Asia

Piala AFC 2019: Kemenangan PSM, Kemenangan Indonesia Juga!

Rabu 17 April 2019 masyarakat Indonesia disibukkan dengan proses Pemilihan Umum, sementara itu Rivky Mokodompit dan kawan-kawan yang membela nama Indonesia dalam lanjutan matchday keempat Piala AFC 2019 berhasil menang 2-1 atas Kaya FC Ilo-Ilo. Kemenangan PSM, kemenangan Indonesia juga!

Joel Villarino tetap mengandalkan susunan sebelas utama yang sama dengan formasi 4-4-2 yang terbukti sukses membuat Kaya FC mencuri poin di Pakansari beberapa waktu lalu. The Lions berharap tuah Paanad Stadium menular kepada mereka, pasalnya wakil Indonesia lainnya Persija Jakarta berhasil ditaklukan Ceres-Negros di stadion ini.

 

Baca Juga: Piala AFC 2019: Macan Kemayoran Takluk di Filipina

 

Sementara itu Darije Kalezic sedikit mengutak-atik susunan sebelas utama PSM. Tak ada nama Zulham Zamrun, Wiljan Pluim pun digeser ke sebelah kanan menggantikan lubang tersebut. Sementara M. Arfan menggantikan posisi Pluim dan bermain di belakang penyerang utama Eero Markkanen. Ada juga Munhar yang diberi kesempatan berduet dengan Abdul Rahman sebagai duet bek tengah.

Kedua tim langsung melancarkan serangan ke pertahanan lawan sejak peluit babak pertama dibunyikan. PSM bahkan tampil lebih ngotot, terbukti dengan kartu Abdul Rahman di menit keenam. Juku Eja sendiri bahkan unggul dalam penguasaan bola dan talah melakukan dua tembakan tepat sasaran dalam 15 menit pertama.

Gol yang ditunggu pun tiba, PSM unggul melalui Rizky Pellu di menit ke-21. Gelandang bertahan tersebut mampu memanfaatkan umpan Wiljan Pluim di dalam kotak penalti melalui sundulan sempurna ke gawang Kaya FC yang dikawal Louie Casas.

Tak berhenti sampai di situ, tiga menit kemudian giliran eks striker AIK, Eero Markkanen, yang membawa Juku Eja menjauh di Paanad Stadium. Sisi kiri pertahanan Kaya FC yang dijaga Shirmar kembali bocor, umpan Benny Wahyudi berhasil diselesaikan penyerang asal Finlandia tersebut dengan satu tendangan dari sudut sempit.

Tuan rumah sempat mencoba memperkecil ketertinggalan melalui skema serangan balik dan sepak pojok namun sayang hingga wasit Mongkolchai Pechsri asal Thailand membunyikan peluit jeda pertandingan, PSM Makassar unggul dua gol atas Kaya FC Ilo-Ilo.

 

Sepuluh menit awal babak kedua, baik Kaya FC dan PSM Makassar tak mengendurkan serangan. Keduanya bahkan mendapat masing-masing satu peluang lewat tendangan bebas yang sayangnya tak mampu dimanfaatkan dengan baik. Namun sayang di menit ke-52 PSM Makassar harus bermain dengan 10 pemain usai Abdul Rahman menerima kartu kuning kedua.

Eks pemain Persib Bandung ini melanggar Jordan Mintah di luar kotak penalti Juku Eja dengan kedua kakinya. Nahas bagi Kaya pelanggaran yang berbuah tendangan bebas tersebut tak mampu memperkecil ketertinggalan. Ekseskusi Mintah masih mampu dipatahkan Rivky Mokodompit.

Keluarnya Abdul Rahman membuat Kalezic harus memutar otak. Sepuluh menit kemudian akhirnya ia memutuskan menarik M. Rahmat dan memasukkan Hasyim Kipuw untuk memperbaiki lubang di lini belakang Juku Eja. Pergantian ini juga jadi reaksi usai Villarino melakukan penyegaran di lini tengah dengan memasukkan Arnie Pasinabo untuk Carlos Tacagni.

Di menit ke-64 tuan rumah semakin bernafsu mengejar ketertinggalan. Namun Rivky Mokodompit mampu melakukan double saves. Rivky mampu menepis tendangan Darryl Roberts di dalam kotak penalti dan memantulkannya ke tiang atas, bola rebound yang dimanfaatkan David Osei melalui sundulannya pun berhasil diamankan.

 

Baca Juga: Rivky Mokodompit, From Hero to Superhero bagi PSM Makassar

 

Memasuki 15 menit terakhir PSM Makassar lebih banyak bertahan sembari melakukan serangan bebas. Tuan rumah sendiri menghabiskan jatah pergantian pemain dengan memasukkan dua gelandang serang, Arnel Amita dan Yannick Tuason. Arnel masuk mengisi pos Marwin Angeles sementara Tuason menggantikan bek kiri Felongco.

Laga yang dilangsungkan di Paanad Stadium ini juga sempat dihentikan dengan adanya water break karena suhu di Bacolod mencapai 33 derajat Celsius. Bahkan menurut data weather.com puncaknya bisa mencapai 35 derajat Celsius.

Lima menit terakhir Kalezic kembali memainkan dua pemain berposisi lebih bertahan karena terus menerus ditekan Kaya FC. Asnawi Mangkualam dan Reva Adi Utama masuk menggantikan M. Arfan dan Taufik Hidayat.

Alih-alih bangkit tuan rumah justru ketiban sial saat Jalsor Soriano harus menerima kartu merah dua menit jelang bubaran. Jalsor tampak kesal dengan Marc Klok yang menguasai bola di tepi lapangan dan terlihat menendang pemain asal Belanda tersebut meski sudah terjatuh.

Namun Kaya FC tak berhenti menyerah, hingga mendapatkan penalti di penghujung laga usai Jordan Mintah dilanggar Hasyim Kipuw di kotak terlarang. Jovin Bedic berhasil melaksanakan tugas dan membawa tuan rumah memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2.

Tujuh menit injury time yang diberikan wasit nampak dimanfaatkan tuan rumah untuk kembali mencuri satu poin. Beberapa kali pemain PSM seperti Hasyim Kipuw dan Eero Markkanen melanggar pemain Kaya dan menghasilkan tendangan bebas bagi tuan rumah. Namun hingga akhir pertandingan skor tak berubah. Kemenangan PSM, kemenangan Indonesia juga!