Suara Pembaca

Hikayat Roberto Baggio dan 21 Pelatihnya (Bagian 1)

Membahas Roberto Baggio memang tak ada habisnya. Meski jika dihitung trofi tak banyak yang dimiliki, tetapi dia tetap memiliki peran besar pada semua tim yang dibelanya.

Selama bermain itu pula, ia bekerja sama dengan beberapa pelatih. Beberapa di antaranya merupakan pelatih dengan reputasi luar biasa. Namun ada pula yang kurang familiar di telinga penggemar sepak bola. 

Jika diperhatikan, beberapa di antaranya memiliki gelar mentereng. Ada yang pernah atau kelak menjuarai Piala Dunia, Piala Eropa, Piala/Liga Champions, Piala UEFA, Piala Winners, Serie A, dan Coppa Italia, serta gelar lain di luar Italia.

Uniknya, di antara beberapa pelatih tersebut ada pula yang bersimpang jalan dengan Baggio. Pun ada pula pelatih yang akur dengan Baggio.

Berikut deretan nama pelatih yang pernah menangani Roberto Baggio selama berkarier.

BACA JUGA: Seksisme di Sepak Bola, Perkara yang Tiada Habisnya

Bruno Giorgi

Giorgi menjadi orang yang memberi debut profesional Baggio musim 1983/1984, saat Baggio berusia 16 tahun. Ketika itu terjadi, Vicenza masih berkutat di Serie C1. Keduanya bisa membawa Vicenza ke Serie B. Giorgi kembali bersua dengan Baggio di Fiorentina musim 1989/1990. Sayang kali ini kombinasi keduanya tak sukses di liga domestik meski Fiorentina melaju ke final Piala UEFA.

Foto: ilgiornaledivicenza.it

Aldo Agroppi

Ia melatih Baggio ketika awal pindah ke Fiorentina musim 1985/1986. Sayang Baggio menderita cedera parah sesaat sebelum pindah dari Vicenza. Di akhir musim Fiorentina lolos ke Piala UEFA.

Eugenio Bersellini

Dia menggantikan Agroppi di Fiorentina, dan Baggio diberi debut di kompetisi Eropa dalam ajang Piala UEFA. Namun Baggio kembali cedera parah. Bersellini tak sampai semusim melatih Baggio karena didepak Fiorentina.

Foto: Eugenio Bersellini - UEFA.com

Francesco Graziani

Caretaker Fiorentina pengganti Bersellini. Baggio yang sebelumnya cedera telah pulih. Gol Baggio membawa Fiorentina selamat dari degradasi ke Serie B. Namun Graziani tidak dipermanenkan Fiorentina.

Sven-Göran Eriksson

Bersama Eriksson, Fiorentina rutin masuk zona Piala UEFA. Kerja sama keduanya memang tidak menghasilkan trofi untuk La Viola, tapi Baggio kali pertama mencetak dua digit gol ketika dilatih Eriksson.

Azeglio Vicini

Pelatih yang memberi debut tim nasional senior untuk Baggio. Ia membawa Baggio ke Piala Dunia 1990, dan tampil apik selama turnamen. Italia lolos ke semi-final lalu meraih peringkat ketiga. Namun Vicini adalah pelatih yang mengawali “tradisi” Baggio tak pernah ke Piala Eropa. Sebab Italia tak lolos ke edisi 1992, dan sejak kualifikasi pun Vicini jarang memanggil Baggio.

Foto: ANSA

Giovanni Trapattoni

Kerja sama mereka berlangsung di Juventus tahun 1991-1994. Keduanya sempat meraih Piala UEFA 1992/1993, namun juga sempat beda pandangan soal posisi bermain. Sekitar sedekade kemudian Trapattoni menangani timnas Italia, dan tidak membawa Baggio ke Piala Dunia 2002 karena baru pulih dari cedera. Mr. Trap pun tidak membawanya ke Piala Eropa 2004. Tapi Baggio diberi laga perpisahan bareng timnas Italia vs Spanyol, yang lama tidak dilakukan Gli Azzurri.

Foto: Getty Images

Marcello Lippi

Musim 1994/1995, Lippi menggantikan Trapattoni di Juventus. Baggio tetap menjadi andalan. Namun Lippi perlahan menyingkirkan Baggio, dan memberi tempat ke Alessandro Del Piero. Meski puncak karier Baggio di Juventus, namun di sini pula kariernya turun. Jelang musim 1995/1996, Lippi dan Juventus melego Baggio ke AC Milan. Baggio dan Lippi kembali bertemu di Inter, tapi sekali lagi Lippi menepikan Baggio. Hingga akhirnya Baggio kembali berpisah dengan Lippi saat kontraknya berakhir.

Arrigo Sacchi

Sacchi menukangi Italia saat menjadi finalis Piala Dunia 1994, dan Baggio menjadi andalan. Namun, di sinilah terjadi tragedi penalti yang disebut-sebut memperburuk hubungan Baggio dengan Sachhi. Sacchi lalu tidak membawa Baggio ke Piala Eropa 1996. Setelahnya, Sacchi kembali ke AC Milan di pertengahan musim 1996/1997, dan ada Baggio di sana. Hubungan keduanya kembali naik turun. Sacchi lebih banyak mencadangkan Baggio. Saat musim 1996/1997 berakhir, Sacchi dan Baggio sama-sama angkat kaki dari San Siro. 

Foto: Getty Images

Fabio Capello

Don Fabio juga berseberangan dengan Baggio. Dia merekrut Baggio dari Juventus pada 1995, dan berkontribusi besar di AC Milan. Namun jelang akhir musim Baggio jarang dimainkan penuh dengan alasan stamina, yang membuat keduanya berselisih paham. Musim 1996/1997, Capello pindah ke Real Madrid sementara Baggio masih di AC Milan. Tapi saat Capello balik ke Milan jelang musim 1997/1998, Baggio hengkang ke Bologna.