Eropa Champions League

Saatnya Barcelona Menantang Ratu Eropa

Musim ini Barcelona kembali absen di partai final Liga Champions sejak terakhir dilakukan di musim 2014/2015.

Namun kubu merah-biru boleh berbangga hati karena tim wanita mereka catatkan sejarah pertama kalinya lolos ke final UEFA Women’s Champions League.

Kali ini Barcelona menantang sang Ratu Eropa, Olympique Lyonnais.

Akhir pekan nanti tepatnya Sabtu (18/5) malam, final ke-18 UEFA Women’s Champions League tersaji di Groupama Aréna di kota Budapest, Hungaria.

Dua klub wanita terbaik Eropa saat ini, Barcelona Femeni dan Olympique Lyon Feminin, akan memperebutkan gelar Ratu Eropa musim ini.

Semua mata jelas tertuju kepada Barcelona Femeni yang menjadi tim asal Spanyol pertama yang lolos ke final turnamen yang pertama kali diadakan pada musim 2001/2002 tersebut.Vicky

Losada dan kawan-kawan juga mengusung misi merebut takhta yang dimiliki Les Lyonnaises yang sejak 3 musim terakhir mampu dipertahankan.

Lyon sendiri bukan lawan yang dianggap enteng bagi anak asuh Fran Sánchez. Dihuni sejumlah bintang ternama seperti pemain terbaik dunia, Ada Hegerberg, dan palang pintu timnasita Prancis, Wendie Renard, Lyon yang tak pernah absen menjuarai liga wanita Prancis sejak musim 2006/2007 adalah tim tersukses di kompetisi Eropa dengan total 5 trofi sejauh ini.

Baca juga: Piala Dunia Tanpa Pemain Terbaik Dunia

Partai final di Budapest Sabtu esok juga menjadi ajang balas dendam Blaugranes yang harus tersingkir oleh Lyon di perempat-final UWCL musim lalu.

Padahal hanya butuh satu gol saja di leg kedua yang dimainkan di kandang mereka sendiri, Ciutat Esportiva Joan Gamper, untuk lolos ke semi-final dengan agretivitas gol tandang.

Sayang gol semata wayang Eugénie Le Sommer di hadapan 12.178 penonton menggagalkan langkah tim asal Katalunya ke semi-final musim lalu.

Pertandingan tersebut juga sempat memecahkan rekor penonton terbanyak di kompetisi Eropa sebelum kembali dipecahkan Barcelona musim ini usai menaklukan raksasa Jerman, Bayern Muenchen Frauen, di partai semi-final leg kedua di hadapan 12.764 penonton.

Gelar UWCL akan menjadi oase di tengah kegagalan Barcelona Femeni menggondol gelar juara liga dan Copa de la Reina musim ini.

Musim ini mereka harus puas berada di peringkat kedua Liga Iberdrola, liga kasta tertinggi sepak bola wanita Spanyol, berbeda 6 poin dari Atletico Madrid Femeni yang juga menghentikan langkah mereka di semi-final Copa de la Reina.

“Ya ada sedikit kekecewaan ketika kami tak dapat memenangkan liga dan piala (Copa de la Reina) tetapi kali ini kami telah membuat sejarah dengan masuk ke final (UWCL) dan kami ingin membuat sejarah lagi dengan memenangkannya,” ujar Lieke Martens saat diwawancarai oleh Dugout beberapa waktu lalu.

Penyerang asal Belanda ini memuji kualitas kedua tim yang tak terlalu jauh, terbukti gawang Sandra Panos hanya bobol tiga kali dalam pertemuan terakhir kedua tim.

“Rasanya berbeda karena ini partai final, apalagi menghadapi salah satu klub terbaik di Eropa. Kami telah menyiapkan segalanya dengan baik.”

Perjalanan Blaugranes di UWCL musim ini sedikit mengejutkan, apalagi di awal babak 32 besar mereka sempat kalah dari tim asal Kazakhstan, BIIK-Kazygurt, 3-1 sebelum membalikkan keadaan di leg kedua dengan skor 3-0.

For your info, Tribes, putaran final Liga Champions Wanita langsung menggunakan fase gugur, sementara sistem grup dengan format home tournament digunakan saat kualifikasi.

Barcelona sendiri mencetak 18 gol hingga ke partai final Sabtu malam esok. Secara pribadi saya sangat ingin Dewi Fortuna berpihak pada gadis-gadis Katalunya ini.

Sepakbola wanita Eropa sudah lama membutuhkan sosok Ratu baru. Jadi apakah Barcelona bisa mengalahkan sang Ratu Eropa?

Kalian ada rencana nonbar final UWCL, kah? Sebelum dukung Barcelona (atau mungkin Lyon) yuk simak video kumpulan gol yang dicetak Blaugranes di seluruh laga yang mereka lakoni di UWCL musim ini, Tribes!