Suara Pembaca

3 Keuntungan MU Datangkan Odion Ighalo

Sambil duduk menikmati segelas kopi akhir pekan, deadline day bursa transfer musim dingin resmi usai. Seperti janji Ole Gunnar Solskjaer, Manchester United (MU) benar-benar mendatangkan seorang penyerang. 

Tapi ada yang sedikit berbeda dari janji Solskjaer. Dari yang awalnya disebut beberapa nama besar dirumorkan bergabung, di hari terakhir justru nama tak terduga yang datang. The Red Devils memboyong Odion Ighalo dengan status pinjaman dari Shanghai Shenhua sampai akhir musim. 

Sebuah nama yang mengagetkan bagi seluruh fans MU di seluruh dunia termasuk saya. Tentunya seperti biasa, perlahan-lahan cibiran negatif kembali dilontarkan di linimasa media sosial. Ironinya itu dilakukan oleh banyak fans MU sendiri.

Namun segala sesuatu pasti memiliki dua sisi. Walau kedatangan Ighalo banyak memunculkan skeptisisme di kalangan penyembah Setan Merah, tetapi sebenarnya dia juga bisa memberi keuntungan untuk armada Solskjaer.

Setidaknya ada tiga alasan kenapa mendatangkan Odion Ighalo bisa membawa keuntungan bagi MU dalam jangka pendek.

BACA JUGA: Angel Gomes Harus Segera Cari Petualangan Baru

Kredit: Getty Images

Punya pengalaman di Liga Primer Inggris 

Seperti yang kita tahu, Odion Ighalo merupakan eks pemain Watford yang memiliki andil besar membawa timnya promosi ke Liga Primer Inggris. Bersama Watford selama 1,5 musim di liga domestik, Ighalo mencatatkan 55 penampilan dengan torehan 17 gol dan 6 asis.

Opsi jangka pendek

Dalam kesepakatan transfer, Ighalo hanya berstatus pinjaman dan tidak ada kewajiban membeli di akhir musim. Sebuah keputusan wajar, mengingat usia Ighalo yang sudah menyentuh kepala tiga. 

Walau memang MU benar-benar membutuhkan seorang striker akibat cederanya Marcus Rashford dan inkonsistensi Anthony Martial. Sementara itu Mason Greenwood lebih cocok jadi pemain sayap, dan D’Mani Bughail-Mellor masih hijau untuk dipromosikan ke tim senior.

BACA JUGA: Jika Legenda Liverpool dan MU Dikumpulkan di Satu Tim

Harga yang bersahabat 

Ya, harga bersahabat. Fabrizio Romano menyebut total biaya peminjaman Ighalo cuma 4 juta paun sudah termasuk gaji. Jika diperinci lagi, 1,6 juta paun untuk gaji dan 2,4 juta paun untuk biaya peminjaman. Bukan perkara besar tentunya bagi Ed Woodward untuk mengucurkan dana.

Salah satu faktor gagalnya MU mendatangkan pemain tenar di deadline day adalah tuntutan gaji dan biaya peminjaman yang besar.

Misalnya Edison Cavani yang meminta gaji 380 ribu paun per pekan, maka MU harus merogoh kocek sampai 6,08 juta paun hanya untuk gaji Cavani, dan belum termasuk biaya peminjaman. Itu belum mempertimbangkan faktor cedera Cavani, seperti saat meminjam Radamel Falcao. 

Contoh lainnya adalah Joshua King. Dikabarkan dekat dengan MU di deadline day, tetapi tuntutan Bournemouth mewajibkan King harus dibeli seharga 50 juta euro di akhir musim. Ed Woodward pun mundur dari perburuan tanda tangan Joshua King. 

Mendatangkan Odion Ighalo mungkin tidak sesuai keinginan kebanyakan para fans MU, tapi setidaknya langkah untuk menambal skuat secara sementara ini harus dipandang positif terlebih dahulu.

Toh, kini nasi sudah menjadi bubur. Sayang sekali rasanya jika buburnya tidak dimakan.

 

*Penulis bisa disapa di akun twitter @anggaa1996