Nostalgia Nasional

Bintang Pelita Jaya 2011/12, di Mana Mereka Sekarang?

Masih ingatkah Tribes dengan Pelita Jaya, klub bertabur bintang yang cukup gemar bergonta-ganti nama dan home base? Ya, setelah mampu menjadi tim hebat pada era 90-an, memasuki tahun 2000-an Pelita Jaya menjadi tim musafir dan sering berganti nama sesuai kota yang menjadi home base mereka.

Pada tahun 2000 hingga 2002, Pelita Jaya bernama Pelita Solo karena bermarkas di Kota Bengawan. Kemudian pada 2002 hingga 2006 mereka pindah ke Cilegon dan berganti nama menjadi Pelita Krakatau Steel Cilegon. Mereka juga sempat bermarkas di Purwakarta selama semusim tepatnya musim 2006 hingga 2007 dengan nama Pelita Jaya Purwakarta.

Memasuki tahun 2008 hingga 2009 mereka pindah ke Bandung dengan nama Pelita Jawa Barat sebelum dua tahun pindah ke Karawang dengan nama Pelita Jaya Karawang pada tahun 2010 hingga 2012.

Dua tahun di Karawang, Pelita Jaya kembali mengubah identitas dengan nama Pelita Bandung Raya dari tahun 2012 hingga 2015 lalu di tahun yang sama kembali berganti nama Pelita Persipasi Bandung Raya sebelum keseluruhan saham dilepas kepada Achsanul Qosasi dan membawa Pelita Jaya ke Pulau Garam, Madura, dan mengubah namanya menjadi Madura United.

BACA JUGA: Madura United, Empat Tahun Memaniskan Pulau Garam

BACA JUGA: Settong Dhere: Sepak Bola di Mata Orang Madura

Kini, Madura United mentas di kasta teratas sepak bola Indonesia dengan dihuni oleh pemain-pemain ternama. Menariknya, saat masih bermarkas di Karawang, pada musim 2011/2012 Pelita Jaya juga dihuni oleh banyak pemain bintang dengan ambisi utama untuk menjuarai Liga Indonesia.

Gunawan Tamsir, ketua umum Pelita Jaya kala itu mengungkapkan optimisnya kepada media, “Tim kami sudah lengkap, memang tidak mudah menjadi juara karena tim yang lain juga kuat-kuat. Yang terpenting kami dukung semua elemen sehingga Pelita Jaya bisa berjaya.” terangnya pada viva.co.id pada Desember 2011 lalu.

Sayang, walau Pelita Jaya dihuni banyak pemain bintang plus dilatih mantan pelatih timnas Indonesia U-23 SEA Games 2011, Rahmad Darmawan, performa tim yang pernah bermarkas di Jakarta itu tak begitu konsisten. Mereka hanya mampu mengakhiri musim di peringkat keenam Liga Indonesia.

Lantas, dimanakah para bintang Pelita Jaya sekarang ? Tentu ada beberapa yang sudah gantung sepatu namun tak sedikit yang masih terus bermain. Tanpa menunggu lama, langsung tengok daftar di bawah ini ya Tribes!

BACA JUGA: 10 Klub Galacticos di Sepak Bola Indonesia

BACA JUGA: Galacticos Bhayangkara FC Masih Ompong di Liga 1 2020!

'Kesetiaan' Greg Nwokolo

Penyerang yang kini berusia 34 tahun itu saat ini memperkuat Madura United, yang sebenarnya merupakan phoenix club dari Pelita Jaya. Sempat dipinjamkan ke Chiangrai United, Greg memutuskan hijrah ke Arema Cronus setelah bermain untuk Pelita Jaya di musim 2012/13. Sempat melanglang buana bersama Persebaya Bhayangkara, BEC Tero Sasana dan Persija Jakarta, Greg "kembali" ke Pelita Jaya yang kini bernama Madura United pada 2017.

Foto: Goal.com

Victor Igbonefo yang sukses di luar negeri

Didatangkan dari Persipura Jayapura secara gratis, Victor langsung menjadi pilihan utama di lini belakang Pelita Jaya kala itu. Pemain kelahiran Nigeria yang kini bermain untuk Persib Bandung di Liga 1 2020 sempat mengikuti jejak Greg yang dipinjamkan ke Chiangrai United dan berlabuh di Arema Cronus sejak musim 2012/13. Menariknya Victor lebih banyak menghabiskan waktu di Thailand dan bergabung bersama 4 klub berbeda sebelum kembali ke Maung Bandung di 2020. Sebelumnya Victor sempat membela Persib di 2018.

Foto: Kompas Bola

Egy Melgiansyah bagian sejarah Pelita Jaya

Kapten timnas Indonesia U-23 SEA Games 2011 yang kini menjadi bagian Persita Tangerang sekaligus kapten Pendekar Cisadane tersebut membawa timnya promosi ke Liga 1 Indonesia 2020. Namun meski menjadi andalan Persita dalam beberapa tahun terakhir, Pelita Jaya sendiri adalah klub senior pertama Egi di persepakbolaan nasional dan menariknya musim 2012 merupakan musim pamungkasnya di Pelita Jaya dan bersama kedua nama sebelumnya ia memutuskan hijrah ke Arema Cronus di musim 2012/13.

Foto: Bola.com

Persinggahan lainnya Ruben Sanadi

Lama bermain untuk Persipura Jayapura siapa sangka Ruben Sanadi lebih dulu membela Pelita Jaya sejak musim 2010/11. Merantau ke Persikota Tangerang sejak 2007 dilanjutkan ke PSMS Medan dan Persipasi Bekasi, nama Ruben mulai melambung ketika bermain bersama Pelita Jaya. Setelah berpisah di akhir musim 2012 ia menghabiskan waktu bersama tim kebanggan masyarakat Papua, Persipura, sebelum hijrah ke Persebaya dan kini bermain untuk Bhayangkara FC.

Foto: Bhayangkara FC

Shahar Ginanjar ditempa di Pelita Jaya

Sama seperti Egi Melgiansyah, penjaga gawang berusia 29 tahun ini melakukan debut profesionalnya bersama Pelita Jaya. Bedanya musim 2011/12 adalah musim pertama dan satu-satunya bersama klub yang sempat bermarkas di Karawang tersebut. Melanjutkan karier bersama Persib Bandung, Mitra Kukar, Barito Putra dan PSM Makassar Shahar memutuskan bermain untuk Macan Kemayoran, Persija Jakarta, sejak 2018 dan menjadi bagian juara Liga 1 Indonesia dua musim lalu.

Foto: Kompas.com

Joko Sasongko yang sempat mengkilap

Gelandang serang kidal ini menjadi salah satu dari sekian banyak bintang Pelita Jaya di musim 2011/2012. Melanjutkan karier di Arema Cronus pada 2013, Joko lebih banyak bermain di kasta kedua bersama beberapa tim seperti Perserang Serang dan PSGC Ciamis. Kini pemain 30 tahun itu mencoba tantangan baru dengan bermain untuk klub anyar Liga 2 Indonesia, KS Tiga Naga asal Kampar, Riau.

Foto: Skor.id

Dedi Kusnandar, Lulusan Terbaik Akademi Pelita Jaya

Bersama Egi Melgiansyah pemain 29 tahun yang akrab disapa Dado ini sempat menjadi andalan lini tengah tim Pelita Jaya. Wajar Dedi sudah membela Pelita sejak 2008 dan merupakan produk akademi Pelita Jaya. Melanjutkan karier di Arema Cronus pada musim 2012/13 dan sempat mencicipi Liga Malaysia bersama Sabah FA di 2016, Dado kini kembali ke tanah Pasundan dan membela tim terbaik Jawa Barat, Persib Bandung, sejak 2017 lalu.

Foto: Persib Bandung

Tradisi penyerang Balkan di tangan Aleksandar Bajevski

Pemain Makedonia Utara ini adalah tumpuan lini depan Pelita Jaya kala itu. Dari 19 laga yang dijalani di musim 2011/12 pemain yang kini berusia 40 tahun dan telah memutuskan pensiun dari lapangan hijau tersebut berhasil mencetak 10 gol. Hanya berada di Stadion Singaperbangsa selama semusim ia akhirnya hijrah ke klub Serbia, FK Radnički Niš, yang menjadi klub terakhirnya sebelum pensiun.

Foto: Goal.com

Safee Sali yang dicintai di Kawarang

Menjadi momok menakutkan bagi timnas Indonesia pada piala AFF 2010, pemain yang kini berusia 36 tahun sempat menjadi idola masyarakat Karawang. Greg dan Bajevski, Safee menyempurnakan trio lini depan Pelita Jaya dan membawa Pelita Jaya menjadi salah satu tim paling produktif. Selepas dari Pelita Jaya ia direkrut Johor Darul Ta'zim dan sejak 2019 lalu membela Petaling Jaya (PJ) City FC.

Foto: Vocket FC