Cerita

Menengok Keunikan ‘Rumah Inter’ Milik Bung Piepit

Ada beragam cara untuk menyalurkan kecintaan seseorang pada klub sepak bola kesayangannya. Mulai dari mengoleksi jersey dan pernak-pernik, datang langsung ke stadion, sampai membuat rumah bertema klub tersebut! Contohnya ‘Rumah Inter’ milik Bung Piepit, wakil presiden Inter Club Indonesia (ICI).

Dari foto-foto rumahnya yang diunggah Bung Piepit ke media sosial pribadinya, tampak nuansa klub Internazionale Milano sangat lekat dengan tempat tinggalnya. Didominasi warna biru dengan sentuhan hitam, nuansa I Nerazzurri sangat terasa ketika pertama kali kita melihat rumah yang berlokasi di Berau, Kalimantan Timur ini.

Dimulai dari bagian terluar, saat mata kita “berkunjung” ke ‘Rumah Inter’ milik Bung Piepit, kita akan disambut dengan pagar berwarna biru dengan ukiran logo Internazionale Milano di teralisnya. Identitas sebagai Interista langsung ditampakkan Bung Piepit di bagian terluar rumahnya, yang menunjukkan bahwa ia sangat bangga menjadi pendukung klub pemilik 18 scudetti itu.

Memasuki halaman rumah, ucapan selamat datang menyambut dalam bahasa Italia, sesuai negara asal Inter. Tulisan “Benvenuto” yang dalam bahasa Indonesia berarti “selamat datang”, terukir dengan bentuk melengkung di lantai, lengkap dengan logo Inter di atasnya.

Melangkah lagi melewati ukiran tulisan “Benvenuto”, giliran menara rumah yang menyambut, tepat di depan pintu masuk utama. Bung Piepit menuturkan, bahwa ide membangun menara tersebut didapat dari desain pintu gerbang Masjid Nabawi, tapi ia desain ulang dengan menambahkan logo Inter, angka 1908 yang merupakan tahun berdirinya klub, bendera Indonesia di puncak, dan tidak lupa… cat biru-hitam!

Warna biru dan hitam tersebut kemudian terus menghiasi eksterior ‘Rumah Inter’ milik Bung Piepit, mulai dari depan sampai tembok pagar di samping. Hanya atap dan tiang luar di lantai dua saja yang tidak memakai warna kombinasi, karena hanya berwarna biru, itupun tidak biru tua seperti warna khas La Beneamata.

Akan tetapi nuansa Inter tersebut hanya tampak di luar saja. Bung Piepit mengungkapkan bahwa interior rumahnya tidak menganut tema Inter, agar tidak terasa gelap di dalam.

Impian sejak kecil

Sejak tahun 1997 ketika masih menimba ilmu di bangku kelas 3 SMP, saat itulah cinta pertama Bung Piepit bersemi pada Inter. Di saat itu juga, ia bercita-cita ingin menyaksikan langsung Inter berlaga di Giuseppe Meazza. Impian yang kemudian menjadi kenyataan pada 2016, bersamaan dengan selesai dibangunnya ‘Rumah Inter’.

Rumah dengan desain bernuansa Internazionale Milano ini pertama kali terpikir di benak Bung Piepit pada tahun 2012, saat menonton Inter bertanding di Jakarta. Akan tetapi Bung Piepit tidak langsung mendirikan rumahnya seperti yang tampak sekarang, melainkan secara bertahap.

Dimulai dari desain menara, yang dilanjutkan dengan mengecat pagar dan tembok rumah dengan warna biru-hitam. Kemudian tampilan yang paling menonjol lainnya adalah logo Inter di lantai dua sebelah kiri. Di bawah ini adalah tampilan rumah Bung Piepit pada tahun 2015 dan 2016.

Grazie ICI Kukar

A post shared by Bung Piepit (@bungpiepit) on

Semua desain mulai dari bentuk bangunan sampai pemilihan warna adalah kreasi Bung Piepit sendiri, dan niatan itu juga mendapat dukungan dari keluarganya. Uniknya, selain sebagai bentuk kecintaan pada Inter, rumah ini juga dibangun untuk secara tidak langsung mengenalkan Inter pada ketiga anaknya.

Wow…sebuah cara promosi yang unik dan layak diapresiasi ya, Tribes! Ketimbang melihat anaknya menjadi pendukung klub rival seperti Juventus atau bahkan AC Milan, lebih baik dikenalkan dengan Inter sejak dini. Betul betul betul?

‘Rumah Inter’ milik Bung Piepit memang sangat unik, keren, dan anti-mainstream, tapi proses pembangunannya tidak berhenti sampai di sini saja. Ayah tiga anak tersebut berencana menambah Trophy Room di dalam rumahnya, yang berisi piala-piala raihan Inter dalam bentuk replika.