Nasional

Kilas Balik 2018: Ketika Raja Penalti Ditaklukkan Penalti

Babak 8 besar Liga 2 2018 menyisakan sebuah cerita menarik. PSMP Mojokerto Putra yang dijuluki SI Raja Penalti, justru takluk dan gagal promosi ke Liga 1 akibat kebobolan via titik putih.

Cerita bermula ketika Liga 2 2018 melewati separuh jalan. Dua tim dari Grup A, Semen Padang dan Kalteng Putra, sudah memastikan diri lolos ke semifinal. Sementara PS Mojokerto Putra (PSMP) di luar dugaan kalah tipis dari Aceh United.

Laskar Majapahit yang pernah menjuarai Divisi Satu 2008 ini memang memiliki perjalanan unik di Liga 2 2018. Mereka memutarbalikkan prediksi banyak kalangan dan bisa berada di posisi keempat klasemen akhir Wilayah Timur, dengan mengumpulkan 37 poin dari 22 pertandingan. Hasil tersebut bahkan lebih baik ketimbang beberapa nama tenar seperti Martapura FC atau Persiba Balikpapan yang tidak lolos ke babak 8 besar Liga 2.

Salah satu faktor kesuksesan Indra Setiawan dan kawan-kawan musim itu adalah kesuksesan mereka menyapu bersih kemenangan di kandang, Stadion Gajah Mada. Hal tersebut berbanding terbalik dengan prestasi mereka di kandang lawan yang menderita 9 kekalahan dari 11 laga.

BACA JUGA: Penalti di Laga Madura United vs Persib: Kebetulan atau Dipaksakan?

Bukan hanya jago kandang, tim yang dilatih Jamal Yastro ini juga terkenal akrab dengan titik putih. Tercatat PSMP telah mencetak 14 gol penalti, atau sekitar seperempat dari total gol mereka di musim 2018, yakni 58 gol.

Bahkan kapten tim Indra Setiawan yang menjadi top skor sementara Liga 2 dengan 27 gol, telah mencetak 13 gol penalti dalam semusim, termasuk hat-trick penalti yang dilakukan kontra Semen Padang, 14 November 2018.

Namun hal itu berbalik 180 derajat ketika Djayusman Triasdi dan kolega bertandang ke Stadion Cot Gapu, markas Aceh United. Sempat unggul lewat Indra Setiawan, Singa Aceh justru bangkit dengan dua gol Hardani dan sepakan keras M. Zaka yang membawa tuan rumah unggul 1-3.

PSMP berhasil memperkecil ketertinggalan di menit ke-80, lagi-lagi melalui nama Indra Setiawan. Tujuh menit berselang Laskar Majapahit mendapat peluang melalui skema tendangan penalti. Aneh tapi nyata, pelatih Jamal Yastro justru menunjuk Krisna Adi sebagai eksekutor dan bukan Indra Setiawan.

Nahas bagi PSMP, sepakan Krisna Adi justru melebar dari gawang Aceh United dan membuat mereka mengubur impian menuju babak semi-final. Kekalahan ini justru meloloskan Kalteng Putra yang di laga lainnya takluk 3-1 dari Semen Padang FC.

BACA JUGA: Krisna Adi, Berjuang Hidup dalam Hukuman Seumur Hidup

Fenomena penalti PSMP ini kemudian berbuntut panjang, dan menjadi salah satu pemicu pembongkaran kasus pengaturan skor.

Krisna Adi yang hendak menghadiri wawancara di media nasional, malam harinya kecelakaan dan terbaring koma di rumah sakit.

Tak lama setelah itu, berbagai spekulasi merebak dan beragam program yang membicarakan pengaturan skor diangkat ke media massa. Terbentuknya Satgas Antimafia Bola juga dikarenakan kasus yang menimpa PSMP Mojokerto Putra ini.