Suara Pembaca

Ronald Koeman, De Grote Drie, dan Serba Serbi Dirinya

Ronald Koeman merupakan anggota keluarga Koeman di Belanda yang terkenal sebagai pesepak bola. Anggota keluarga ini sama-sama pernah bermain untuk Groningen pada eranya masing-masing. Martin Koeman sang ayah, Erwin Koeman sang kakak, Ronald Koeman sendiri, dan bahkan Len Koeman sang keponakan bermain di sana. Hanya Ronald Koeman Jr. sang putra yang belum bermain di Groningen.

Martin Koeman memiliki karier yang menonjol terutama saat lama bermain untuk Groningen. Martin Koeman pun sempat sekali membela tim nasional Belanda meski hanya mendapat satu penampilan saja. Cucu Martin sendiri, Len Koeman putra Erwin Koeman dan Ronald Koeman Jr. serupa menjadi pesepak bola.

Namun karier cucu-cucu Martin Koeman belum memiliki karir cemerlang. Len Koeman kini lebih banyak terlibat dalam manajemen olahraga khususnya sepak bola dan sepeda. Sementara sepupunya, Ronald Koeman Jr. masih bermain di Eerste Divisie, satu level di bawah Eredivisie Belanda.

Kedua Putra Martin Koeman memiliki prestasi yang relatif lebih bagus dari sang ayah dan putra-putra mereka. Erwin Koeman yang membela beberapa klub sukses meraih Piala Winners Eropa ketika bersama klub Belgia Mechelen. Erwin juga menjadi anggota tim nasional Belanda yang menjuarai Piala Eropa 1988.

Ronald Koeman sang adik malah lebih sukses lagi. Ia mengawali karier di klub yang pernah dibela sang ayah dan kakak, Groningen. Penampilan impresifnya selama membuahkan hasil pemanggilan pertama Ronald Koeman ke tim nasional Belanda.

Baca juga: Olivier Giroud adalah Penyebab Dipecatnya Ronald Koeman

Kiprah Ronald Koeman di tim nasional Belanda terhitung sukses. Bersama Erwin Koeman, ia membawa Belanda juara Piala Eropa 1988. Gelar itu masih menjadi satu-satunya gelar yang dimiliki tim nasional sepak bola putra Belanda. Namun meski bisa membawa Belanda meraih gelar pertamanya, sinar Ronald Koeman tertutup oleh penampilan trio Belanda di AC Milan, yaitu Ruud Gullit, Marco Van Basten, dan Frank Rijkaard.

Setelah dari Groningen, ia melanjutkan karier ke beberapa klub lain. Termasuk di antaranya Barcelona di mana ia memiliki karier terpanjang di antara klub lain. Di klub Barcelona, Ronald Koeman menjadi bagian dari The Dream Team pelatih legendaris Johan Cruyff. Selama membela klub Barcelona, ia meraih beberapa prestasi. Termasuk saat menjadi pencetak gol tunggal yang membawa trofi pertama untuk Barcelona di Piala Champions.

Keandalannya dalam gol memang luar biasa. Sebagai bek, Ronald Koeman produktif mencetak gol khususnya dari tendangan bebas dan tendangan penalti. Bahkan ia masih tercatat sebagai pencetak gol untuk posisi bek, dan mencatat rekor 25 penalti sukses yang dilakukan secara beruntun.

Baca juga: PSMP: Raja Penalti yang Ditaklukkan Penalti

Selain Groningen dan Barcelona, Ronald Koeman pernah membela De Grote Drie di Belanda. De Grote Drie merupakan tiga klub tersukses di Belanda, yang terdiri dari Ajax Amsterdam, Feyenoord Rotterdam, dan PSV Eindhoven.

Ketiga klub itu pun juga sama-sama pernah meraih juara Piala/Liga Champions dan Piala UEFA/Liga Europa. Tak banyak pemain yang membela ketiga klub itu. Selain Ronald Koeman, hanya Ruud Geels yang pernah membela De Grote Drie.

Selama membela De Grote Drie, hanya Feyenoord Rotterdam yang tidak berhasil dibawa Ronald Koeman meraih gelar juara. Ajax Amsterdam dan PSV Eindhoven bisa dibawanya meraih gelar Liga Eredivisie dan Piala KNVB. Bahkan karier Ronald Koeman di PSV Eindhoven mentereng lantaran ditambah raihan Piala Champions. Raihan yang seperti tulisan di atas, kelak berulang di Barcelona.

Meski terhitung gagal mempersembahkan gelar juara di Feyenoord Rotterdam, Ronald Koeman mengakhiri karier bermaian sepak bola di sana. Ia lalu beralih menjadi pelatih klub sepakbola. Beberapa klub pernah ia tangani dari Belanda, Portugal, Spanyol, dan Inggris.

Karier kepelatihan Ronald Koeman pun unik. Di Portugal ia hanya setahun memimpin Benfica tanpa gelar. Di Spanyol, Ronald Koeman melatih Valencia tapi hanya berjalan tak sampai semusim. Gelar Copa Del Rey tak memperpanjang kiprahnya selama di Spanyol. Valencia masih satu-satunya klub Spanyol yang dilatih Ronald Koeman.

Ketika di Inggris, Ronald Koeman berkolaborasi pertama dengan Erwin Koeman yang menjadi asistennya di Southampton. Keduanya melanjutkan karier di Everton. Sayang Ronald Koeman dan Erwin Koeman tak terlalu sukses saat bersama Everton.

Baca juga: Utang Everton untuk Pelatih-Pelatih yang Dipecatnya

Belanda sebenarnya menjadi awal karier kepelatihan Ronald Koeman. Vitesse Arnhem menjadi klub pertama yang di tangani. AZ Alkmaar juga hanya setahun ditangani Ronald Koeman. Sementara di antara karier kepelatihannya itu terjadi Deja Vu.

Ketiga klub De Grote Drie akhrinya pernah ditangani Ronald Koeman. Ia juga menjadi orang kedua setelah Hans Kraay Sr. yang melatih De Grote Drie. Sekaligus juga Ronald Koeman menjadi orang pertama yang pernah bermain dan melatih ketiga klub De Grote Drie.

Lalu seperti saat bermain, Ajax Amsterdam dan PSV Eindhoven juga bisa dibawanya meraih gelar juara Eredivisie, sedangkan Feyenoord Rotterdam lagi-lagi menjadi klub yang tak berhasil meraih juara.

Urutan melatihnya pun mirip ketika ia masih bermain. Ajax menjadi klub pertama De Grote Drie yang dilatih. Disusul PSV Eindhoven dan yang terakhir dilatih Ronald Koeman dari De Grote Drie yaitu Feyenoord Rotterdam. Dengan usia yang sekarang, tak menutup kemungkinan Ronald Koeman kembali menangani setidaknya salah satu dari De Grote Drie.

Kini Ronald Koeman melatih tim nasional Belanda. Sejauh ini ia sukses mempimpin tim nasional Belanda maju ke semifinal UEFA Nations League. Hal yang dilakukan setelah membawa Belanda menyingkirkan Jerman dan Prancis dari babak Grup Liga A. Keduanya merupakan juara Piala Dunia di dua edisi terakhir. Mengejutkan karena Belanda sebenarnya cukup terpuruk beberapa tahun terakhir, tapi Ronald Koeman sukses menyingkirkan keraguan atas kiprah Belanda.

Tinggal menunggu Ronald Koeman berikutnya. Apakah ia mampu menyamai bahkan melebihi prestasinya sendiri sebagai pemain. Dicmana ia pernah membawa Belanda menjadi juara.

Baca juga: Era Baru Timnas Belanda dengan Ronald Koeman