
Kembali ke Real Oviedo di musim panas 2000 ia harus kembali melihat tim yang ditanganinya meluncur jatuh ke jurang degradasi. Dipecat pada 6 Juli 2001 ini menjadi degradasi pertama klub sejak 13 tahun terakhir. Bagi Radomir Antic sendiri itu juga menjadi degradasi keduanya secara berturut-turut.
Sempat cuti dari pinggir lapangan, di akhir Januari 2003 Antic bergabung dengan Barcelona yang kala itu baru saja memecat Louis van Gaal. Dia berhasil membawa Blaugrana yang saat itu hanya mendapat 23 poin dari 20 pertandingan dan duduk di posisi ke-15 menuju posisi keenam di akhir musim.
Sayang Antic harus kehilangan jabatannya di akhir musim dan digantikan pelatih Belanda lainnya, Frank Rijkaard, di musim 2003/2004. Sebenarnya Antic bisa saja kembali menukangi Barcelona sayang pergantian presiden klub dari Joan Gaspart ke Joan Laporta tak menguntungkannya. Padahal Antic saat itu menjadi pelatih yang pertama kali menurunkan Victor Valdes dan Andres Iniesta di tim utama.
Antic menutup karier di Negeri Matador bersama Celta Vigo, datang di akhir Januari 2004 ia hanya memainkan sembilan pertandingan LaLiga sebelum akhirnya memilih untuk cuti lebih lama sebelum turun gunung di 2008 menangani timnas Serbia hingga mengantar Оrlovi menuju Piala Dunia Afsel 2010.
Antic juga meninggalkan warisan luar biasa bagi dunia sepak bola, yakni melahirkan pelatih-pelatih luar biasa. Diego Simeone, Luis Enrique, Frank de Boer, Eduardo Berizzo, Michel, dan Phillip Cocu adalah beberapa nama pelatih yang pernah dilatih oleh Antic semasa bermain. Pengalaman yang mereka dapatkan ketika dilatih Antic pun sedikit banyak mungkin dipakai ketika menjalani karier kepelatihannya.
Pencapaian terbaik Antic yaitu ia selalu dicintai kemana pun ia pergi. la melatih tim di semua penjuru Spanyol dan berhasil menjadi sosok yang dihormati oleh semua klub tersebut. Paco Buyo, salah satu mantan anak didiknya, mengeluarkan pernyataan beberapa jam setelah Antic meninggal: “Ketika Anda meninggalkan warisan seperti ini, tak heran apabila semua orang di Atlético Madrid, Barcelona, dan Real Madrid memiliki kenangan indah tentang Anda.”
Selamat jalan, Radomir Antic.