Suara Pembaca

Podcast Retropus dan Sisi Lain Sepak Bola

Mengutip sebuah kata-kata dari akun Twitter fandom.id, bahwa sepak bola tidak selesai setelah 90 menit, karena setelah peluit panjang dibunyikan sepak bola masih mengalir.

Banyak pembahasan yang menarik tak melulu soal pertandingan atau hasilnya, namun banyak hal dan topik yang bisa dibahas seusai 90 menit. Mulai dari teknis hingga non-teknis tentang dunia sepak bola, mulai dari obrolan ringan yang sering kita dengar di angkringan, hingga menjadi berita di media massa.

Itu semua membuktikan bahwa sepak bola lebih dari 90 menit, karena 90 menit hanyalah waktu normal pertandingan. Salah satu sisi lain dari sepak bola adalah edukasi tentang sepak bola atau sharing tentang sepak bola.

Dulu, pembahasan sepak bola hanya bisa kita dapatkan dengan menggunakan media cetak seperti majalah, koran, atau tayangan khusus sepak bola yang sering disajikan di tiap akhir pekan. Akan tetapi, seiring dengan berkembangnya zaman, kini sharing dan edukasi tentang sepak bola semakin modern dan berkembang, mulai artikel daring, video, hingga siaran audio online yang lebih populer dengan nama podcast.

Baca juga: 10 ‘Klub Swalayan’ Terbaik di Eropa

Untuk yang disebut terakhir, sedang sangat populer selain YouTube. Podcast juga dapat menyampaikan berbagai bentuk informasi, salah satunya sepak bola. Berbicara mengenai podcast sepak bola mungkin beberapa dari kita sudah tahu atau bahkan menjadi salah satu pendengar setia dari @podcastretropus.

Podcast ini membicarakan tentang dunia sepak bola dari sisi lain, Retropus sendiri kalau tidak salah berasal dari anagram kata suporter, kalau kita sering mendengar podcast Box2Box yang merupakan podcast induk dari Retropus, tentu kita bisa sedikit membedakan keduanya.

Box2box cenderung lebih serius dalam membahas sepak bola, sedangkan Retropus hadir dengan warna dan sajian baru, digawangi oleh pembawa acara atau kita lebih mengenal mereka dengan double pivot yang jenaka, yaitu Randy Arbiyantama dan Ariyadi Febri.

Retropus menjadi salah satu podcast teratas di jajaran top chart podcast. Tak mengherankan jika Retropus menjadi podcast cukup banyak didengar, karena selain penyampaian yang dibalut dengan komedi dan tawa, Retropus juga menyampaikan dengan sangat sederhana, sehingga mudah dimengerti oleh para pencinta si kulit bundar maupun untuk yang tidak terlalu mengerti sepak bola.

Retropus menyampaikan informasi tentang sepak bola dengan sederhana dan berbalut komedi, tak lain karena agar setiap informasi dan edukasi tentang sepak bola mudah diserap oleh pendengar. Selain itu Retropus membahas sepak bola dengan pengandaian yang mudah dipahami, seperti menghubungkan dengan kejadian atau kejadian lain.

Seperti mengutip dari sebuah pepatah bahwa banyak kebenaran yang disampaikan lewat canda dan dengan canda semua akan lebih mudah dimengerti. Hadirnya Retropus dalam podcast sepak bola dengan warna yang berbeda turut menemani penggemar olahraga 11 lawan 11 ini akan hadirnya sepak bola dalam sisi yang lain.

Baca juga: Para Alumnus PON 2016, di Mana Mereka Sekarang?

 

*Penulis adalah seorang mahasiswa semester 5 dan menyukai Liverpool fc yang juga hobi menulis. Bisa ditemui di akun Twitter @ahmadsyaifudd1n