
Kaka keluar sebagai pemain terbaik, pemain depan terbaik, dan top skor kompetisi dengan total torehan 10 gol dari 13 pertandingan.
Kaka juga menyabet gelar Ballon d’Or, FIFPRO World Payer of the Year, dan World Soccer’s Player of theYyear di akhir musim.
Belum selesai sampai di situ, Kaka kembali membantu Milan memenangi gelar Piala Super Eropa mengalahkan Sevilla dan Piala Dunia Antarklub di mana Kaka kembali terpilih menjadi pemain terbaiknya.
Akhir musim yang manis
Meski tersingkir di babak semi-final Coppa Italia, Milan berhasil mencapai target finis di zona Liga Champions walaupun mendapat hukuman pengurangan 8 poin dari musim sebelumnya.
Memulai Serie A dengan terseok-seok setelah gagal menang di 9 pertandingan beruntun dan terperosok di posisi 15 klasemen dengan 11 poin, Milan memutuskan untuk mengambil kesempatan retreat di bulan Januari demi meningkatkan performa tim
Di akhir musim, Milan pada akhirnya berhasil finis di posisi 4 dengan capaian 61 poin, unggul 3 poin di atas Palermo yang duduk di posisi 5.
BACA JUGA: Ante Rebic, Si Congkak Penuh Determinasi
BACA JUGA: AC Milan Bangkit Bermodal Pemain Cadangan
BACA JUGA: Potensi dan Risiko Duet Ibrahimovic-Leao
*Penulis adalah seorang pencinta sepak bola yang baru saja lulus dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Bisa disapa di akun twitter @akbhartawan