Editorial

Liga Indonesia Dengan Format Dua Wilayah, Nostalgia dan Obat Kala Pandemi

Opsi menggelar kembali Liga Indonesia dengan format dua wilayah sempat mengapung ke permukaan beberapa waktu lalu di sosial media. Opsi ini menjadi salah satu dari sekian banyak pilihan yang kini dipertimbangkan PSSI usai melangsungkan Extraordinary Club Meeting beberapa waktu lalu.

Dilansir dari situs resmi PSSI sendiri, 18 klub Liga 1 dan 24 klub Liga 2 sepakat meminta federasi negeri kita tercinta ini untuk kembali melanjutkan sisa kompetisi.

Bahkan dalam pertemuan yang dilangsungkan di salah satu hotel di Yogyakarta tersebut diresmikan semacam piagam berisi tiga butir pernyataan sikap dari ke-36 klub tersebut yang intinya, “Klub sepakat untuk dilanjutkannya kompetisi pada 1 November 2020 dengan semangat: Memajukan Sepak bola Nasional.

Namun nampaknya keputusan tersebut tak akan terlaksana kembali (setelah sebelumnya Liga 1 2020 diisukan kembali per 1 Oktober 2020) lalu karena Polri enggan memberikan izin keramaian untuk pelaksanaan kembali Liga Indonesia.

“Polri kan sudah jelas menyampaikan kalau selama Pilkada-Pandemi tidak akan mengeluarkan izin keramaian,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono kepada detik.com.

Kini PSSI dan PT. LIB berupaya untuk meloloskan rencana mereka menggulirkan kembali gairah sepak bola nasional yang sudah lama tak bergeliat karena diterpa badai virus COVID-19. Salah satunya adalah menyiapkan opsi menggelar kembali Liga Indonesia dengan format dua wilayah.

Plt. Sekjen PSSI, Yunus Nusi, mengaku PSSI berusaha tetap menggelar kompetisi, sekalipun dilakukan pada awal 2021, dengan menyediakan tiga opsi sebagaimana dilansir dari situs resmi PSSI.

Opsi pertama kembali menggulirkan kompetisi pada 1 November 2020 dan selesai pada Maret 2021. Kedua, jika tanggal 1 November tidak diizinkan, PSSI akan membuat skema dan jadwal baru, yakni pada 1 Desember 2020.

“Jika itu belum diizinkan karena alasan izin keramaian terkait Pilkada 2020, PSSI akan mencoba memulai pada 1 Januari 2021. Akan tetapi, kalau harus dimulai pada 1 Januari 2021 kompetisi amat mungkin agar digelar 2 wilayah karena keterbatasan waktu. Sebab pada Mei-Juni 2021 PSSI punya hajatan besar, yakni Piala Dunia U-20,” pungkas Yunus.

Setelah mengalami penundaan sejak dijanjikan kembali bergulir per 1 Oktober 2020 lalu publik nampaknya semakin pesimistis Liga Indonesia bisa kembali dinikmati dalam waktu dekat. Maka bisa jadi opsi terakhir yakni menggelar kembali Liga Indonesia dengan format dua wilayah menjadi opsi yang paling memungkinkan.

Liga 1 2020 sendiri baru berjalan selama tiga pekan, sementara Liga 2 mendapat nasib yang lebih nahas karena harus dihentikan ketika baru memulai matchday pertamanya.

Format dua wilayah sebenarnya sudah digunakan sejak Liga Indonesia edisi pertama 1994/95 hingga Liga Indonesia 2007. Bahkan format dua wilayah kembali dipakai di era profesional (terhitung sejak dibuatnya Indonesia Super League per 2008) pada musim 2014.

Mungkin alasan sederhana yang banyak dilihat orang mengapa format dua wilayah dianggap tepat digunakan dalam iklim sepak bola Indonesia adalah karena alasan geografis. Namun pada Liga Indonesia pertama (1994/95) dan “terakhir” (2007) penggunaan format dua wilayah terjadi karena restrukturisasi pembagian kasta di Liga Indonesia.

BACA JUGA: Statistik Menarik di Pekan Pertama Shopee Liga 1 2020

Previous
Page 1 / 3