Cerita

Antara Si Pencuci Piring dan Si Pengangkut Air

Entah dari nama dan kapan pertama kali muncul istilah “pencuci piring” dalam sepak bola. Istilah yang semula tidak ada kaitannya dengan sepak bola, namun kini menjadi begitu terngiang di telinga ketika menyaksikan pertandingan sepak bola di layar kaca. Bahkan ketika suatu waktu saya berjumpa dengan seorang pemain belia, ia bercita-kita kelak menjadi pencuci piring seperti idolanya.

Mungkin yang dimaksud pencuci piring adalah defensive midfilder (gelandang bertahan). Seorang pemain yang berdiri tetap di tengah lapangan dan menjadi pusat transisi permainan. Seorang gelandang bertahan biasa juga disebut gelandang perusak. Dengan tugas utama memotong dan mencegah serangan lawan.

Sering kali seorang gelandang bertahan diidentikkan dengan badan tinggi besar dan fisik yang kuat. Meski tidak selamanya demikian. Yang pasti, sebagai perusak, pemain harus memiliki atribut kecepatan, antisipasi, dan tekel di atas rata-rata pemain lain. Biasanya keunggulan fisik yang menonjol menutupi atribut permainan lainnya.

Hariono adalah salah satu pemain identik dengan sebutan ini. Gelandang milik Persib Bandung ini memang dikenal dengan permainan kerasnya. Mas Har, tidak segan melancarkan tekel hingga adu fisik pada lawan yang mengancam daerah kekuasaannya.

Baca juga: Hariono: Malfungsi Taktik dan Mesin yang Tak Bekerja Maksimal

Mungkin, kebiasaan mereka mengerjakan pekerjaan kotor, tekel keras, merebut bola bagaimanapun caranya, hingga adu fisik yang membuat mereka disebut pencuci piring. Atau mungkin juga, karena tugasnya membersihkan daerah pertahanan dari ancaman lawan yang membuatnya disebut demikian.

Selain pencuci piring, istilah lain yang sering didengar adalah “pengangkut air”. Biasanya mereka adalah pemain yang memiliki tugas menjemput bola dari pertahanan, untuk kemudian mengatur pendistribusiannya ke segala arah permainanan. Berbeda dengan gelandang bertahan, pemain yang mungkin lebih tepat disebut gelandang pengendali, bukan hanya membutuhkan modal fisik tapi juga teknik permainan memadai.

Nama-nama seperti Dedi Kusnandar, Sandi Sute, hingga M. Taufiq menjadi pemain yang sering disebut dengan gelandang pengangkut air.

Ada pula gelandang jangkar atau holding midfielder atau deep‐lying playmaker. Mereka adalah gelandang yang bertahan sangat dalam. Kecerdasan adalah modal utamanya. Kemampuan membaca permaian dan pemotongan serangan lawan lebih ditonjolkan dibanding duel-duel fisik seperti yang biasa dilakukan seorang defensive midfilder.

Baca juga: Gennaro Gattuso, (Bukan) Perusak Segalanya

Seorang holding midfielder juga dituntut memiliki kemampuan passing yang baik. Operan-operan sempurna dibutuhkan untuk dapat menciptakan key pass maupun asis. Operan seorang holding midfielder biasanya adalah awal dari serangan yang dibangun suatu tim.

Selain itu, ada juga pemain yang memiliki kemampuan memotong serangan lawan namun diberikan kebebasan bergerak membantu serangan. Seringkali pemain dengan tipe ini disebut playmaker. Umpan-umpan serta kinerja membantu penyerangan sering kali memanjakan para penyerang untuk mencetak gol.

Meski juga mampu menciptakan gol, seorang gelandang, baik itu defensive midfilder, holding midfielder, maupun gelandang pengendali, lebih sering berperan sebagai seorang pemain yang mengawali serangan. Bukan pemain yang melakukan penyelesaian.