Cerita

Elkan Baggott, Calon Bek Tangguh Indonesia dari Inggris

Nama Elkan Baggott memang asing di telinga kita, tapi ia mungkin menjadi sosok pesepak bola asal Indonesia yang akan diperbincangkan dalam waktu dekat. Jika kebanyakan pemain berdarah Indonesia berposisi sebagai pemain tengah atau penyerang, Elkan Baggott adalah calon palang pintu baru di skuat Garuda di masa depan.

Sebelumnya Football Tribe Indonesia sempat menulis soal Ben Davis, pemain muda berdarah Inggris yang tengah menjadi rebutan Singapura dan Thailand, sosok Elkan tak beda jauh dengan gelandang asal Fulham tersebut.

Baca juga: Ben Davis Jadi Rebutan Singapura dan Thailand

Lahir di Thailand pada 23 Oktober 2004 dari seorang ayah berkebangsaan Inggris dan ibu seorang Indonesia Elkan hanya mencicipi iklim sepak bola antar sekolah saat berada di Indonesia. Bersekolah di British School of Jakarta sejak 2008 dan menjadi kapten tim sepak bola sekolah internasional tersebut Elkan sekeluarga pindah ke Inggris 3 tahun kemudian.

Di Inggris pemain bertinggi badan 194 sentimeter ini bermain di level akar rumput hingga menarik minat pemandu bakat klub kasta ketiga Inggris, Ipswich Town. Mereka terpukau dengan kekuataan, kecepatan dan tentu postur sang pemain.

Uniknya penerima beasiswa Professional Development Phase Scholarship dari Ipswich Town bersama 12 pemain lainnya sejak 2017 ini sempat diundang untuk bergabung bersama tim junior Tottenham Hotspur di ajang The Future U-18 Cup di Belanda. Di ajang ini ia bertemu para pemain dari tim junior PSG, Atletico Madrid, Juventus, bahkan Boca Juniors.

Penggawa tim U-16 Ipswich Town ini mengaku ingin mengenakan jersey dengan logo Garuda di dada suatu hari nanti.

“Saya ingin bermain untuk Indonesia, membuat keluarga dan negara saya bangga dengan memenangkan gelar bersama Garuda,” sebutnya dalam sebuah wawancara yang kami kutip.

Kredit: East Anglian Daily Times

 

Menjadi flop seperti Brown Bersaudara atau tak berseragam Garuda seperti Andri dan Emil

Sebelum nama Elkan Baggott terdengar sampai ke Tanah Air, sepasang talenta keturunan Inggris-Indonesia sudah lebih dulu menggegerkan jagat sepak bola nasional. Adalah Jack dan George Brown yang sempat mengikut seleksi Timnas U-19 di bawah asuhan pelatih bertangan dingin Indra Sjafri.

Sayang keduanya tak mampu menembus skuat Timnas U-19, namun Jack sang adik kini meneruskan karier bersama tim U-18 Lincoln City sementara George sang kakak tengah melanjutkan pendidikan di Amerika Serikat dan bertarung di kompetisi olah raga antar kampus, NCAA, bersama Ashland University.

Keduanya masih sangat mungkin untuk kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. Masih banyak waktu bagi Elkan dan Jack untuk meniti karier di negeri Ratu Elizabeth sementara George di negeri Paman Sam, di samping pendidikan yang harus menjadi yang utama bagi mereka.

Baca juga: Lebih Dekat dengan Anggita Oktaviani, Bek Kiri Andalan Persija Putri

Namun PSSI tak boleh melepaskan pandangan dari banyaknya talenta keturunan yang bermain di luar negeri agar peristiwa kecolongan Andri Syahputra yang kini membela Qatar U-21 atau Emil Audero Mulyadi yang kini membela Italia U-21 tak terulang pada Elkan atau Brown bersaudara.

Jika toh nantinya para pemain ini dipanggil membela The Three Lions di masa mendatang, bukankah nama Indonesia juga akan ikut harum? Seperti euforia segudang pemain keturunan Indonesia yang menyabet gelar runner-up Piala Dunia di skuat Belanda 2010. Masih ingat Giovanni van van Bronckhorst, John Heitinga, atau Robin van Persie?

Ah, yang terpenting bagi mereka kini adalah bermain sepak bola dengan ceria, soal administrasi biar urusan federasi. Meski secara teknis bermain untuk Inggris tentu lebih mentereng dibanding Indonesia, ‘kan? Di satu sisi dari rahim Ibu Pertiwi sendiri tak pernah kehabisan talenta berbakat di lapangan hijau dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote.

 

*Artikel ini disunting dan dialihbahasakan dari artikel asli yang disusun dua jurnalis Football Tribe Asia, Amin Anas (Malaysia) dan Khrisna Sadhana (Indonesia). Pranala artikel asli dapat dilihat di sini.