
Renato Sanches
Melompat ke Bavaria, ada satu anak muda yang rasa cemasnya sudah bertahan sejak musim lalu. Ia punya bakat yang begitu besar, salah satu pemain muda yang mengilap di Piala Eropa 2016. Ia bergabung bersama Bayern München dan diprediksi akan menjadi salah satu gelandang tengah terbaik di dunia.
Namun sayang, Renato Sanches tak bisa jatuh cinta dengan Bundesliga. Ia nampak begitu kesulitan untuk beradaptasi, meski sudah berlatih tiap hari. Situasi semakin memburuk ketika Carlo Ancelotti memboyong dua gelandang baru. Sebastian Rudy, didatangkan dengan gratis, sedangkan Corentin Tolisso, didatangkan dengan mahar yang tinggi.
Meski Xabi Alonso sudah tak lagi bersama skuat Bayern, satu tempat di lini tengah masih tetap sengit untuk diperebutkan. Arturo Vidal dan Thiago Alcantara jelas yang akan menjadi pilihan utama. Tolisso? Gelandang muda asal Prancis tersebut punya semua yang diperlukan untuk bertarung memperebutkan jatah bermain.
Situasi bisa semakin memburuk bagi Renato apabila Bayern membeli bek kanan baru dan menggeser Joshua Kimmich ke lapangan tengah, ke posisi aslinya. Lini tengah menjadi begitu padat dan Renato akan semakin lama menyandang status “yang kesekian”. Menjadi “yang kedua” saja sudah buruk, apalagi “yang kesekian”. Itu adalah termin halus untuk menegaskan bahwa: kamu pergi saja!
Hengkang? Tentu saja. Sebaiknya memang Renato sudah memikirkan usaha untuk menyelamatkan kariernya. Ia masih muda dan jujur saja, dengan kualitas dirinya, Renato bisa mejadi pilihan utama di banyak klub teras Eropa. Bermain rutin setiap minggunya, adalah obat yang mujarab untuk mengobati kecemasannya yang begitu terasa.
***
Salah satu hal pasti dari sepak bola adalah persaingan. Hukum alam, yang kuat dan bisa bertahan, akan selalu diutamakan. Meski memang sedih betul membayangkan menjadi “yang kesekian”, tetapi itulah kenyataan yang dihadapi banyak pemain di luar sana.
Moral dari rasa cemas ketiga pesepak bola di atas adalah: bersyukur untuk setiap pekerjaan yang kamu punya. Banyak orang yang bahkan tak bisa merasakan nikmatnya bekerja. Kerja keras dan jujur adalah modal yang baik, dan yang terutama pelihara rasa dahaga untuk belajar supaya kariermu awet bertahan lama.
Author: Yamadipati Seno
Koki @arsenalskitchen