Eropa Champions League

Catatan Menarik di Laga Chelsea vs Bayern Muenchen

Babak 16 besar Liga Champions 2019/2020 berlanjut dengan pertandingan Chelsea vs Bayern Muenchen di Stamford Brigde Rabu (26/2) dini hari WIB.

Sejumlah catatan menarik tersaji di laga yang berakhir bagi kemenangan wakil asal Jerman tersebut 0-3.

Berondongan gol yang bersarang ke gawang Willy Caballero dalam laga Chelsea vs Bayern membuat Die Rotten berada di atas angin.

Pasalnya laga leg kedua Chelsea vs Bayern akan dilangsungkan di markas kebesaran Bayern, Allianz Arena.

Meski pun Chelsea memiliki kenangan manis di stadion berkapasitas 75 ribu penonton itu saat mengangkat trofi Si Kuping Besar musim 2012/2013, bukan berarti The Blues otomatis mendapat angin segar.

Tanpa Marcos Alonso yang mendapat kartu merah di leg pertama, akan terasa berat bagi Frank Lampard untuk membawa timnya comeback.

Berikut rangkuman catatan menarik di laga Chelsea vs Bayern Muenchen yang Football Tribe Indonesia sajikan untuk kalian.

BACA JUGA: Bibit Muda Chelsea Mulai Bermekaran

BACA JUGA: Bayern Munchen Bak Thanos di Bundesliga, Sebelas Pemain Ini Mungkin Bisa Mengalahkannya

Duel dua gelandang di tactical box

Frank Lampard dan Hans-Dieter 'Hansi' Flick adalah dua gelandang hebat di eranya masing-masing. Super Frank membela Chelsea dalam 648 pertandingan sedangkan Hansi bermain 139 kali di semua ajang untuk Bayern. Keduanya pernah juara di liga masing-masing, dan musim ini pertama kalinya tampil di Liga Champions sebagai pelatih kepala.

London, kota yang menyenangkan bagi Bayern dan Gnabry

Serge Gnabry mencetak dwigol di laga ini dan menambah golnya jadi enam di Liga Champions. Semuanya dicetak ke gawang klub London. Sebelum Chelsea, Gnabry sudah menjebol gawang Tottenham dengan quat-trick. Bagi Bayern ini adalah kemenangan tandang ketiga mereka melawan klub London. Selain Tottenham dan Chelsea di musim ini Bayern juga mengalahkan Arsenal 1-5 pada 2017.

Waspada kutukan Prächtige Sieben

Bayern menjadi tim ketiga (setelah Barcelona 2002/2003 dan Real Madrid 2014/2015) yang berhasil menyapu bersih tujuh laga pertama di Liga Champions. Namun di balik pencapaian Magnificent Seven atau Prächtige Sieben ini, tak satu pun dari para pemegang rekor mampu menjuarai Liga Champions di musim tersebut. Apakah Bayern akan mematahkan kutukan?

Musim terburuk dalam sejarah Chelsea

Kekalahan ini bagi Chelsea adalah yang ke-8 di laga kandang musim ini di semua kompetisi. Jumlah ini menyamai musim 1985/1986 yang merupakan  kekalahan kandang terbanyak Chelsea. Jumlah ini masih dapat bertambah mengingat ada enam laga kandang tersisa, atau lebih jika menang Piala FA dan Liga Champions nantinya.

Kartu merah = juara (?)

Di menit ke-83 Chelsea bermain dengan 10 orang usai Marcos Alonso dikartu merah akibat melanggar Robert Lewandowski. Alonso menjadi pemain Chelsea pertama yang diusir keluar di Liga Champions, setelah John Terry di laga kontra Barcelona pada 2012. Nah tapi di musim itu The Blues bisa keluar sebagai juara. Apakah akan terulang?