Piala Dunia 2018

Deretan Adu Penalti Paling Menegangkan dan Berkesan di Piala Dunia

Pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2018 yang berlangsung malam dan pagi buta tadi sama-sama berakhir dengan adu penalti. Sang tuan rumah, Rusia, dikomandoi oleh Igor Akinfeev berhasil mengandaskan Spanyol dalam adu penalti yang berakhir dengan skor 4-3. Di pertandingan selanjutnya, Danijel Subasic dan Kasper Schmeichel sama-sama menghadirkan pertunjukkan kiper kelas dunia, meski pada akhirnya Subasic dan Kroasia berhasil mengalahkan Schmeichel dan Denmark di adu penalti dengan skor 3-2.

Dua pertandingan yang baru saja berakhir ini menyajikan drama adu penalti yang menengangkan dan berkesan. Namun, masih banyak lagi pertandingan pendahulu yang menyajikan pertunjukan adu penalti yang tak kalah seru.

Jerman Barat vs Prancis (1982)

Pertandingan semifinal Piala Dunia 1982 antara Jerman Barat dan Prancis adalah pertandingan pertama di Piala Dunia yang berakhir dengan adu penalti. Jerman Barat keluar menjadi pemenang, namun drama yang melibatkan Harald Schumacher, kiper Jerman Barat, dan Patrick Battiston, pemain Prancis, pun tak kalah menarik. Schumacher kala itu menerjang kepala Battiston hingga sang pemain Prancis tak sadarkan diri.

Prancis vs Brasil (1986)

Kegagalan adu penalti di empat tahun sebelumnya berhasil dilupakan Prancis. Michael Platini dkk berhasil mengalahkan Brasil di babak perempat-final Piala Dunia 1986. Namun, cerita bisa berbeda bagi Prancis apabila Zico tak gagal mengeksekusi penalti di babak perpanjangan waktu.

Argentina vs Yugoslavia (1990)

Piala Dunia 1990 menjadi ajang yang amat berkesan bagi kiper Argentina, Sergio Goycochea. Goycochea kala itu terkenal setelah menjadi pahlawan negaranya lewat aksi menawan di babak adu penalti melawan Yugoslavia di laga perempat final. Ternyata, aksi hebatnya berasal dari ritus yang cukup unik, yaitu buang air seni di lapangan tepat sebelum adu penalti dimulai. Di laga semifinal melawan Italia, adu penati kembali terjadi, Goycochea melakukan ritualnya, dan Argentina kembali menang.

Jerman Barat vs Inggris (1990)

Pertandingan semifinal Piala Dunia 1990 menjadi awal dari ikatan buruk Inggris dengan adu penalti. Kala itu, The Three Lions kandas di tangan Jerman Barat setelah tendangan penalti Chris Waddle di babak penentuan adu penalti gagal masuk ke gawang. Setelah itu, Inggris tak pernah sekalipun menang di babak adu penalti di Piala Dunia.

Brasil vs Italia (1994)

Final Piala Dunia 1994 antara Brasil dan Italia adalah final pertama yang ditentukan dengan adu penalti. Bagi bintang Gli Azzurri, Roberto Baggio, memori di final ini barangkali masih menyakitkan. Pemain yang terkenal dengan rambut poninya ini berhasil tampil bak penyihir dan membawa negaranya ke partai final. Namun, sihirnya mentok di babak final dan eksekusi penaltinya yang gagal membawa kekalahan bagi Italia.

Korea Selatan vs Spanyol (2002)

Korea Selatan menjadi negara asal Asia satu-satunya yang menang di babak adu penalti, hingga saat ini. Melawan Fernando Hierro dan kolega, The Taeguk Warriors berhasil menunjukkan bahwa skuat mereka di 2002 adalah skuat Korea Selatan terkuat sepanjang masa.

Italia vs Prancis (2006)

Laga final lainnya yang berakhir dengan adu penalti. Namun, pertandingan antara Italia dan Prancis di Piala Dunia 2006 lebih diingat karena kelakuan Zinedine Zidane. Salah satu pesepak bola terbaik sepanjang masa ini membawa Prancis menembus babak final lewat kehebatannya. Namun, provokasi yang dilakukan Marco Materazzi membuatnya diusir. Hingga kini, orang masih berandai apabila Zidane tak terusir, Prancis mungkin dapat menang atas Italia.

Uruguay vs Ghana (2010)

“Tangan Tuhan? Lebih seperti tangan setan!” ujar Milovan Rajevac, pelatih Ghana, setelah Luis Suarez menghentikan sundulan Asamoah Gyan dengan sengaja melalui tangannya. Namun, sang setan yang menang di pertandingan. Tendangan penalti Gyan di babak perpanjangan waktu membentur tiang, pertandingan berlanjut ke babak adu penalti, dan tangis Suarez berubah menjadi tawa setelah negaranya menang.

Belanda vs Kosta Rika (2014)

Louis van Gaal melakukan salah satu trik psikologis terbaik sepanjang sejarah sepak bola kala Belanda mengalahkan Kosta Rika di perempat-final Piala Dunia 2014. Kala itu, van Gaal memasukkan Tim Krul—yang rekor penyelamatan penaltinya bagus—menggantikan Jasper Cilessen tepat sebelum adu penalti dimulai! Kelakuan van Gaal ini tampak mempengaruhi eksekutor Kosta Rika, dan Belanda akhirnya menang.

Rusia vs Spanyol (2018)

Igor Akinfeev tampak kerasukan versi Football Manager-nya setelah menciptakan dua penyelamatan di babak adu penalti kala melawan Spanyol. Tak ada yang menduga Rusia mampu melaju jauh, namun lebih sedikit lagi orang yang mengira mereka mampu mengalahkan Spanyol.

Kroasia vs Denmark (2018)

Danijel Subasic dan Kasper Schmeichel sama-sama menahan tiga tendangan penalti. Namun, Subasic yang melakukan semua penyelamatannnya di babak adu penalti berhasil memenangkan pertandingan bagi Kroasia. Meskipun begitu, kredit besar juga datang kepada Schmeichel, dan tentunya pertandingan antara dua kiper ini akan diingat sebagai laga Piala Dunia yang menyajikan pertarungan antara para kiper gemilang.