

Prakiraan formasi dan isu taktikal
Melihat komposisi skuat Persib dan kebiasaan taktikal Djanur, besar kemungkinan skema andalan beliau dengan 4-2-3-1 akan kembali digunakan. Di pos penjaga gawang, saya tetap menjagokan kiper senior, I Made Wirawan sebagai penjaga gawang utama. Kematangannya masih diperlukan walau kualitas deputinya, Muhammad Natshir, tak berbeda jauh.
Empat bek akan dihuni Henhen di pos bek kanan, Vladimir Vujovic dan Ahmad Jufriyanto di tengah serta bek serbabisa, Tony Sucipto di pos bek kiri. Dua gelandang jangkar kemungkinan besar akan dihuni salah satu gelandang terbaik Indonesia versi saya, Hariono, dan siapa lagi kalau bukan Michael Essien.
Tiga gelandang serang akan dihuni oleh Gian Zola di pos gelandang serang tengah dan diapit oleh Shohei Matsunaga di kiri dan kawannya semasa di tim junior, Febri Haryadi, di pos sayap kanan. Pos penyerang depan adalah mutlak milik Carlton Cole, mengingat Sergio van Dijk masih bermasalah dengan cedera.
Sekilas, ini adalah skuat terbaik Persib. Tiga pemain muda U-23 juga punya kualitas mumpuni. Tapi, itu tidak menyelesaikan masalah. Persib masih punya masalah dengan proses membangun serangan dan kelemahan mencolok menghadapi serangan balik. Dua gol Bali United pekan kemarin adalah contoh nyata bahwa skema bertahan Persib masih sangat rapuh mengantisipasi kecepatan serangan balik lawan.
Itu ditambah dengan fakta bahwa poros ganda Persib akan dihuni pemain senior seperti Hariono dan Essien, yang kalau saya boleh jujur, untuk nama terakhir, tampak belum cukup fit untuk bermain sepanjang musim dengan intensitas tinggi, walaupun hanya untuk ukuran Liga Indonesia.
Terancamnya poros ganda Persib juga berpotensi mendatangkan masalah kalau tidak diantisipasi dengan baik. Akan sangat menyeramkan bagi para Bobotoh menyaksikan pertahanan Persib yang rapuh dengan serangan balik bertemu skuat Madura United yang memiliki Greg Nwokolo dan Bayu Gatra atau skuat muda Bhayangkara FC yang dihuni darah-darah muda penuh talenta. Jangan lupakan juga ancaman Persipura sebagai kutub kekuatan sepak bola timur Indonesia yang kuat serta kematangan skuat Arema FC yang akan menjadi lawan perdana Pangeran Biru di pembukaan Liga 1.
Karena melakukan geliat transfer masif yang mencuri perhatian khalayak luas, pelatih, pemain serta Bobotoh harus mulai membiasakan diri dengan sorotan media dan kritikan yang mungkin datang apabila Persib bermain tidak cukup baik di tiap laganya. Itulah yang biasa kita sebut di hidup sebagai hukum kausalitas sebab-akibat.
Prediksi: Kalau Djajang Nurdjaman mampu menemukan skema yang pas untuk mengakomodasi skuat mewah Persib, kami akan sangat terkejut kalau Persib tidak ada di posisi dua teratas pada akhir musim.
Author: Isidorus Rio Turangga
Tukang masak dan bisa sedikit baca tulis