Nasional

TIRA dan Pembuktian Tentara untuk Jadi Contoh

Permainan keras dengan emosi yang kadang meluap-luap nampak lekat dengan PS TIRA-Persikabo. Pelanggaran keras hingga kartu kuning sering kali didapatkan, bahkan tidak sedikit kartu kuning didapat akibat ulah berlebihan di atas lapangan.

Seperti yang terjadi Kamis sore (4/7), ketika emosi Manahati Lestusen meledak usai benturan dengan Adam Alis Setyano. Wasit Fariq Hitaba yang memimpin pertandingan langsung melayangkan kartu kuning kepadanya.

Selepas kejadian tersebut Manahati nampak langsung dipanggil oleh sang pelatih, Rahmad Darmawan. Coach RD, sapaan akrabnya, nampak memberi instruksi khusus pada kaptennya di lapangan. Entah apa yang didiskusikan, namun semua nampak mampu meredakan emosi pemain yang memang dikenal temperamen tersebut.

Bukan hanya Manahati, Ciro Hendrique Ferreira Silva juga mendapat kartu kuning akibat ulah berlebihannya di pertandingan yang sama. Ketika wasit meniup peluit panjang tanda akhir pertandingan, ia menendang bola sekeras-kerasnya. Meski pertandingan telah usai, tapi wasit langsung melayangkan kartu kuning sebagai hukuman.

Baca juga: Mengenal Stadion Madya dan Beragam Fiturnya

Rahmad Darmawan memberi penjelasan usai pertandingan. Ketika ditanya awak media perihal tersebut, RD mengaku permasalahan emosi memanglah hal yang harus dibenahi timnya. Ia mengaku terus mengingatkan pasukannya dan sama-sama introspeksi dari pertandingan sebelum-sebelumnya.

“Kita terus mengingatkan ya, tentang visi misi kita. Dari awal ketika di Piala Presiden saya sudah sampaikan pada kejadian di Surabaya waktu itu, semua pemain saya ajak kumpul, kita introspeksi untuk itu, kita lebih baik lagi.”

Bahkan mantan juru taktik Sriwijaya FC itu menambahkan, bila tim ini tidak dapat menjadi juara di akhir kompetisi, gelar tim fairplay menjadi target lain. Pelatih yang juga merupakan bagian kesatuan Angkatan Laut Republik Indonesia tersebut, menantang anak asuhnya yang juga sebagian besar adalah tentara, untuk memberi pembuktian bahwa mereka dapat menjadi contoh baik di sepak bola Indonesia.

“Bahkan sekarang saya tantang semua pemain, oke kita tidak dapat juara, misalkan kita tidak dapat juara, boyong ini piala fairplay, jadi suatu pressing saya pada pemain, suatu tantangan saya pada pemain. Saya pikir membuktikan bahwa kita tim TIRA yang majority pemainnya tentara itu betul-betul mampu untuk menjadi contoh.”

Baca juga: Catatan Akhir Pekan 5 Liga 1 2019: Jadwal Kacau Bikin Galau

Terakhir, RD menyampaikan bila ia telah menegur dan terus mengingatkan pemainnya, karena menurutnya bila pelatih tidak menegur, hal serupa akan terus terulang kembali. Tapi menurutnya semua hanyalah bagian dari sepak bola itu sendiri dan segera akan dirinya perbaiki.

“Saya juga tadi terus mengingatkan, saya tegur saya ingatkan saya tegur. Karena apa, kalau kita tidak berani menegur tidak berani mengingatkan, ya berulang. Orang ditegur aja kadang terulang, apalagi tidak. Jadi buat saya itu part of the game, nanti itu saya akan bicara. Mudah-mudahan anak-anak bisa ngerti.”

Terlebih, bagi pelatih yang pernah menangani tim-tim besar di Indonesia juga Malaysia ini, konsentrasi dan fokus pertandingan harus dijaga. Hanya dengan fokus ke pertandingan semua taktik dan strategi dapat dijalankan. Namun bila fokus telah terganggu entah itu oleh tim lawan, penonton, termasuk emosi berlebihan, maka satu kekalahan untuk timnya.

“Satu hal yang selalu saya ingatkan kepada pemain, fokus. Dengan fokus, dengan konsentrasi hanya ke pertandingan maka semua hal yang bekaitan dengan taktik strategi apa yang disampaikan itu akan bisa berjalan dengan baik. Tapi kalau pemain tidak fokus, mungkin karena ada distraksi terganggu oleh tim lawan atau penonton, maka di situ sudah satu kekalahan untuk kita. Saya rasa konsentrasi harus bisa terus di maintain (jaga) dengan baik,” tutupnya.