Kolom

11 Wonderkid Amerika Serikat yang Siap Menggebrak Dunia!

Membahas Amerika Serikat (AS), cukup sulit membayangkan tentang gemerlap sepak bolanya. Meski tercatat sebagai negara adidaya, AS bukan negara tradisional di kancah si kulit bundar, khususnya di sektor sepak bola pria. Bahkan, di era bintang-bintang besar macam Landon Donovan, Tim Howard, hingga Clint Dempsey, prestasi terbaik USMNT, sebutan untuk Timnas AS, adalah babak perempat final di Piala Dunia 2002 Jepang-Korea Selatan.

Namun, di bawah kendali Gregg Berhalter, USMNT berbenah. Talenta-talenta muda Negeri Paman Sam bermekaran, dan Berhalter tak ragu memercayakan masa depan skuatnya di tangan pemain-pemain itu. Bahkan, dari pemanggilan terbaru, Berhalter memanggil 14 pemain berusia di bawah 23 tahun, di mana 10 di antaranya bahkan belum punya satu caps pun di USMNT! Dan rataan umur skuat muda USMNT yang dipanggil pelatih berusia 47 tahun itu ada di angka 21 tahun dan 300 hari, lho!

Mulai dari nama Christian Pulisic, hingga gelandang muda tangguh milik Juventus, berikut 11 wonderkid Amerika Serikat yang siap menggebrak dunia!

BACA JUGA: Bradley Wright-Phillips Mengharumkan Keluarga di AS

BACA JUGA: Rafael Marquez dan Kartel Narkoba Daftar Hitam di AS

Christian Pulisic

Nama Christian Pulisic layak ada di daftar pertama. Setelah Donovan dan Dempsey, nama Pulisic-lah yang digadang-gadang jadi megabintang baru Amerika Serikat. Bahkan, di usia masih 22 tahun, ia sudah dijuluki sebagai Captain America, mengingat betapa krusialnya peran sang winger untuk timnasnya.

Di bawah kendali Berhalter, pria berpaspor AS-Kroasia ini jadi pusat permainan. Ia tak hanya diberi nomor punggung 10, namun juga diberi kebebasan bermain. Suatu waktu ia bermain sebagai playmaker, di lain waktu ia turun sebagai winger hingga second striker. Pulisic adalah masa depan Timnas AS dan Chelsea.

Weston McKennie

Setelah Pulicis, ada nama gelandang serbabisa milik Juventus, Weston McKennie. Didatangkan dengan status pemain pinjaman dari Schalke, siapa kira, di bawah kendali Andrea Pirlo, McKennie justru jadi andalan di lini tengah tim terbaik Italia itu.

Tenaganya yang melimpah dan daya jelajahnya yang tinggi, memungkinkan gelandang-gelandang kreatif Juventus nyaman mengalirkan bola dan mengkreasi peluang. Gaya mainnya yang box to box juga memudahkan tiap pelatih meletakkannya di sisi mana pun di lini tengah. Tak salah menyebut bocah kelahiran Texas berusia 22 tahun ini sebagai mesin lini tengah Timnas AS.

Sergino Dest

Di sektor pertahanan, Timnas AS kini punya sosok bertalenta yang digadang-gadang jadi suksesor Dani Alves di Barcelona. Ia adalah Sergino Dest, bek kanan muda berusia 20 tahun. Musim ini, ia diboyong Ronald Koeman ke Camp Nou setelah mekar bersama Ajax Amsterdam.

Bersama Barcelona, Dest dijanjikan masa depan cerah nan gemilang. Gaya mainnya yang agresif juga membuatnya berpotensi jadi salah satu bek kanan terbaik dunia di masa depan. Memang jalan masih panjang, namun dengan segala atributnya, bek berpaspor AS-Belanda ini bisa mengikuti jejak Alves di level klub dan negara.

Tyler Adams

Namanya sedikit di bawah radar, namun Tyler Adams bukan pemain sembarangan. Masih ingat dengan gol penentu RB Leipzig yang musim lalu menyingkirkan Atletico Madrid di perempat final Liga Champions? Adams-lah yang mencetak gol tersebut dan jadi gol pertamanya di kompetisi elite Benua Biru itu.

Masih berusia 21 tahun, Adams punya versatility yang luar biasa. Ia bisa bermain di pos gelandang, bek kanan, hingga gelandang di sektor sayap. Produk akademi New York Red Bulls ini perlahan namun pasti siap mematenkan namanya di sektor lini tengah Timnas AS bersama Weston McKennie.

Giovanni Reyna

Lahir di Inggris, punya darah Portugal, namun kini namanya masuk ke skuat senior Timnas Amerika Serikat untuk laga internasional di pekan kedua November 2020. Giovanni adalah anak eks pemain Manchester City, Claudio Reyna, yang lahir di Inggris. Meski bisa membela tiga negara, Reyna sudah aktif di timnas usia muda AS sejak level U-15.

Berkat performa impresifnya di Borussia Dortmund, nama Giovanni Reyna masuk dalam pemanggilan Berhalter. Ia digadang-gadang jadi playmaker masa depan Timnas AS dan bermain sedikit di depan duo Tyler Adams dan Weston McKennie di lini tengah.

Timothy Weah

Dari namanya saja, Timothy sudah menunjukkan aura kebintangan. Ya, ia adalah anak dari legenda AC Milan sekaligus Presiden Liberia saat ini, George Weah. Namun tak seperti sang ayah, Timothy memilih membela timnas tanah kelahirannya yakni Amerika Serikat. Timothy sendiri lahir di New York pada saat keluarganya tengah berada di sana.

Meski kariernya sempat stagnan kala dipinjamkan ke Celtic FC dan tak mendapat tempat di Paris Saint-Germain, namun Timothy kini siap memulai lembaran baru. Per musim 2019/2020, ia hijrah ke skuat penuh talenta di Lille. Meski namanya masih kalah bersaing dengan Jonathan Bamba hingga Yusuf Yazici, namun Timothy punya talenta yang tak bisa dipandang sebelah mata. Di Timnas AS, satu slot di lini serang hampir pasti jadi miliknya.

Josh Sargent

Bek sudah, gelandang sudah, winger sudah, kini saatnya posisi striker. Dan untuk posisi ini, Timnas AS punya striker muda berusia 20 tahun milik Werder Bremen, Josh Sargent. Cepat, cerdas, dan tajam, adalah ciri khas permainan sang penyerang muda.

Sargent menawarkan dimensi berbeda di lini serang USMNT yang selama bertahun-tahun mengandalkan sosok senior dalam diri Jozy Altidore. Dengan ditopang Timothy Weah dan Christian Pulisic, serta sosok Giovanni Reyna di lini tengah, Josh Sargent punya lebih dari segalanya untuk mendapat pelayanan maksimal sebagai seorang striker di Timnas AS.

Konrad De la Fuente

Winger muda berpaspor AS-Spanyol ini digadang-gadang akan mengikuti jejak Ansu Fati di Barcelona. Performa briliannya di La Masia membuatnya dilirik untuk segera mentas di tim utama Blaugrana. Masih berusia 19 tahun, bocah kelahiran Miami ini layak dinantikan sebagai calon bintang masa depan AS.

Dan Berhalter pun tak sabar memberinya kesempatan. Nama Konrad dipanggil ke skuat USMNT untuk laga internasional. Meski punya kesempatan membela Timnas Spanyol, Konrad, seperti Giovanni Reyna, sudah membela USMNT sejak di level usia muda. Kini, ia akan naik kelas ke tim senior di usia belum genap 20 tahun!

Yunus Musah

Satu lagi nama unik di skuat USMNT adalah Yunus Musah. Lahir di New York, Yunus pernah tinggal di Italia dan Inggris, namun juga memiliki garis keturunan Ghana dari orangtua. Tak pelak, ia bisa membela 4 negara! Namun, di paspornya, hanya Ghana, Inggris, dan AS saja yang tercatat secara resmi.

Yunus sendiri adalah produk akademi Arsenal, Hale End Academy, dan berada satu angkatan dengan Bukayo Saka, wonderkid Inggris asli dari London. Meski sudah membela Timnas Inggris sejak kelompok umurU-15, kini namanya dipanggil Timnas AS di usia yang baru 17 tahun. Apakah ia akan catatkan caps bersama USMNT dalam waktu dekat?

Chris Richards

Di sektor bek tengah, USMNT tak perlu risau jika performa John Brooks atau Matt Miazga menurun karena kini ada Chris Richards. Bocah berusia 20 tahun ini sudah diberi debut di tim utama Bayern Munich oleh Hansi Flick dan namanya digadang-gadang jadi bek tangguh masa depan USMNT.

Bertinggi badan 188 sentimeter dan punya fisik yang tegap, Richards memang diharapkan meneruskan tradisi bek tangguh AS yang kokoh dan kuat seperti Brooks dan Miazga. Dengan performa yang oke selama 2 penampilan di Bundesliga musim ini, Richards juga bisa jadi solusi Bayern di pos bek tengah jika Jerome Boateng kian menua dan David Alaba hengkang.

Richard Ledezma

Satu nama terakhir yang meramaikan daftar ini adalah pemuda kelahiran Phoenix, Arizona, berusia 20 tahun yakni Richard Ledezma. Namanya ada jauh di bawah radar karena bersaing dengan nama-nama macam McKennie dan Reyna, namun kualitasnya sudah teruji bersama tim muda PSV.

Bocah berpaspor AS-Meksiko ini sudah debut di tim utama PSV dan musim ini sudah tampil 1 kali di Eredivisie dan sukses catatkan 1 asis. Gelandang mungil bertinggi badan 168 sentimeter ini diharapkan makin memperkuat kreativitas lini tengah USMNT yang sudah banyak melimpah bakat-bakat muda nan kreatif dan cemerlang.