejak awal tahun 2020. Beruntung bagi salah satu kontestan Liga Super Cina, Wuhan Zall, mereka berada hampir 1.000 kilometer (km) jauhnya dari kota Wuhan, saat wabah tersebut mulai menyebar.

Sejak 2 Januari 2020, anak asuh José Manuel González López telah berada di Guangzhou untuk menjalani pemusatan latihan jelang musim baru 2020.

Kemudian beberapa jam lalu tim berjuluk Han Army ini mendarat dengan selamat di Malaga, Spanyol, untuk melanjutkan sesi pra-musim mereka

Pihak otoritas kesehatan Andalusia pun telah mengonfirmasi tidak ada satu pun pemain yang menunjukkan gejala virus Corona, sehingga aman berada di Malaga. Leo Baptistao dan kawan-kawan juga rencananya akan menetap di Spanyol hingga pertengahan Februari.

“Tim divisi satu Liga Cina, Wuhan Zall, telah tiba pagi ini (waktu setempat) di bandara Malaga dari Shanghai, sebelum transit di Istanbul. Dokter kami sudah ‘menyambut’ mereka dan memeriksa mereka sesuai keterangan tim medis klub, bahwa tak ada satu punpemain atau staf tim yang menunjukkan gejala tersebut,” sebagaimana dikutip dari straitstimes.com.

BACA JUGA: Jangan Belajar (Sepak Bola) Ke Negeri Cina

Virus Corona yang bersumber dari Cina mau tak mau melumpuhkan hampir semua kegiatan olahraga di Cina, termasuk sepak bola. Dalam rilis terakhir yang diberikan induk sepak bola Asia, AFC, ada beberapa keputusan yang diberikan bagi tim-tim Cina di Liga Champions Asia (LCA).

Laga kualisikasi LCA 2020 antara Shanghai SIPG kontra Buriram United, Selasa (28/1) lalu, menjadi laga terakhir yang dilangsungkan di Negeri Tirai Bambu untuk sementara waktu.

AFC memutuskan akan memindahkan seluruh laga kandang klub-klub Cina yang berlaga di babak grup LCA pada match day pertama hingga ketiga menjadi laga tandang.

AFC juga akan memonitor perkembangan wabah virus Corona. Hal terburuk yang terjadi andai wabah tersebut belum dapat ditangani, kandang klub Cina akan dipindah ke tempat netral untuk match day keempat hingga terakhir.

Di tengah situasi ini Liga Super Cina terancam dimundurkan. Laga Piala Super Cina seperti yang tercantum pada tweet kami di bawah ini, belum diketahui tanggal penggantinya sebagaimana dilansir dari Xinhua.

Virus Corona juga memengaruhi laga kandang timnas Cina yang akan menjamu Maladewa dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia Qatar 2022.

Selain itu laga tandang timnas Taiwan ke Nepal juga belum menemui titik terang, kendati dua pertandingan ini baru dilaksanakan pada 26 Maret 2020.

BACA JUGA: Dari Cina, Bawa Espanyol Tampil di Eropa

 

Timnas putri Cina | Kredit: France 24

Ditendang jauh sampai Australia

Jika virus Corona diibaratkan sebagai pesepak bola, mungkin tendangannya sudah sekencang Roberto Carlos atau Adriano.

Wang Shuang misalnya, pesepak bola wanita andalan Paris Saint-Germain ini harus mengungsi jauh hingga ke Australia, karena wabah ini mengancam jalannya kualifikasi sepak bola wanita untuk Olimpiade Tokyo 2020.

Ada tujuh tim yang akan berlaga di kualifikasi ronde ketiga untuk cabor ini. Dua tiket jatah Asia diperebutkan Korea Selatan, Vietnam, Myanmar, Australia, Cina, Thailand, dan Taiwan, sementara timnas wanita Korea Utara mengundurkan diri tanpa alasan yang pasti.

Adanya virus Corona memaksa Cina yang ditunjuk sebagai tuan rumah Grup B bersama Australia, Thailand, dan Taiwan memindahkan kualifikasi yang semula akan diadakan di Wuhan.

Awalnya pada 22 Januari lalu AFC memutuskan untuk memindahkan laga Grup B dari Wuhan ke Nanjing. Namun keputusan tersebut berubah setelah Corona semakin mewabah, dan mau tak mau memindahkan kualifikasi ke tempat lain. Kota Sydney di Australia pun dipilih sebagai tuan rumah baru untuk babak kualifikasi ini.

Timnasita Cina bahkan dikarantina di sebuah hotel di Brisbane hingga 5 Februari, sementara federasi sepak bola Australia menunda penjualan tiket untuk seluruh laga kualifikasi yang akan dimulai pada Senin (3/2) pekan depan.

Jelas kepanikan massal ini sedikit banyak memengaruhi mental The Steel Roses dalam menghadapi tahap terakhir kualifikasi.

Belum ada indikasi lebih jauh terhadap proses karantina tersebut, namun jika ada satu pemain saja atau staf timnasita Cina yang menunjukkan gejala virus Corona, mungkin mereka akan menyusul Korea Utara yang mengundurkan diri.

Kemungkinan lainnya seluruh laga kualifikasi digelar tanpa penonton, yang mungkin akan merugikan banyak pihak termasuk suporter tuan rumah (baru), karena mereka pastinya mendukung Australia.

Virus Corona menendang sepak bola keluar dari Cina, menimbulkan kepanikan massal tak hanya di Cina saja, tetapi juga di seantero bumi.

Bagaikan sebuah gol yang dicetak tim lawan di menit-menit akhir, virus Corona tak hanya membuat kita sedih dan lesu, tetapi juga kehilangan mendalam akan korban-korban yang terus berjatuhan.

BACA JUGA: Di Balik Investasi Cina di Tanah Italia

Kami mengimbau Tribes untuk tetap berjaga-jaga di situasi seperti ini.

WHO memberikan tips untuk mencegah virus Corona masuk ke tubuh kita, misalnya dengan menghindari kontak dengan orang-orang yang terkena demam dan batuk, menghindari kontak langsung dengan binatang liar dan hewan ternak, serta selalu menjaga kebersihan badan dengan mencuci tangan menggunakan hand sanitizer beralkohol, juga menutup hidung dan mulut saat batuk dan bersin menggunakan tisu atau benda lainnya.

WHO juga menginfokan Corona merupakan virus serupa dengan dua wabah pandemik yang pernah muncul dalam beberapa tahun terakhir yakni MERS dan SARs.

Gejala virus Corona menyebabkan infeksi pernapasan, demam, batuk, sesak napas dan kesulitan bernapas. Lebih parahnya, infeksi tersebut dapat menyebabkan radang paru-paru, sindrom pernapasan akut parah, gagal ginjal dan bahkan kematian.

Wuhan jiayou! Shijie jiayou!” Semangat Wuhan, semangat dunia!” Kita bisa melewati ini bersama-sama!