Suara Pembaca

Materazzi, Kepalanya Membawa Berkah, Dadanya Dikenang Sejarah

Ia bisa saja mengasari Malouda, tapi secepat kilat ia tahu itu terlalu berisiko, apalagi pertandingan berjalan belum genap 10 menit. Namun, sudut pandang wasit tampaknya tak melihat pergerakan mengelak Materazzi.

Wasit yang menerima bola dari Buffon segera memberikannya kepada Zidane, seolah-olah tahu siapa yang bakal menjadi eksekutor.

Tendangan Zidane memang cukup mendebarkan, tetapi untung saja eksekusi itu berbuah gol meski tak sepenuhnya menggetarkan jala gawang.

Ia merayakan golnya, sementara di pinggir lapangan Trezeguet tertawa lebar, tidak percaya dengan keunggulan satu gol ketika umur pertandingan belum genap 10 menit.

BACA JUGA: Serdadu Gol Pembawa Tangis Bernama David Trezeguet

Materazzi: Kepalanya membawa berkah

Kurang lebih 10 menit setelah gol Prancis, Mauro Camoranesi tampak berusaha mencari untung di pojok kiri pertahanan Les Bleus.

Pemain berdarah Argentina yang dijaga ketat oleh Eric Abidal itu tak punya ruang untuk melepaskan umpan lambung. Tidak ada pilihan lain selain menendang bola ke kaki Abidal, dan Italia mendapat hadiah tendangan pojok.

Hadiah? Tentu saja itu adalah hadiah. Sebanyak 7 dari 12 gol Italia (adu penalti tidak dihitung) dirancang dari eksekusi bola mati.

Jika bukan Totti, maka Pirlo. Kali ini bintang AC Milan itu yang mengeksekusi tendangan pojok. Italia cukup beruntung karena memiliki beberapa pemain berpostur tinggi, termasuk Materazzi yang memiliki tinggi 193 cm. Ia sebanding dengan tinggi Vieira di kubu Perancis, dan kebetulan Vieira-lah yang mengawalnya di kotak penalti.

Bola lambung yang dikirim Pirlo berhasil ditanduk Materazzi. Ia meloncat tinggi mendahului Vieira. Persis seperti gol pertamanya di fase grup melawan Ceko memanfaatkan sepak pojok Totti, Materazzi menyundul bola ke tengah gawang, dan gol!

BACA JUGA: Mengingat Lagi Laju Kencang Ceko di Piala Eropa 2004