Italia Berita

Menyambut Andrea Pirlo Sebagai Pelatih Anyar Juventus

Juventus meresmikan Andrea Pirlo sebagai pelatih anyar mereka untuk menggantikan Maurizio Sarri pada Minggu (9/8) lalu. Si Nyonya Tua mengumumkan penunjukan legenda timnas Italia sehari setelah pemecatan Sarri dari kursi kepelatihan Juventus.

Perihal penunjukan tersebut disampaikan melalui laman resmi klub Juventus. Alasan penunjukan sosok yang sempat bermain bersama Juventus pada 2011 sampai 2015 itu didasari karena Bianconeri memiliki keyakinan dengan kemampuan pelatih 41 tahun tersebut.

“Keputusan hari ini didasari keyakinan bahwa Pirlo memiliki kapasitas untuk memimpin Juventus untuk mengejar kesuksesan baru,” demikian pernyataan Juventus terkait pelatih anyar mereka.

Keyakinan Juventus terhadap sosok karismatik itu diamini oleh direktur Juventus, Fabio Paratici. Dalam wawancaranya kepada Sky Sports Italia, Juventus memiliki firasat yang baik kepada Pirlo. Ia pun meyakini bahwa Pirlo di kemudian hari akan menjadi salah satu pelatih top dunia.

BACA JUGA: Ketika Tak Ada Lagi Andrea Pirlo…

BACA JUGA: Sebelas Pesepak Bola Abad 21 Terbaik yang Tak Pernah Meraih Ballon d’Or

“Keputusan menjadikan Pirlo pelatih anyar Juventus adalah hal yang natural. Kami yakin ia ditakdirkan menjadi (pelatih) hebat. Dia bermain hebat kala menjadi pemain dan kami berkeyakinan ia akan melakukan hal yang sama saat ia menangani sebuah tim,”

“Pirlo memiliki pemikiran bahwa sepak bola harus dimainkan dengan kualitas tinggi dan kerja keras. Sebuah hal yang ia lakukan sebagai pemain dan akan ia lakukan juga saat melatih. Dia menawarkan gaya sepak bola tertentu. Cara yang akan diikuti tim-tim Eropa lain. Dia sangat meyakinkan dalam penjelasannya kepada kami,” tutup Paratici kepada Sky Sports Italia pada Minggu (9/8) lalu.

Meski didatangkan dengan status bebas transfer, dalam karier empat tahunnya di Turin sebagai pemain, Pirlo turun dalam 164 pertandingan tim Putih Hitam dengan catatan 19 gol dan 38 asis.

Peraih trofi Piala Dunia 2006 ini juga selalu jadi andalan di lini tengah Juventus yang mampu tampil apik dengan torehan empat titel Serie A dan menjadi finalis Liga Champions musim 2014/2015. Wajar apabila Si Nyonya Tua berharap lebih pada mantan pemain AC Milan dan Inter Milan tersebut sebagai pelatih anyar Juventus.

Sejatinya, Pirlo baru saja diresmikan sebagai pelatih Juventus U-23 pada 31 Juli lalu yang mana sosok yang identik dengan janggut lebatnya itu belum memainkan satu pertandingan pun bersama tim muda Juventus tersebut.

Tentu hal ini adalah perjudian bagi La Vecchia Signora mengingat Pirlo belum memiliki pengalaman manajerial sebelumnya. Ini adalah langkah berani dan berisiko yang diambil oleh Juventus dengan menunjuk Pirlo sebagai pelatih anyar mereka.

Pirlo tentu tak dapat berleha-leha dengan posisi barunya mengingat Juventus sangat berambisi merajai Eropa, khususnya Liga Champions. Dipecatnya Maurizio Sarri karena Juventus meraih hasil minor di kompetisi paling elit untuk tim-tim Eropa tersebut, bukan tidak mungkin apabila Pirlo gagal mengangkat performa Juventus di tanah Eropa nasibnya tak akan beda jauh dengan pendahulunya itu.

Menarik untuk melihat bagaimana permainan Juventus di bawah asuhan mantan pemainnya yang mengakhiri kariernya bersama New York City pada 2017 lalu. In bocca al lupo, Pirlo!