Eropa Inggris

Akankah Burnley Menjadi Kejutan di Liga Primer Inggris Musim Ini?

Andai tim-tim di bawahnya tidak meraih hasil yang buruk, Burnley bisa saja tergelincir dari Liga Primer Inggris musim lalu. Maklum, dari lima laga terakhir Liga Primer Inggris musim 2016/2017, Burnley kalah tiga kali, dan hanya berhasil memenangkan satu pertandingan di antaranya. Tetapi ada yang berbeda dengan skuat asuhan Sean Dyche di musim kompetisi kali ini.

Hingga di pekan ketujuh Liga Primer Inggris musim 2017/2018, Burnley berhasil melesat ke posisi enam klasemen. Unggul dari Liverpool yang berada di peringkat ketujuh, dan hanya berjarak satu poin saja dari Chelsea dan Arsenal yang berada di peringkat empat dan lima.

Liga Primer Inggris menjanjikan persaingan baru dalam setiap musim kompetisinya. Tidak melulu kekuatan tradisional seperti Arsenal, Chelsea, Tottenham, Liverpool, dan duo Manchester saja yang akan saling sikut. Terkadang, ada tim-tim lain yang tampil mengejutkan. Leicester City memberikan pengalaman tersebut dua tahun lalu.

Mungkin akan sulit apabila mencapai level yang diraih oleh Leicester. Tetapi Burnley setidaknya memiliki banyak potensi untuk tampil mengejutkan di Liga Primer Inggris musim kompetisi kali ini.

Transfer jitu dan para pemain berpengalaman

Dari semua hal yang membuat Burnley memiliki potensi untuk tampil mengejutkan di Liga Primer Inggris musim ini, ada satu hal yang paling mencolok, yaitu soal kebijakan transfer pemain yang dilakukan oleh klub. Klub berjuluk The Clarets ini memang ditinggal pemain terbaik mereka musim lalu, Michael Keane. Akan tetapi, Burnley mengantisipasinya dengan aktivitas positif di bursa transfer.

Burnley mendatangkan Charlie Taylor dari Leeds United untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh Michael Keane. Taylor sejatinya berposisi sebagai bek kiri, akan tetapi ia bisa saja ditempatkan sebagai bek tengah yang bermain di bagian lapangan sebelah kiri dalam skema tiga bek tengah. Terlebih lagi, hengkangnya Keane membuat Burnley bisa mengorbitkan bek muda lain, James Tarkowski.

Sean Dyche juga melepas beberapa pemain yang masuk kategori “bibit buruk”. Atau dengan kata lain, para pemain yang tidak tampil begitu maksimal di musim lalu. Hebatnya, para pemain yang pergi tersebut digantikan oleh para pemain yang lebih baik. Terutama dari segi pengalaman.

Joey Barton yang lebih banyak berulah ketimbang bermain, kemudian dilepas Burnley. Sebagai gantinya mereka mendatangkan Jack Cork dari Swansea City. Cork sebenarnya merupakan gelandang Inggris yang memilki kualitas tersendiri. Akan tetapi, ia jarang tersorot karena tidak bermain di tim besar. Cork yang merupakan alumnus akademi Chelsea ini memiliki pengalaman bermain di Liga Primer Inggris selama hampir satu dekade. Keberadaan Cork memudahkan pekerjaan Steven Defour dalam merancang permainan tim.

Burnley sebenarnya termasuk tim yang memiliki jumlah penyerang yang cukup banyak. Sayangnya, para penyerang tersebut tidak tampil begitu bagus musim lalu. Jumlah gol Burnley musim lalu bahkan kalah dari Watford yang peringkatnya berada di bawah mereka. Andre Gray dan George Boyd dilepas, sebagai gantinya mereka mendapatkan Chris Wood dan Jonathan Walters. Kedua pemain ini sudah paham betul karakter sepak bola Inggris, utamanya Walters.

Di posisi kiper, Dyche mendapatkan transfer yang sangat menguntungkan. Paul Robinson pensiun, tetapi kemudian mereka mendapatkan Anders Lindegaard. Kiper asal Denmark tersebut tentu menjadi pelapis yang sangat sepadan untuk kiper utama, Tom Heaton. Kini di bawah gawang Burnley selalu berdiri para kiper yang memiliki jam terbang tinggi.

Para pemain berpengalaman ini akan membantu Burnley setidaknya untuk bisa merepotkan kekuatan dominan di Liga Primer Inggris. Dengan para pemain berpengalaman ini, Burnley punya potensi untuk merepotkan. Yang mesti dilakukan skuat asuhan Sean Dyche selanjutnya adalah tampil konsisten hingga akhir musim. Karena dalam sebuah kompetisi biasanya ada tim yang melaju kencang di awal-awal lalu melempem jelang kompetisi berakhir.

Burnley sudah menjungkalkan juara bertahan Chelsea di pekan pertama, pada laga tandang perdana mereka. Kejutan apalagi yang menanti dari The Clarets?

Author: Aun Rahman (@aunrrahman)
Penikmat sepak bola dalam negeri yang (masih) percaya Indonesia mampu tampil di Piala Dunia