
Para pencari ruang
Bagaimana dengan Lacazette “bermain seperti Welbeck”? Jangan khawatir, penjelasannya akan lebih singkat.
Pertama, ia punya kecepatan dan kemahiran menggocek bola. Ia akan dengan mudah bertukar posisi dengan Alexis Sanchez. Ketika berada di sisi (halfspace) kiri, Lacazette bisa memanfaatkan ruang yang ia dapat untuk memancing bek. Jika bek (kanan) terpancing UNTUK bergerak atau bergeser ke sisi, kompaksi (kerapatan ideal antar-bek) akan mudah rusak.
Momen itu bisa dimanfaatkan Alexis atau Ozil untuk masuk ke dalam kotak penalti. Ruang yang lebih lega akan membuat mereka lebih mudah melepas tendangan ke arah gawang. Pun, jika Alexis yang berada di kiri, dengan kecepatannya, Lacazette bisa menyelinap di belakang bek untuk menyongsong umpan terobosan. Atau juga bisa memancing bek tengah lawan untuk turun lebih dalam. Kurang lebih sama seperti ketika Welbeck bermain.
Satu yang pasti, kemampuan penyelesaian peluang Lacazette mungkin lebih baik ketimbang Welbeck. Sebuah daya tawar yang membuat dirinya dibanderol 50 juta euro lebih.
Ada satu pertanyaan yang pasti mengganjal untuk pembaca. Mengapa Giroud lebih diutamakan di timnas ketimbang Lacazette?
Satu kecurigaan saya adalah cara bermain Prancis menentukan tipe pemain yang dibutuhkan. Dan Antoinne Griezmann memang cocok sebagai second striker, sedangkan Lacazette adalah penyerang utama.
Satu hal yang perlu menjadi catatan: sebelum banding perihal larangan transfer gagal, Atletico Madrid (baca: Simeone) sangat menginginkan Lacazette berduet dengan Griezmann.
Salah satu ciri pemain yang biasanya diminati Simeone adalah pekerja keras dan mau berkorban untuk tim. Saya rasa, kelebihan ini akan sangat menguntungkan Arsenal karena Lacazette adalah team player. Ia tajam dan bisa disesuaikan untuk banyak skema permainan.
Jadi, beri Lacazette kesempatan untuk membuktikan diri, bila memang ia benar berlabuh ke Arsenal musim panas ini. Selamat bermimpi, Gooner!
Author: Yamadipati Seno
Koki @arsenalskitchen