Si pohon salak
Meski kegagalan menjadi yang terbaik di sebuah ajang seringkali menghampirinya, secara individu Ballack tetaplah seorang pemain hebat, legenda, dan seorang panutan. Ia terpilih sebagai kapten timnas Jerman pada 2004 hingga 2008, dan di Chelsea merupakan kapten ketiga setelah John Terry dan Frank Lampard.
Layaknya pohon salak yang rumpunnya seringkali ditanam sebagai pagar tanaman dan duri-durinya dipasang untuk melindungi pohon tersebut dari pencuri, Ballack juga merupakan pelindung bagi para bek dari serbuan para penyerang lawan. Dengan badan tinggi besarnya, ia selalu menjadi perisai pertama di area pertahanan. dan visi bermainnya sangat mendukung untuk menjalankan peran sebagai penghubung antarlini.
Di usia kepala empat, Ballack kini aktif menghiasi layar kaca sebagai komentator pertandingan di ESPN. Ia pernah memandu jalannya laga di Piala Eropa 2012, Piala Dunia 2014, dan Piala Eropa 2016. Bagaimana dengan Piala Dunia 2018? Belum ada kabar resmi mengenai kehadiran Ballack di turnamen sepak bola terbesar di dunia itu, tapi tentunya akan sangat menyenangkan melihat sang pemilik tendangan galak kembali hadir di depan mata kita dengan gaya khasnya yang meledak-ledak.
Selama ulang tahun, Michael (baca: Mikael) Ballack!
Author: Aditya Jaya Iswara (@joyoisworo)
Milanisti paruh waktu yang berharap Andriy Shevchenko kembali muda dan membawa AC Milan juara Liga Champions Eropa lagi.