Ezechiel belum nyetel di skema Munster?
Selama tiga musim terakhir, Bhayangkara FC sejatinya terbiasa bermain dengan tipe striker macam Herman Dzumafo dan Ilija Spasojevic yang lebih bertipe target man.
Sementara itu, kedatangan Ezechiel memaksa skuat Bhayangkara FC harus beradaptasi. Penyerang asal Chad ini adalah tipikal penyerang yang tidak statis seperti Dzumafo dan Spaso. Ia kerap bergerak ke berbagai sisi untuk membuka ruang.
Fleksibilitas Eze ini sedikit mengganggu kinerja lini tengah Bhayangkara FC yang masih proses adaptasi dengan skema baru.
Apa lagi, trio Renan, Andik, dan Saddil adalah tiga pemain baru yang sama-sama datang dari latar belakang berbeda.
Praktis, ditambah Ezechiel, ada empat pemain penting di lini tengah dan depan yang masih harus beradaptasi lagi dengan skema main yang serba-baru di Bhayangkara FC.
Hal ini yang membuat sinergi di skuat belum terasa mantap. Beberapa kali, pemain Bhayangkara FC masih kebingungan ketika mencapai sepertiga akhir permainan lawan karena tidak adaya skema yang jelas untuk mengakomodasi kapabilitas para pemainnya.
Bila tak segera ditemukan solusinya, Paul Munster akan menghadapi musim yang berat di Liga 1 2020 karena status sebagai Los Galacticos sudah kadung disematkan untuk timnya di awal musim.
BACA JUGA: Stadion PTIK, Mimpi Buruk Robert Alberts