Cerita

Satu Musim Dua Wajah Arema FC

Roda kehidupan Arema FC beranjak ke atas. Dari memulai kompetisi dengan langkah pincang, kini Singo Edan berdiri gagah menantang. Dua wajah Arema FC menjadi salah satu fenomena menarik di Go-Jek Liga 1 2018.

Sama seperti klub-klub besar lainnya, Arema FC masuk sebagai salah satu tim kandidat juara musim ini. Meskipun baru saja kehilangan sejumlah pemain senior seperti Cristian Gonzales, Ahmad Bustomi, Arif Suyono, dan belum pulihnya Kurnia Meiga, materi pemain klub asal Malang ini masih dinilai cukup baik untuk bersaing di papan atas.

Namun prediksi memang hanya sekadar coret-coretan di atas kertas. Di atas hijaunya rumput lapangan, Arema FC memulai musim sebagai tim papan bawah. Tiga kekalahan dan dua hasil imbang menjadi pencapaian armada Joko “Gethuk” Susilo di lima laga pertama, membuat Sang Singa terkurung di zona merah, bahkan dasar klasemen.

Posisi papan bawah bahkan terus ditempati Arema FC hingga pekan 12. Dedik Setiawan dan kolega tak pernah beranjak lebih tinggi dari peringkat 17, dengan pertahanan yang sangat rapuh. Gawang bobol 18 kali, yang separuh di antaranya tercipta akibat umpan silang.

Evaluasi pun langsung dilakukan. Joko Susilo dilengserkan dari kursi pelatih kepala, digantikan Milan Petrovic yang sebelumnya menjabat asisten pelatih. Buahnya pun langsung dipetik, dengan tiga kemenangan beruntun pada pekan 12-14 melawan PSIS Semarang, Perseru Serui, dan Persela Lamongan.

Pencapaian tersebut juga dibarengi clean sheet beruntun yang diraih kiper Arema FC di putaran pertama, Joko Ribowo, sebanyak empat kali. Catatan yang menyamai raihan Kurnia Meiga di awal musim Go-Jek Traveloka Liga 1 2017.

Baca juga: Joko Ribowo Samai Rekor Clean Sheet Kurnia Meiga Musim Lalu

Tiga kemenangan beruntun itu kemudian dilanjutkan dengan dua hasil imbang dan satu kemenangan. Dengan kata lain, sejak menang 1-0 lawan PSIS di pekan 12, Arema FC tak sekalipun tersentuh kekalahan hingga pekan terakhir di putaran pertama.

Harta karun dari kapal karam Sriwijaya FC

Milan Petrovic memang layak diberi kredit tersendiri, karena telah membuat perbaikan yang berarti di skema permaianan Arema FC. Lini depan yang di awal musim tumpul, mulai menemukan taringnya lagi dengan duet Dedik Setiawan dan Rivaldi Bawuo.

Kemudian di lini belakang, bongkar-pasang yang dilakukan Milan Petrovic juga berbuah manis, Mulai dari penggunaan tiga bek hingga menggeser Bagas Adi Nugroho ke bek kiri dan memajukan posisi Alfarizie ke sayap kiri, semuanya sukses. Akan tetapi, ada satu faktor lagi yang turut berpengaruh dalam membaiknya performa Arema FC.

Harta karun dari badai finansial yang menerpa kapal perang Sriwijaya FC. Tiga pemain kunci Laskar Wong Kito didaratkan, yaitu Hamka Hamzah, Alfin Tuasalamony, dan Makan Konate. Hanya dalam tempo kurang dari dua pekan, ketiganya sudah memberikan kontribusi masif di Arema FC.

Alfin menandai debutnya dengan satu asis dari tendangan bebas saat melawan PS Tira, Hamka menjadi tandem sepadan bagi Arthur Cunha di lini belakang, dan kembali menjadi tembok kokoh di jantung pertahanan seperti di Torabika Soccer Championship (TSC) A 2016. Kemudian Konate membuat lini tengah Arema FC jauh lebih berwarna.

Konate diboyong untuk mengisi slot gelandang asing yang sebelumnya ditempati Balsa Bozovic. Balsa di awal musim sempat tampil menjanjikan dengan eksekusi tendangan bebasnya, tapi di skema permainan terbuka ia terlalu lamban. Konate kemudian datang dengan kemampuan yang lebih lengkap.

Baca juga: Sepakan Bebas Balsa Bozovic, Oase di Tengah Performa Buruk Arema FC

Mobilitas sangat tinggi, stamina tahan lama, visi bermain bagus, dan eksekusi bola mati yang mematikan. Penampilan terbaiknya di Arema FC baru saja dipertunjukkan semalam (5/8), ketika mencetak gol penyama kedudukan nan dramatis ke gawang Persija.

Saat ini Arema FC memang masih tertahan di peringkat 13, dan sejak pekan kedua belum sekalipun menjejakkan kaki lebih tinggi dari posisi 10. Akan tetapi, dengan wajah Sang Singa yang sudah berubah, dari yang dulu merana dan sekarang mulai perkasa, tampaknya tak lama lagi akan membuat Aremania kembali ceria.