Kolom

Ketika Arsenal Membuka Pintu Keluar untuk Alex Oxlade-Chamberlain

Hari Jumat (25/8) yang lalu, Ganesha Arif Lesmana menulis bahwa melepas Theo Walcott bisa menjadi keuntungan bagi Arsenal, terutama dari sisi finansial. Mantan pemain akademi Southampton tersebut digaji 110 ribu paun, lebih tinggi dari Alexandre Lacazette, Granit Xhaka, dan Petr Cech. Tulisan Ganesha bisa dibaca di sini.

Saya setuju dan tidak setuju dengan pendapat tersebut.

Setuju karena Walcott memang tak konsisten hingga tidak cocok dengan skema baru Arsene Wenger. Tidak setuju karena saat ini, finansial Arsenal masih bisa menanggung gaji Walcott. Hal itu terbukti ketika Wenger siap memberikan 180 ribu per pekan untuk Alex Oxlade-Chamberlain.

Betul, kontrak baru untuk Chamberlain bernilai 180 ribu paun per pekan, melonjak cukup tinggi dari gajinya saat ini, 65 ribu paun. Naiknya gaji menjadi cara terakhir yang bisa dilakukan Wenger untuk mempertahankan Chamberlain yang kontraknya tinggal menyisakan satu musim lagi. Namun, keinginan Wenger nampaknya menemui hambatan.

Hambatan yang berasal dari si pemain sendiri. Sampai hari Jumat malam waktu Indonesia, Chamberlain belum membubuhkan tanda tangan di atas kontrak baru. Apakah memang sudah waktunya Arsenal membuka pintu keluar untuk Chamberlain? Mari kita berhitung untung dan ruginya bagi The Gunners.

Untung

Keuntungan pertama adalah dari sisi situasi psikologis tim dan si pemain sendiri. Klasik sebenarnya, yaitu keras kepala mempertahankan pemain yang bimbang dan cenderung ingin hengkang bisa menjadi langkah yang keliru. Fokus Chamberlain bisa jadi tak 100 persen untuk Arsenal, apabila ia tak mau memperpanjang kontraknya.

Pun, suasana tim akan kurang nyaman, ketika ada satu pemain yang tak bisa memberikan segalanya di setiap pertandingan yang ia jalani. Maklum, saat ini, performa Chamberlain melonjak tajam ketika ia bermain di dalam sistem baru. Menjadi bek sayap kanan maupun kiri membantu pemain berusia 24 tahun tersebut menemukan permainan terbaiknya.

Hal itu bisa berubah ketika ia dipaksa untuk bertahan. Gerakan badannya dan ekspresi mukanya ketika Arsenal melawan Leicester City dan Stoke City cukup banyak menggambarkan bahwa suasana hatinya tengah tak cerah. Ada yang mengganjal di dalam hatinya. Soal naik gaji? Soal tantangan baru? Untuk ini, sebaiknya, pintu keluar Emirates Stadium dibuka selebar mungkin.

Dari sisi nilai transfer, Arsenal akan mendapatkan minimal 35 juta paun. Memang sangat murah di bursa transfer di mana Dany Drinkwater dibanderol 40 juta paun. Sangat murah, apabila mempertimbangkan harga pemain Inggris yang semakin mahal dalam lima tahun terakhir. Sangat murah, untuk pemain yang bisa bermain di banyak posisi.

Tapi ini memang fakta yang tak bisa dilawan The Gunners. Kontrak yang tinggal menyisakan satu tahun membuat Arsenal tak bisa seenaknya menetapkan banderol tinggi. Manajemen kontrak yang buruk dari Wenger sangat terlihat dalam kasus banyaknya pemain dengan durasi kontrak yang sudah akan habis.

Maka, ketimbang melepas Chamberlain secara gratis di akhir musim 2017/2018, melepasnya saat ini dan mengantongi 35 juta paun adalah langkah yang masuk akal. Dana tersebut bisa digunakan untuk menambah dana transfer Arsenal yang konon masih menyisakan 90 juta paun. Jumlah yang cukup untuk mendatangkan satu atau dua pemain, salah satunya untuk menggantikan Chamberlain.

Selain soal suasana ruang ganti dan masalah uang, melepas Chamberlain bisa menjadi peluang bagi Wenger untuk bisa memainkan Reiss Nelson lebih sering. Pemain muda asli Inggris bermain memukau ketika ambil bagian dalam kegiatan pramusim Arsenal. Nelson bermain apik ketika ia bermain sebagai bek sayap kanan, posisi Chamberlain saat ini.

Previous
Page 1 / 2