Materazzi berlari kegirangan sambil mengangkat tangannya tinggi-tinggi, menunjuk langit senja di Berlin dengan mulut komat-kamit.
“Dosa” yang tidak pernah ia lakukan pada Malouda tadi akhirnya terbayar tuntas. Kedudukan berimbang hingga akhir waktu normal.
Gol penyama kedudukan itu terpaksa membuat pertandingan dilanjutkan hingga babak perpanjangan waktu. Makin tegang!
Materazzi: Dadanya dikenang sejarah
Saya tidak ingin membahas apa ucapan Materazzi kepada Zidane. Pastinya ucapan itu sangat menyinggung hati sehingga pemain sekalem Zidane pun akhirnya mengamuk.
Tensi di laga final itu memang panas. Sepanjang laga Materazzi sudah mengawal pertahan dengan baik. Segala cara sudah ia lakukan untuk menang dan bertahan. Namun, ada satu cara yang mungkin belum dilakukan. Memprovokasi lawan!
Entah sengaja atau tidak, Materazzi justru memprovokasi Zinedine Zidane, kapten sekaligus “nyawa” permainan Perancis.
Sekitar 10 menit jelang bubar, di area kotak penalti Italia, tampak Materazzi memeluk Zidane dari belakang, seakan-akan ingin menghalangi pergerakannya.
Mulut keduanya tampak komat-kamit. Zidane yang sudah berlari mendahului Materazzi lalu membalikan badannya. Ia tampak geram, dan seketika itu juga Materazzi tersungkur. Zidane menanduk dada Materazzi!
Sungguh ini adalah akhir yang paling pahit dari perjalanan karier gemilang seorang jenius sepak bola bernama Zinedine Zidane.
Sungguh menyedihkan jika melihat seorang legenda sepak bola yang diusir dari lapangan pada laga pamungkas Piala Dunia, melangkah lesu di samping trofi yang ingin ia kecup untuk kedua kalinya. Mirisnya, itu adalah pertandingan terakhir Zidane!
BACA JUGA: Apa Kabar Skuat Italia di Piala Dunia 2006?