Suara Pembaca

Cerita dari Penyelenggaraan Piala Soeratin Pertama

Keesokan harinya, rangkaian pertandingan pun dimulai. Sembilan tim dibagi ke dalam tiga grup. Grup pertama diisi oleh Yogyakarta, Sumbawa, dan Malang. Grup kedua oleh Medan, Makassar, dan Denpasar. Grup ketiga oleh Jakarta, Pontianak, dan Bogor. 

Setelah tiga hari rangkaian pertandingan di babak grup, tiga tim pun lolos ke babak final, yaitu Malang, Makassar, dan Bogor. Di babak final, untuk menentukan juara, pertandingan dilangsungkan dengan sistem trofeo. 

Persema Malang akhirnya berhasil meraih gelar juara dalam gelaran Piala Soeratin pertama ini. Mereka menyapu dua kemenangan dengan skor cukup meyakinkan, 5-1 atas PSM Makassar dan 3-0 atas PSB Bogor.

Sementara itu, PSB Bogor menjadi runner-up setelah di pertandingan terakhir, 20 April 1966, mengalahkan PSM Makassar – yang mana diperkuat oleh Anwar Ramang anak dari legenda sepak bola Indonesia, Ramang – dengan skor 5-2.

Gelaran pertama Piala Soeratin pun resmi ditutup setelah pertandingan tersebut. Sebuah ajang monumental yang tidak hanya berfungsi sebagai sebuah seremoni, tapi juga punya arti dan substansi.

Ia adalah bentuk pengharagaan atas sang pendiri dan bukti keselerasan pemerintah dalam membangun olahraga, khususnya sepak bola di negeri ini.

BACA JUGA: Melihat Garuda Store Lebih Dekat

BACA JUGA: Kembalinya Laskar Banteng Wilis

BACA JUGA: Memilih Antara Luis Milla dan Shin Tae-yong Tak Semudah yang Dipikirkan

*Penulis adalah pendukung Arsenal yang baru saja menyelesaikan studi di jurusan Sejarah Universitas Padjadjaran. Bisa disapa di akun twitter @gifariramzani
Masih ingat Richard Dunne? Berikut video kompilasi aksinya di Manchester City!