Suara Pembaca

Mengenang White Hart Lane dari Ingatan Arsenal

Di babak kedua, kondisi yang nyaman membuat Arsenal menjadi lengah. Hasilnya, Tottenham pun berhasil menyamakan kedudukan. Pertama lewat tendangan jarak jauh Jamie Redknapp di menit ke-62 dan disusul tendangan penalti Robbie Keane di injury time. 

Gol tersebut disambut meriah pendukung Tottenham. Publik White Hart Lane pun bersorak meriah. Termasuk para pemain Spurs sendiri yang merayakannya dengan cukup gila.

“Saya ingat Taricco (salah satu pemain Spurs) meloncat kegirangan hingga mengalami kram merayakan gol penyeimbang tersebut. Saya kemudian menghampirinya dan bertanya, ‘Apa kamu bercanda? Kamu sadar kalau kami hanya butuh satu poin untuk menjadi juara di sini?’ Ia hanya menjawab “Yeah” sembari terus berselebrasi,” kenang Thierry Henry mengenai momen tersebut.

Tingkah para pemain Spurs dalam merayakan gol penyama kedudukan inilah yang “memaksa” para pemain Arsenal untuk melanggar kesepakatan di awal.

BACA JUGA: St. Totteringham’s Day dan Pembuktian Unai Emery

Ketika peluit akhir pertandingan berbunyi, gantian mereka yang berselebrasi. Tidak seperti Spurs yang merayakan hasil seri, Arsenal tentu saja merayakan keberhasilan mereka mengunci gelar juara. 

Henry yang kadung emosi karena ulah Taricco tadi memimpin kawan-kawannya menuju tribun di mana para pendukung Arsenal berada. Meski sempat ditahan oleh Jamie Redknapp (kapten Spurs dalam pertandingan tersebut) dan pihak keamanan, tapi para pemain Arsenal tidak lagi mempedulikan permintaan tersebut.

Mereka berlarian di White Hart Lane layaknya sedang bermain di halaman rumah sendiri. Dengan sebuah piala replika mainan, para pemain Arsenal secara bergantian mengangkatnya ke udara sambil terus bernyanyi “champione”.

Hasil ini pun resmi menambah koleksi gelar juara Arsenal di White Hart Lane menjadi dua kali. Menyamai total gelar liga yang berhasil diraih The Lilywhotes sejak klub tersebut berdiri.