Sebuah harapan
Memang, ketika menggunakan Walcott, Arsenal harus lebih repot dengan sedikit mengubah cara bermain. Susah payah tersebut tidak akan begitu dirasakan ketika Lacazette dan Giroud yang bermain di depan. Namun sekali lagi, untuk kompetisi yang panjang, tenaga Walcott akan dibutuhkan. Terutama, Walcott yang siap dan berada dalam performa terbaik.
Memastikan Walcott bisa bermain dalam performa terbaik di posisi ideal memberi beberapa harapan untuk masa depan. Yang terutama tentu melihat kembali Walcott yang tajam dan penuh energi. Bukan pesakitan seperti saat ini yang akan banyak duduk di bangku cadangan. Mumpung usianya masih 28 tahun, memaksimalkan Walcott tentu sebuah kerja yang ideal.
Baca juga: Apakah Theo Walcott Masih Dibutuhkan oleh Arsenal?
Harapan kedua adalah ketika Walcott bermain sebagai penyerang, Gooners bisa lebih banyak melihat Reiss Nelson bermain di belakang penyerang. Gelandang kreatif berusia 17 tahun ini punya bakat besar dan tentu menyenangkan melihatnya bermain di lini serang selain sebagai bek sayap kanan.
Memaksimalkan Walcott dalam skema 3-4-2-1 memang kerja yang tidak mudah. Namun itulah salah satu dinamika kehidupan seorang pemain dan pelatih. Kerja keras dan melelahkan yang dilakukan dengan kesadaran tentu akan terasa manis pada akhirnya. Memaksimalkan sumber daya manusia yang ada bisa menjadi solusi menatap musim yang panjang.
Author: Yamadipati Seno (@arsenalskitchen)
Koki Arsenal’s Kitchen