Suara Pembaca

PS Daygun dan Harapan Sepak Bola Lombok Utara

Lantas sepak bola menjadi semacam simbol yang menghadirkan arti lain seperti pengharapan dan pengakuan.

Individu-individu di NTB memang sudah berkeinginan untuk mewujudkan simbol-simbol tersebut. Mulai dari aka rumputnya seperti membuat turnamen tarkam adalah pilihan sederhana bagi mereka.

Bahkan terdapat guyonan seperti ini; dalam kompetisi tarkam yang berbeda dan pemenang yang berbeda, pemain-pemain yang mengisi winning team tetap sama. 

Artinya pemain-pemain yang mengisi tim tarkam yang juara adalah pemain-pemain yang “disewa” dalam satu kompetisi saja.

Kebanyakan adalah pemain-pemain yang mentas di Liga Nusantara rayon NTB seperti Perslobar, PS. Mataram, Perslotim hingga di Pulau Bima seperti Persebi dan PS Sumbawa Barat dan lain-lain guna mengisi jeda kompetisi.

Tak jarang, mereka juga mengundang secara langsung pemain kawakan dari Jawa seperti Yongki Aribowo, dan Desember lalu menghadiri Kades Sembalun Cup guna membela tim Sembahulun FC.

Mengerucut kembali kepada Lombok Utara perihal sepak bola, seakan merasakan kesepian di tengah keramaian.

Masyarakat Lombok Utara adalah kewajaran sebagaimana umat yang mencintai sepak bola pada umumnya.

Sama dengan tiap individu di kota sepak bola lainnya seperti Manchester, Barcelona, Surabaya, Malang, Jakarta, Bandung atau daerah lainnya.

Bedanya, mereka menjadikan sepak bola seakan hanya terpatri dalam hal iseng belaka. Tidak ada yang bisa mereka dukung secara militan sebagaimana BCS untuk PSS, atau bercita-cita bahwa sepak bola dapat mengubah nasib mereka melalui jalur profesional.

BACA JUGA: Alkisah, Ada Nyonya yang Bikin Tevez Perkasa Lagi

Lalu hadirlah PS Daygun yang menjadi sintesis di antara keringnya harapan sepak bola Lombok Utara pada tahun 2011.

Sebenarnya ini telah direncanakan sejak lama, desas-desus di masyarakat pun merasakan keinginan serupa seperti daerah lain yang memiliki pemersatu berupa tim sepak bola kedaerahan.

Hal ini dijawab oleh hasil musyawarah para Pengurus Cabang Sepak Bola Kabupaten Lombok Utara. Bahkan perintisan logo pun dibahas dalam pertemuan tersebut dan diserahkan kepada Lalu Satriadi.

Selain pembuat motto “Tioq Tata Tunaq” dalam tubuh Kabupaten Lombok Utara, Lalu Satriadi menjabat sebagai direktur teknik PS Daygun.

Daygun merupakan akronim dari Dayan Gunung yang menjadi julukan Kabupaten Lombok Utara yang kental dengan adat.

Di sini pula Wetu Telu sebagai adat tentang tiga siklus kehidupan semua makhluk yang hidup di muka bumi tumbuh.

Dengan berbekal akan tradisi yang kokoh, kebersamaan yang guyub, menjadi pengharapan bahwa PS Daygun dapat memeluk seluruh Lombok Utara dalam balutan olahraga bernama sepak bola.

Hal ini pula yang menjadi harapan bagi tiap anak muda bahwa ada secercah harapan dari apa yang dapat digali dari potensi yang dimilikinya.

Ketua umum PS Daygun saat ini adalah Raden Nuna Abriadi. Pun beliau adalah orang yang berjasa akan lahirnya PS Daygun lantaran pada 2011 silam, Nuna Abriadi menjabat sebagai Askab PSSI Lombok Utara.

Dilansir dari Lombok Post, Nuna Abriadi yang juga Wakil Ketua Kehormatan DPD PDIP NTB ini mengisyaratkan bakal maju sebagai calon bupati (cabup) Lombok Utara pada Pilkada 2020 mendatang.

Keputusannya ini tentu bergantung kepada revisi Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Persyaratan Calon Kepala Daerah.

Perubahan itu akan mengacu kepada anggota DPRD tidak perlu mundur jika hendak maju sebagai bakal Cabup, cukup mengambil cuti saja.

BACA JUGA: Barisan Timnas Legendaris yang Kini ‘Hilang’ dari Muka Bumi