Kolom

Arsene Wenger dan Dana Transfer 100 Juta

Setelah kepastian masa depan Arsene Wenger akhirnya jelas, kini Arsenal bisa masuk dalam masa persiapan menyambut musim baru. Salah satu kerja yang perlu mendapat perhatian tentu aktivitas menjual dan membeli pemain. Wenger sendiri kabarnya disediakan dana transfer senilai 100 juta paun atau sekitar 130 juta euro. Bagaimana sebaiknya menyikapi dana transfer tersebut?

Sebelumnya, perlu dipahami bahwa dana 130 juta euro tersebut bisa terbilang besar, bisa juga sangat kecil. Saat ini, harga pemain-pemain bagus sudah terlalu di luar akal sehat. Kylian Mbappe, pemuda yang bahkan belum genap 20 tahun, dibanderol 130 juta euro Sementara itu, Alexandre Lacazette dibanderol 70 juta euro dan Thomas Lemar antara 50 hingga 60 juta euro. Dengan sudut pandang seperti itu, dana transfer Arsenal terlihat cukup kecil.

Baca juga: Calon Manusia 100 Juta Euro (Bagian 2): Kylian Mbappe Lottin

Sementara itu, dana transfer tersebut bisa terbilang besar apabila manajemen Arsenal ingin bekerja dengan konsep mencari “Rob Holding 2.0”. Artinya, memaksimalkan tim pencari bakat untuk memantau sekaligus menyaring pemain-pemain muda yang potensial.

Saat ini, The Gunners dikabarkan hampir mendapatkan tanda tangan Henry Onyekuru. Penyerang berusia 19 tahun dari KSA tersebut akan diboyong Arsenal dengan harga 6,8 juta paun. Apabila berharap Onyekuru bisa langsung meningkatkan kualitas lini depan Arsenal, maka konsep “Holding 2.0” adalah kebenaran. Di balik itu semua, para suporter Arsenal hanya bisa berharap karena Onyekuru tentu perlu membuktikan kualitasnya terlebih dahulu, apabila memang langsung masuk tim utama.

Baca juga: “Maaf, Harga Rob Holding Tak Sampai 50 Juta”

Namun, perlu diingat juga, Wenger sempat berujar bahwa pemain yang akan didatangkan dan menghuni tim utama, adalah pemain dengan kualitas elite. Apabila beliau menepati omongannya, maka Arsenal harus melepas pemain. Tujuannya, untuk menambah dana transfer dan melonggarkan struktur gaji yang kabarnya sudah sangat ketat.

Dengan asumsi Alexis Sanchez dan Mesut Ozil bertahan, masih ada beberapa pemain yang bisa dilepas untuk menambah dana transfer. Pemain-pemain seperti Mathieu Debuchy, Kieran Gibbs, Lucas Perez, Joel Campbell, Francis Coquelin, dan Theo Walcott adalah pemain-pemain yang bisa masuk daftar jual. Terdengar kejam, namun sepak bola memang pada dasarnya adalah cerminan hukum alam.

Joel Campbell dan Lucas Perez sebenarnya tak layak dilepas. Keduanya selalu tampil maksimal dan jarang mengecewakan bila dimainkan. Pun keduanya bisa bermain di beberapa posisi. Sebuah keuntungan yang seperti tak pernah melintas di benak Wenger. Ia lebih memilih Walcott, yang sangat statis gaya bermainnya dan begitu kesulitan mencapai level konsistensi yang diharapkan.

Saat ini, Joel tengah dipinjamkan ke Sporting CP. Demi karier dan masa depannya, hengkang adalah pilihan yang lebih bijak. Market value (harga patokan) pemain asal Kosta Rika tersebut senilai tujuh juta euro, turun dari yang sebelumnya delapan juta karena dipinjamkan.

Sementara itu, Lucas masih bisa dilepas dengan harga hingga 17 juta euro. Namun, banderol tersebut bisa saja turun apabila si pemain memaksa dijual. Jika hal itu terjadi, maka Arsenal kemungkinan hanya akan mendapatkan tak lebih dari 14 juta euro.

Dari dua pemain tadi, Arsenal akan mendapatkan dana segar 21 juta euro. Bagaimana dengan pemain lain yang berpeluang masuk daftar jual? Harga patokan untuk Debuchy “hanya” lima juta euro, Gibbs dengan 10 juta euro, Coquelin dengan 15 juta euro, dan Walcott dengan 22 juta euro. Jika dijumlahkan, Arsenal mendapatkan tambahan 52 juta euro. Jika ditambah hasil penjualan Joel dan Lucas, dana tambahan akan mencapai 73 juta euro.

Hasil penjualan pemain, ditambah dana yang sudah tersedia, maka Arsenal akan mengantongi 203 juta euro untuk berbelanja pemain baru. Tapi ingat, penggemukan dana transfer tersebut baru akan terjadi pemain-pemain tersebut dijual. Dan Walcott, banyak dianggap sebagai salah satu anak kesayangan Wenger. Pandangan tersebut bukan tanpa dasar setelah Lucas tak mendapatkan kepercayaan meski sudah bermain bagus.

Nah, dengan 203 juta euro di kantong, Arsenal akan lebih luwes membeli pemain. Kita gunakan perhitungan yang sederhana saja. Jika 203 juta dibagi menjadi tiga, maka setiap target tidak boleh lebih dari 67 juta euro, sudah termasuk pajak. Apabila target pemain dibuat menjadi dua saja, maka satu pemain tidak boleh lebih dari 101 juta euro. Pembagian bisa berubah menyesuaikan banderol pemain.

Untuk pos penyerang, beberapa pemain bagus jadi bisa terjangkau. Lacazette sekitar 70 juta euro, Romelu Lukaku dibanderol sekitar 60 juta euro, atau bahkan jika mau membeli Mbappe dengan banderol 130 euro pun, Arsenal bisa melakukannya. Mbappe sempat mensyaratkan bahwa para peminat harus bisa menyediakan menit bermain sebanyak yang ia dapatkan di Monaco. Melihat Wenger yang tak begitu risih dengan pemain muda, syarat tersebut harusnya bisa dipenuhi.

Jika membeli Lukaku, Arsenal masih akan mempunyai sisa dana 143 juta euro. Masih cukup besar untuk bermanuver dan mendatangkan satu bek kelas dunia. Atau, bahkan masih bisa menambah satu gelandang lagi sebagai pendamping Granit Xhaka dan menjaga kedalaman skuat. Apalagi, musim depan, Jack Wilshere akan kembali dari masa peminjaman dan bisa menjadi tambahan amunisi yang berkualitas. Apabila membeli Mbappe, sisa dana sebesar 73 juta euro. Juga masih cukup besar untuk membeli bek yang bagus.

Namun sekali lagi, perhitungan-perhitungan tersebut baru bisa dilakukan apabila Wenger bisa lebih tegas kepada pemain yang tak juga konsisten. Yang ditakutkan adalah, bahkan Wenger mungkin tak akan menghabiskan separuh dari dana transfer yang disediakan. Padahal, Stan Kronke sudah menyediakan sejumlah dana tersebut, bukan?

Melihat rekam jejak tiga tahun ke belakang, Wenger berturut-turut mendatangkan Ozil, Alexis, Shkodran Mustafi dan Xhaka, dengan harga cukup mahal. Seharusnya, musim ini, Gooners tak perlu khawatir dengan gairah Wenger di bursa transfer. Masa dua tahun kontraknya harus dimaksimalkan, sejak hari pertama, dengan membangun skuat sebaik mungkin.

Author: Yamadipati Seno
Koki @arsenalskitchen