Nasional Bola

Prestasi Wakil Indonesia di Piala AFC dari Tahun ke Tahun

Persija Jakarta resmi menjadi wakil Indonesia di ajang Piala AFC. Menurut sejarah, klub-klub Asia Tenggara cukup bisa bersaing di kompetisi yang setara Liga Europa di Eropa ini. Wakil Malaysia, Johor Darul Ta’zim, sudah menjuarai ajang ini pada tahun 2015 lalu.

Bagaimana dengan klub-klub Indonesia? Meski belum pernah keluar sebagai juara, prestasi para wakil kita terbilang cukup bagus. Berikut ini kami rangkum prestasi klub-klub Indonesia menjadi empat kelompok: terbaik, baik, lumayan dan buruk.

 

Kredit: Fourfourtwo

Terbaik: Semifinal (Persipura Jayapura di AFC Cup 2014)

Prestasi terbaik klub-klub Indonesia sampai saat ini masih dipegang Persipura. Juara Liga Indonesia 2013 ini di luar dugaan melaju hingga ke semifinal. Wakil Indonesia lainnya, Arema Cronus, juga mencatat prestasi lumayan dengan menembus 16 besar.

Persipura sendiri cukup jemawa di grup yang diisi oleh Churchill Brothers (India), Home United (Singapura), dan New Radiant (Maladewa). Di babak 16 besar, mereka lalu membantai wakil Vietnam, Yangon United dengan skor 9-2. Di perempat-final, Boaz Solossa dan kawan-kawan diperkirakan akan terhenti setelah kalah 2-3 di kandang Al-Kuwait. Namun, di luar dugaan mereka membantai wakil Kuwait tersebut di Stadion Mandala, Jayapura, dengan skor 6-1. Sayang, di semifinal, Mutiara Hitam menyerah kepada wakil Kuwait lainnya, Al Qadsia, dengan agregat 2-10.

 

Semen Padang
Semen Padang

Cukup Baik: Perempat final (Persipura di Piala AFC 2011, Arema IPL di Piala AFC 2012, dan Semen Padang di Piala AFC 2013)

Sebelum prestasi fenomenal Persipura itu, tiga tahun berturut-turut wakil Indonesia sukses menembus delapan besar Piala AFC. Persipura mencetak sejarah dengan menjadi klub Indonesia pertama menembus babak perempat-final dengan menghajar wakil Vietnam, Song Lam Nghe An, sebelum dihentikan wakil Irak, Arbil FC.

Semusim kemudian, Arema membuat kejutan dengan mengulangi prestasi Persipura. Padahal, ‘Arema’ yang mewakili Indonesia adalah klub yang ditinggalkan pendukung dan pemain-pemain andalannya akibat dualisme Liga Indonesia. Pelatih Dejan Antonic membawa Arema menyingkirkan mantan klubnya di Liga Hong Kong, Kitchee FC, sebelum menyerah pada wakil Arab Saudi, Al-Ettifaq.

Terakhir, Semen Padang nyaris menembus semifinal pada musim 2013. Juara Indonesia Premier League (IPL) 2012 ini mendominasi grup yang dihuni Kitchee, Churchill Brothers, dan Warriors FC (Singapura). Tim asuhan Nil Maizar menyingkirkan Da Nang FC (Vietnam) di 16 besar sebelum menyerah kepada wakil India, East Bengal.

 

PSMS Medan

Lumayan: PSMS Medan (16 besar di Piala AFC 2009), Sriwijaya FC (16 besar di Piala AFC 2010 dan 2011) dan Arema Cronus (Piala AFC 2014)

Secara umum, klub-klub Indonesia sebenarnya tak mengalami kesulitan bersaing di Piala AFC. Para saingan mereka kebanyakan berasal dari negara-negara dengan kualitas sepak bola tak jauh beda dengan Indonesia. Klub-klub kita juga tergolong masih sanggup menghajar klub-klub Thailand, Vietnam, dan bahkan India.

Selain prestasi klub-klub yang mencapai semifinal dan perempat-final, Sriwijaya FC sanggup menembus penyisihan grup sebanyak dua kali (tahun 2010 dan 2011). Sayangnya, dua tahun berturut-turut mereka juga terhenti di babak 16 besar, keduanya di tangan wakil Thailand, Thai Port dan Chonburi. Selain Sriwijaya, PSMS dan Arema Cronus juga pernah mencapai 16 besar.

Buruk: Persiwa Wamena (juru kunci penyisihan grup di Piala AFC 2010) dan Persibo Bojonegoro (juru kunci penyisihan grup di Piala AFC 2013)

Tentunya, kita berharap Persija dan Bali United atau Madura United, nantinya tidak mengikuti dua wakil Indonesia di masa lalu yang menjadi bulan-bulanan tim lawan. Persiwa Wamena dan Persibo Bojonegoro pernah mencatatkan prestasi cenderung memalukan di Piala AFC, yaitu pada tahun 2010 dan 2013.

Persiwa yang menjadi runner-up Liga Indonesia 2008 mengalami mimpi buruk ketika mewakili Indonesia di Piala AFC 2010. Mereka hanya sanggup meraih satu poin hasil dari sekali seri dan lima kekalahan di grup yang dihuni South China (Hong Kong), Muangthong United (Thailand), dan VB Sports Club (Maladewa). Kiprah Persibo di Piala AFC 2013 lebih memalukan lagi. Juara Piala Indonesia versi IPL tahun 2012 ini sebenarnya tergabung di grup yang cenderung gampang, hanya berisikan New Radiant (Maladewa), Yangon United (Myanmar), dan Sun Hei SC (Hong Kong). Namun, dari enam pertandingan, Persibo hanya mencatatkan sekali hasil seri dan lima kali kalah dengan rekor kebobolan 34 gol.

Author: Mahir Pradana (@maheeeR)
Mahir Pradana adalah pencinta sepak bola yang sedang bermukim di Spanyol. Penulis buku ‘Home & Away’.