Cerita

Adixi Lenzivio, Seperti Menemukan Jalan Pulang

Ia kembali. Kamis sore (23/5), mengenakan jersey hitam dengan nomor punggung 1 ia kembali berlatih bersama rekan-rekan lamanya. Andritany Ardhiyasa, Ramdhani Lestaluhu, Bambang Pamungkas, dan Ismed Sofyan tentu tidak asing dengannya. Rekan atau mungkin keluarga yang empat tahun lalu selalu bersama.

Empat tahun lalu, laki-laki yang memulai karier bersama Macan Kemayoran ini memilih menepi. Dengan keadaan sepak bola kala itu ia memilih menyelesaikan pendidikan. Sebenarnya Adixi memang terdaftar sebagai mahasiswa STIE Perbanas jurusan ekonomi manajemen angkatan 2013, namun karena kesibukan sepak bola bersama Persija Jakarta, kuliahnya terbengkalai. Barurah di tahun 2015 Adixi memutuskan menepi demi tanggung jawab menyelesaikan pendidikan.

Meski menepi dari Persija, bukan berarti anak kelahiran Bekasi ini benar-benar bisa berpisah dari sepak bola. Mulai dari memperkuat tim kampus, bermain bersama rekan-rekan, hingga bergabung dengan tim futsal untuk mengisi waktu. Bahkan saat ini ia termasuk salah seorang pemain yang mendapat panggilan seleksi timnas futsal. Namun nyatanya ia memilih kembali berkarier sebagai pemain sepak bola.

Hubungan Adixi dengan Macan Kemayoran terbilang rumit. Meski mengaku mendapat tawaran dari banyak klub, pria yang kini berusia 27 tahun itu menolaknya. Ia terus berharap suatu saat dapat memperkuat klub kebanggaannya sejak kecil.

Nama Adixi Lenzivio memang begitu akrab dengan Macan Kemayoran. Perkenalan awal dengan Persija dimulai oleh sang ayah, Adityo Darmadi. Peraih emas SEA Games 1987 tersebut bergabung dengan Persija pada 1985 dan berhasil menyelamatkan tim ibu kota dari jurang degradasi.

Selain itu, Adixi memang produk asli Persija. Dalam buku Gue Persija, bahkan nama Adixi Lenziivio disebut sebagai pemain binaan klub internal terakhir yang memperkuat tim utama. Melanjutkan deretan nama Mulky Alifa Hakim, Leonard Tupamahu, hingga Hasyim Kipuw.

Lapangan Banteng menjadi saksi jatuh bangun pemain kelahiran 29 September 1992 ini. Perjalanannya dimulai dari Menteng Junior, dilanjutkan memperkuat Persija U-21 dari musim 2008 hingga 2011.

Serasa wajar bila kembali ke pelukan Macan Kemayoran diibaratkan Adixi seperti menemukan jalan pulang. Baginya, sebuah kebanggaan bisa kembali ke tempatnya memulai karier sebagai pemain sepak bola.

“Saya ibaratkan seperti menemukan jalan pulang lagi karena setelah empat tahun vakum sekarang bisa kembali resmi ke sini yang pasti jadi kebanggaan tersendiri bisa kembali ketempat saya memulai karier saya sebagai pemain sepak bola,”ujar Adixi, dikutip dari Persija.id.

Setelah empat tahun vakum, Adixi mengaku memiliki rasa ingin kembali. Setelah hanya dapat nenyaksikan melalui layar kaca, jodoh membawanya kembali, dan ia tidak lupa bersyukur untuk itu.

“Empat tahun vakum pasti adalah rasa ingin kembali, apalagi masih aktif bermain bola walaupun sekedar di futsal tapi rasanya ingin kembali saat melihat Persija dahulu sempat saya bela dan hanya bisa nonton di layar kaca. Mungkin ini nama berjodoh, dan alhamdulilah bisa tercapai sekarang,” ucapnya.