Piala Dunia 2018

Mengenal Kolinda Grabar-Kitarovic, Presiden Kroasia yang Setia Temani Negaranya di Piala Dunia 2018

Perjalanan timnas Kroasia di Piala Dunia 2018 adalah sesuatu yang begitu menarik untuk diikuti. Kualitas pemain Kroasia memang di atas rata-rata, namun, tak ada yang menyangka bahwa Luka Modric dan kolega mampu lolos hingga ke partai final.

Kisah tim yang awalnya tak diunggulkan ini memang menarik, namun, ada satu pendukung setia Vatreni yang juga turut mencuri perhatian. Ia adalah Kolinda Grabar-Kitarovic, yang tak lain tak bukan adalah Presiden Kroasia.

Grabar-Kitarovic telah menjabat sebagai Presiden Kroasia sejak tahun 2015 lalu. Tak hanya itu, ia juga merupakan presiden perempuan pertama Kroasia yang terpilih melalui Pemilu, dan tercatat sebagai presiden termuda Kroasia. Rekam jejak Grabar-Kitarovic memang memukau. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Kroasia di tahun 2005 hingga 2008, dan Asisten Sekretaris Jenderal Diplomasi Publik NATO di tahun 2011 sampai 2014.

Prestasinya ketika menjabat sebagai presiden pun tak kalah apik. Ia mampu mengatasi masalah imigran di Kroasia. Partai tempatnya bernaung sebelum menjabat sebagai presiden, Partai Kesatuan Demokrasi Kroasia (HDZ), terkenal sebagai partai konservatif yang korup. Namun, Grabar-Kitarovic berhasil mengubah citra partai tersebut berkat kebijakannya.

Meskipun begitu, Grabar-Kitarovic bukanlah sosok pemimpin yang populer di dunia, seperti misalnya Recep Tayyip Erdogan dari Turki, Emmanuel Macron dari Prancis, lebih lagi Donald Trump dari Amerika Serikat. Namun, perempuan berusia 50 tahun ini kini mulai dikenal namanya di dunia berkat kehadirannya di Piala Dunia 2018.

Dilansir dari Guardian, Grabar-Kitarovic hanya absen satu kali ketika Kroasia bertanding di Rusia lalu, yaitu di laga semifinal melawan Inggris karena harus menghadiri NATO summit. Selain itu, ia selalu hadir ketika negaranya tengah bertanding, mulai dari fase grup, hingga di final lalu. Yang lebih hebatnya lagi, Grabar-Kitarovic juga kerap kali duduk di tribun biasa alih-alih VIP, dan terbang ke Rusia menggunakan pesawat ekonomi dengan uang dari kantongnya sendiri!

Karisma Grabar-Kitarovic tentu memancar sampai puncak ketika ia menghadiri laga final lalu kala negaranya takluk dari Prancis dengan skor 4-2. Saat itu, ia memang duduk di tribun VIP, namun, berbeda dengan Macron dan Vladimir Putin yang turut hadir di Stadion Luzhniki, Grabar-Kitarovic menggunakan seragam Vatreni dan tidak malu untuk melompat kala negaranya mampu mencetak gol.

Ketika seremoni penyerahan piala berlangsung, Grabar-Kitarovic juga tak memedulikan hujan deras yang turun. Ia menghibur dan memeluk semua anggota tim Vatreni, mulai dari sang kapten Modric hingga Zlatko Dalic, sang pelatih. Ia juga menyempatkan diri untuk masuk ke ruang ganti untuk berbicara dengan penggawa Kroasia.

Atas aksinya ini, Grabar-Kitarovic mendapatkan atensi lebih ketimbang pemain-pemain Kroasia ketika final kemarin. Menurut Mediatoolkit, perusahaan analitik di Kroasia, sang presiden mendapatkan fokus 25% lebih ketimbang Modric, Mario Mandzukic, Ivan Perisic, dan anggota tim Kroasia lainnya. Tak hanya itu, 80% pemberitaan mengenai dirinya berbunyi positif.

Bagi pemain sekaligus supporter Kroasia yang hadir di Rusia, keberadaan Grabar-Kitarovic tentu menunjukkan bahwa pemerintahan negara tersebut peduli dengan nasib tim yang tengah bertanding. Rasa kepemilikan yang ditunjukkan Grabar-Kitarovic tentu menyegarkan bagi kita di Indonesia, yang bahkan saat ini pemimpin federasi sepak bola kita entah berada di mana.