Piala Dunia 2018

Dari Kazan Arena, Timnas Jerman Langsung Pergi ke Bandara untuk Pulang

Piala Dunia 2018 sejauh ini berlangsung dengan luar biasa. Berbagai kejutan tercipta, mulai dari hancurnya Argentina oleh Kroasia, Jepang yang berhasil memuncaki grup sulit, dan Mesir yang gagal meraih poin. Namun, kejutan terbesar tentu menimpa timnas Jerman.

Datang ke Rusia dengan status sebagai juara bertahan, Die Mannschaft karam di fase grup. Tak tanggung-tanggung, Mesut Özil dan kolega harus finis sebagai juru kunci Grup F Piala Dunia 2018. Kehancuran Jerman mencapai puncaknya kala takluk dari Korea Selatan di partai pamungkas. Butuh kemenangan untuk bisa lolos ke babak selanjutnya, Jerman justru menanggung malu setelah dua gol dari Kim Young-gwon dan Son Heung-min di injury time memastikan sang juara bertahan terdampar di posisi dasar klasemen.

Hal yang menarik terjadi pasca-laga usai. Alih-alih kembali dulu ke hotel tim, timnas Jerman langsung menuju bandara dan pulang ke negaranya selepas dari Stadion Kazan Arena.

Jerman memang terkenal sebagai negara yang efektif dan efisien menyoal waktu. Nampaknya, mereka juga tak ingin membuang-buang waktu untuk menangisi kegagalan mereka di hotel tim, dan langsung pulang untuk segera membenahi skuat agar bisa kembali menjadi yang terbaik di turnamen-turnamen yang akan datang.

Timnas Jerman memang tampaknya sadar bahwa performa mereka di Rusia saat ini jauh di bawah standar. Sang pelatih kepala, Joachim Löw, mengakui bahwa tim asuhannya memang layak untuk pulang lebih awal.

“Ini adalah sesuatu yang bersejarah bagi kami. Hal ini akan membuat reaksi besar di Jerman,” ujar Löw dikutip dari BBC.

“Kami tahu bahwa Swedia memimpin jadi kami harus memberikan tekanan lebih kepada lawan. Namun, kami kehilangan gaya permainan dan kelas yang kami miliki. Jadi, ya, kami layak untuk tersingkir. Kami tidak layak untuk lolos, terlebih kembali menjadi juara. Kami tersingkir bukan karena kami tidak menginginkan kemenangan, namun karena kami tak mampu memanfaatkan kesempatan yang datang untuk mencetak gol. Ketika kami harus mencoba bertahan, kami justru tertinggal.”

Satu hal lagi, apakah kalian sadar kalau bus yang membawa timnas Jerman pulang itu adalah bus produksi Hyundai, produsen otomotif dari Korea Selatan?