Eropa Spanyol

Mengagumi Ernesto Valverde: Dari 4-4-2 hingga Ivan Rakitic

Tak mudah menjadi seorang Ernesto Valverde. Ia menggantikan Luis Enrique sebagai pelatih Barcelona di waktu yang tidak ideal. Valverde tak bisa menikmati melatih Neymar, banyak pemain yang tak berkontribusi nyata, hingga pilar utama yang semakin menua. Namun, dihimpit banyak kesulitan, Valverde tak bergeming. Ia punya solusi untuk Barcelona yang “diragukan”.

Kerja berat Valverde sudah dimulai bahkan sejak sebelum ia membubuhkan tanda tangan di atas kontrak kerja resmi bersama Barcelona. Banyak masalah mendera Barcelona. Mulai dari presiden yang dimusuhi banyak pihak, kegagalan mempertahankan Neymar, banyaknya pemain yang harus dilepas, dan mencari solusi ketika pemain-pemain utama mulai dimakan usia.

Ousmane Dembele, pemain muda yang didatangkan dari Borussia Dortmund, justru cedera panjang dan baru bisa merumput lagi di bulan Januari. Cederanya Dembele membuat Valverde harus membuat penyesuaian di atas lapangan. Salah satunya adalah menggunakan pendekatan 4-4-2. Keputusan yang berani.

Valverde seperti berusaha menanggalkan semua narasi bahwa Barcelona harus bermain cantik. Ungkapan “tak sekadar menang” justru dirasa mengganggu oleh pelatih asal Spanyol tersebut. Alih-alih mempertahankan “cita rasa Guardiola”, Valverde membangun Barcelona sesuai analisisnya, yaitu seimbang dan disiplin.

Dua kata tersebut, seimbang dan disiplin, menjadi dasar kerja Valverde. Barcelona memang menjadi tak secantik dahulu. Namun, El Barca justru semakin berbahaya karena mereka punya dasar untuk tidak kalah. Terlihat makin efektif, Valverde justru dianggap sudah mewakili wujud ajaran Johan Cruyff itu sendiri.

Bentuk dasar 4-4-2

Setelah Samuel Umtiti cedera, Valverde tak punya pilihan lain selain memainkan Thomas Vermaelen, untuk menjadi rekan duet Gerard Pique. Di bawah asuhan Valverde, Vermaelen seperti menemukan angin keduanya. Banyak absen karena cedera dan penurunan performa, bek asal Belgia tersebut menjadi rekan duet yang seimbang dengan Pique.

Untuk pos bek kanan, Valverde sering melakukan rotasi antara Sergi Roberto dengan Nelson Semedo. Perhatikan ilustrasi di bawah ini:

Dengan komposisi di atas, yang ingin dicapai Valverde adalah keseimbangan, dengan kedisiplinan menjadi pendampingnya. Salah satu wujud keseimbangan yang dicari Valverde adalah dengan tidak mengubah susunan pemain, supaya Barcelona tetap dominan ketika menghadapi skema bola mati lawan. Dengan begitu, Barcelona mengurai variasi serangan lawan. Variasi yang berkurang, artinya makin sedikit ancaman yang diderita Barcelona.

Dengan seimbang dan disiplin, Valverde membantu Barcelona untuk tidak memperlihatkan satu pun kelemahan mereka di hadapan lawan. Logikanya sederhana: kemungkinan kalah akan semakin rendah, apabila lawan tak bisa mengeksploitasi kelemahan kita.

Oleh sebab itu, Valverde cenderung reaktif sepanjang pertandingan. Ia merespons perubahan-perubahan yang terjadi dengan tepat.

Misalnya di pertandingan El Clasico yang lalu. Beberapa kali, lini depan Barcelona menekan secara agresif untuk mencegah Real Madrid membangun serangan dengan nyaman. Di pertandingan yang lain, misalnya melawan Valencia, Barcelona bisa lebih agresif lagi dengan menekan menggunakan garis pertahanan tinggi. Di lain pertandingan, Barcelona bisa lebih bersabar menunggu lawan masuk ke wilayahnya.

Penyesuaian

Sebagai bentuk penyesuaian, dua bek sayap Barcelona, akan naik untuk menyediakan width (pemain yang berada di sisi lapangan dekat garis tepi). Di sisi kiri, Jordi Alba hampir selalu bermain ketika bugar. Sementara di sisi kanan, rotasi antara Sergi Roberto dan Nelson Semedo banyak dilakukan.

Dengan naik cukup tinggi, Alba membuat Andres Iniesta bisa bergerak ke dalam. Pun, lewat cara ini, Valverde membantu Iniesta, yang sudah berusia 33 tahun, tetap bisa bermain selama mungkin selama pertandingan. Pergerakan dua bek sayap yang agresif juga mengizinkan Paulinho dan Lionel Messi untuk masuk lebih ke tengah.

Pergerakan dua bek sayap ini cukup penting. Kombinasinya dengan salah satu gelandang terluar (Iniesta atau Paulinho), ditambah salah satu dari penyerang (Suarez atau Messi), membuat Barcelona selalu menang jumlah pemain (overload) di ruang tertentu ketika melakukan serangan. Dengan begitu, progres masuk ke kotak penalti menjadi lebih mudah.

Perhatikan daerah yang diarsir di atas. Di dua sisi lapangan, hampir selalu, Barcelona akan menang jumlah pemain. Situasi tersebut memudahkan pemain untuk bermain kombinasi umpan pendek.

Keberadaan Messi yang bermain lebih ke tengah juga menguntungkan. Pesona dan kebesaran namanya saja, biasanya, sudah bisa memancing satu atau dua pemain lawan untuk menjaganya dengan ketat. Oleh sebab itu, rekan-rekan Messi bisa berprogres masuk ke kotak penalti dengan lebih nyaman.

Satu hal penting yang juga perlu mendapatkan apresisasi adalah keteguhan Valverde untuk memboyong Paulinho. Mendapatkan banyak cacian karena dianggap hanya mendatangkan “pemain semenjana”, Valvede membuktikan bahwa Paulinho memang sangat dibutuhkan skema ini. Gelandang asal Brasil tersebut justru menjadi salah satu penampil terbaik.

Paulinho sangat pandai membaca waktu yang tepat untuk masuk ke kotak penalti. Late run yang biasa ia lakukan menjadi salah satu sumber gol Barcelona. Kekuatan fisik adalah salah satu yang menghilang dari lini depan Barcelona sejak lama dan Paulinho menghadirkannya kembali.

Kekuatan Paulinho juga sangat berguna di lini tengah. Ia bukan tipe gelandang yang nyaman menguasai bola terlalu lama. Namun, yang lebih penting adalah ia tak mudah kehilangan penguasaan, sekaligus perebut bola di wilayah lawan yang cukup jitu. Keberadaan pemain yang sebelumnya diremehkan ini justru menjadi kunci.

Ketika bertahan, ada dua cara yang digunakan Valverde. Pertama, ketika menghadapi lawan yang nyaman membantun serangan dari bawah, Valverde banyak menggunakan Suarez untuk menekan bek lawan yang menguasai bola dan mengarahkannya ke ruang tertentu yang sudah disepakati. Tujuannya adalah mengurangi ruang bermain lawan sehingga progresi menyerang menjadi tidak berbahaya.

Ada dua prosesnya; (1) Suarez menekan lawan dari sisi berlawanan bola. Tujuannya mengarahkan lawan ke sisi kiri, (2) pemain lawan yang menguasai bola masuk ke ruang yang lebih sempit sehingga opsi progres ke depan menjadi terbatas (tak bisa mengakses pemain di seberang lapangan (bek kanan)).

Cara bertahan yang kedua adalah Barcelona turun cukup dalam membentuk two banks of four atau dua baris lini berisi empat pemain yang berdiri sejajar secara horizontal dan vertikal. Penjelasan soal two banks of four bisa Anda baca lewat artikel Burnley di sini. Dengan cara ini, lawan akan sulit melakukan penetrasi dari arah tengah.

Ivan Rakitic

“Ivan Rakitic” adalah istilah yang saya gunakan untuk mengagumi kerja Valverde mengembalikan performa beberapa pemain yang sebelumnya bermain sangat buruk. Salah satunya adalah Ivan Rakitic.

Gelandang asal Kroasia ini tidak bermain konsisten sepanjang paruh awal musim 2017/2018. Keberadaanya seperti menjadi beban bagi tim. Valverde mengakalinya dengan menginstruksikan Rakitic untuk turun lebih dalam, sementara itu Busquets agak dekat dengan lingkaran tengah. Cara sederhana ini terbukti sukses

Mengapa sukses? Karena sebelumnya, Rakitic mendapat tanggung jawab untuk mengkreasikan peluang, membantu Iniesta. Tanggung jawab ini justru menjadi beban dan menghambat Barcelona. Rakitic seperti dilepaskan dari beban berat ketika ia bermain lebih dalam. Ruang yang lebih lega membuat Rakitic lebih leluasa mengalirkan bola yang ia dapat dari salah satu bek tengah.

Penampilan Rakitic di El Clasico, mungkin, adalah penampilan terbaiknya sejauh ini. Ia begitu tenang, bahkan ketika ditekan lawan di dalam kotak penalti sendiri. Rakitic juga bisa menemukan waktu yang tepat untuk ikut menyerang. Hasilnya satu pre-asis yang ia berikan untuk Sergi Roberto ketika serangan balik di proses gol pertama.

Mengembalikan performa pemain yang sebelumnya bermain buruk adalah wujud kerja Valverde. Para pemain yang sebelumnya buruk ini seperti Barcelona, yang diremehkan dan diragukan sedemikian rupa. Valverde tak hanya membenahi cara bermain Barcelona sebelumnya yang mudah ditebak. Ia juga menanamkan pola pikir disiplin yang begitu penting.

Atas kerja Valverde, kekaguman kepadanya adalah hal yang biasa.

Author: Yamadipati Seno (@arsenalskitchen)
Koki Arsenal’s Kitchen