Jack Wilshere
Jujur saja, banyak Gooner yang sudah kangen melihat putra asli Arsenal ini bermain penuh. Apalagi melihat Wilshere mendampingi Xhaka, dua pemain kreatif dengan seleksi umpan yang memuaskan mata. Dan melawan Köln tempo hari, Gooner melihat cara Wilshere memberi solusi keseimbangan di lini tengah.
Ketika melawan Köln dan Arsenal masih dalam fase bertahan, Wilshere akan turun ke bawah, tepatnya di sisi kiri Mohamed Elneny. Ketika masuk dalam transisi menyerang dan bola masih di wilayah Arsenal, Wilshere banyak menyediakan diri sebagai opsi umpan, baik dari kaki Nacho Monreal atau Sead Kolasinac.
Ketika bola sampai di lapangan tengah dan berprogres ke sepertiga akhir, Wilshere beberapa kali bergerak ke depan, tepatnya di ruang pemain nomor 10. Pemosisian diri ini membuat progresi serangan Arsenal menjadi lebih halus. Wilshere bisa dengan cepat menyebar umpan dengan akurasi yang baik. Pun, kreativitasnya sangat berguna ketika serangan balik, terutama dengan umpan terobosan vertikal menembus lini lawan.
Kekurangan Wilshere adalah kebugarannya. Karena sangat rentan cedera, Wenger mungkin tak bisa memainkannya setiap saat ketika jadwal tengah padat. Misalnya ketika ada pertandingan Liga Europa setiap minggu. Menit bermain Wilshere harus disesuaikan dengan tingkat beban fisik yang sudah diserap.