Eropa Inggris

Menghitung Untung Rugi Dipangkasnya Bursa Transfer Inggris

Thomas Lemar

Demi stabilitas dan integritas klub

“Menjadi sebuah masalah besar saat Liga Primer sudah digulirkan dua hingga tiga pertandingan, tetapi klub masih tak punya kejelasan terkait status pemain mereka,” ujar chairman Premier League, Richard Scudamore kepada Sky Sports. Ya, ketidakjelasan yang dialami klub jadi sebuah hal ironis sepanjang bursa transfer musim panas ini, atau setidaknya sejak liga bergulir.

Klub ada di dua posisi berbeda dalam kurun waktu yang bergulir dengan cepat, antara kuat dan lemah, dalam menentukan status pemain. Arsenal misalnya. Manajer Arsene Wenger terus bersikeras menyatakan Alexis Sanchez bakal bertahan di Emirates Stadium, tapi pernyataannya tersebut nyaris bertolak belakang pada tenggat bursa transfer, akhir Agustus lalu.

Penawaran dari Manchester City plus keinginan kuat Sanchez untuk pindah membuat The Gunners akhirnya menyiapkan opsi cadangan, yakni Thomas Lemar dari Monaco. Pada akhirnya, tak ada transfer yang terjadi.

Bergeser ke utara, Liverpool menghadapi pro dan kontra saat menegaskan tak akan menjual Coutinho ke Barcelona kendati sang pemain sudah ngebet untuk mengepak koper sampai harus diisukan cedera. The Reds tetap pada posisinya hingga akhir meski dikecam sebagai klub yang memenjarakan pemainnya. Namun, absennya Coutinho sempat sangat terasa, ketika Liverpool ditahan imbang Watford dan cuma menang tipis atas Crystal Palace di dua laga awal.

Andai bursa transfer ditutup sebelum musim bergulir, baik manajer maupun pemain diprediksi bakal fokus hanya pada urusan di atas lapangan, bukan lagi bisnis perpindahan klub. Hal ini diharapkan bisa berujung pada konsentrasi penuh dalam menjalani liga. Imbasnya, Liga Primer tetap bisa menjaga integritas tanpa diganggu intrik-intrik bursa transfer yang berlangsung saat kompetisi sudah bergulir. Terpenting, manajer bisa menentukan starting eleven tanpa perlu mencari opsi cadangan andai pemain andalannya tiba-tiba memutuskan untuk pindah.

“Dalam pandangan saya, tak bagus bagi pesepak bola bermain untuk klub satu saat liga bergulir sementara ketika bursa transfer ditutup, sudah jadi milik tim lain. Bagi kompetisi, ini jelas bukan sesuatu yang baik” dukung Presiden Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA), Aleksandar Ceferin, seperti dikutip dari Times. Dilanjutkannya, akhir Juli bisa jadi waktu yang terbaik untuk batas perekrutan pemain.