Southeast Asia

Prediksi dan Jadwal Babak 16 Besar Piala Asia 2019

Petang nanti kompetisi antar-negara di benua Asia sudah memasuki fase knock-out. Dua di antara 16 negara yang melaju adalah wakil dari Asia Tenggara. Bagaimana peluang Thailand dan Vietnam di fase gugur ini? Berikut kami sajikan prediksi dan jawal babak 16 besar Piala Asia 2019.

Baca juga: Thailand dan Filipina Tanpa Kiper Andalan Di Piala Asia 2019

Yordania vsVietnam – Minggu, 20 Januari 2019 pukul 18.00 WIB

Yordania melaju ke babak 16 besar usai memuncaki grup B dengan 7 poin, sementara Vietnam yang berada di Grup D menjadi satu dari empat peringkat ketiga terbaik di babak grup. Pelatih Vietnam, Park Hang-seo, tetap optimis dan berusaha tampil menyerang demi menyulitkan Yordania.

“Kami sudah menghadapi tim kuat seperti Iran dan Irak, jika kami bisa mencetak gol lebih dulu itu akan menyulitkan mereka,” ujar pelatih asal Korea Selatan itu sebagaimana dilansir dari situs resmi AFC. Kedua negara sudah pernah bertemu di babak kualifikasi, dan hasil seri tersaji di Amman dan Hanoi.

Nguyen Quang Hai dan kawan-kawan patut mewaspadai formasi 4-2-3-1 andalan pelatih Vital Borkelmans dengan memanfaatkan duet gelandang bertahan Baha' Abdel-Rahman dan Khalil Bani Attiah. Bukan tak mungkin pertandingan dapat berjalan hingga babak tambahan ataupun adu penalti.

Thailand vs Cina – Minggu, 20 Januari 2019 pukul 21.00 WIB

Thailand yang lolos ke babak 16 besar sebagai runner-up Grup A akan berjumpa Cina, yang juga menjadi runner-up grup C. Ini adalah kelolosan pertama Changsuek ke fase gugur Piala Asia setelah 43 tahun berlalu. Pelatih Cina, Marcelo Lippi, memuji penampilan anak asuh caretaker Sirisak Yodyadthai.

“Setelah pergantian pelatih permainan mereka berubah. Mereka bermain dengan agresif dan cerdik,” uharnya dikutip dari situs resmi AFC. Meskipun demikian Lippi bisa bernafas lega karena striker andalan mereka, Wu Lei, dapat bermain di babak 16 besar setelah mengalami cedera bahu di pertandingan terakhir.

Agak sulit menentukan pemenang pada pertandingan kali ini, bisa jadi Cina dengan skuat utamanya mengandaskan asa Thailand. Belum lagi kedua tim pernah bertemu di pertandingan persahabatan Juni lalu di mana Wu Lei mencetak dwigol ke gawang Kawin Thamsatchanan yang kali ini absen di Piala Asia 2019.

Iran vs Oman – Senin, 21 Januari 2019 pukul 00.00 WIB

Meski Team Melli berada di atas angin usai tak terkalahkan di babak grup, Carlos Queiroz engan menganggap remeh Al-Ahmar. Dilansir dari situs resmi AFC ia memuji penampilan Oman yang hanya kalah dalam 2 pertandingan selama setahun ke belakang. “Saya ingin bermain simple, kontrol, dan jangan kehilangan bola lalu mencetak gol.”

Uniknya dua kekalahan Oman diderita di babak grup Piala Asia 2019, tentu ini jadi pekerjaan rumah Saad Al-Mukhaini dan kawan-kawan karena Iran memiliki sosok pemain muda berbakat, Sardar Azmoun, yang jadi top skor Iran di babak grup dengan 3 gol.

Iran yang melaju ke babak 16 besar sebagai juara Grup D dengan koleksi 7 poin dan unggul selisih gol dari peringkat kedua Irak diprediksi mampu atasi Oman yang hanyalah satu dari empat peringkat ketiga terbaik di babak grup berbekal 3 poin dari Grup F.

Jepang vs Arab Saudi – Senin, 21 Januari 2019 pukul 18.00 WIB

Meski tak tekalahkan di tiga laga, lini belakang Samurai Biru masih terlihat belum kokoh. Hal ini yang dapat dimanfaatkan Arab Saudi yang memiliki sejumlah pelari cepat seperti Salem Al-Dawsari dan Fahad Al-Muwallad.

Dilansir dari situs resmi AFC, Pizzi tak akan menolerir kesalahan yang dilakukan anak asuhnya seperti di laga terakhir babak grup kontra Qatar. “Kami baik di 30 menit pertama, tapi kesalahan individu membuat Qatar mampu mencetak dua gol. Kami akan belajar dari itu dan bermain lebih baik menghadapi Jepang.”

Kedua negara yang sama-sama tampil mewakili Asia di Piala Dunia 2018 lalu nampaknya akan menampilkan partai sengit. Jepang yang keluar sebagai juara Grup F mungkin mampu menang tipis atas Green Falcons yang hanya berstatus runner-up Grup E.

Australia vs Uzbekistan – Senin, 21 Januari 2019 pukul 21.00 WIB

Pekerjaan berat bagi Australia untuk mempertahankan gelar juara. Apalagi pelatih Uzbekistan, Héctor Cúper, mengaku optimis meski Odil Ahmedov dan kolega kalah di laga terakhir kontra Jepang.

“Kami harus siap menghadapi siapapun meski mereka punya advantages dari segi recovery,” pungkas eks pelatih Valencia dan Inter Milan itu pada the-afc.com. Mark Milligan dan kawan-kawan di atas kertas lebih superior karena kebanyakan dari mereka bermain di Eropa.

Uniknya kedua tim sama-sama menyelesaikan babak grup sebagai runner-up, The Socceroos di Grup B dan Turanians di grup F. Partai sengit akan menanti dan bukan tak mungkin akan muncul juara baru jika mereka mampu mempecundangi Australia.

UEA vs Kirgizstan – Selasa, 22 Januari 2019 pukul 00.00 WIB

The White Falcons berhasil mempecundangi wakil Asia Tenggara, Filipina, di laga terakhir babak grup dan meraih kemenangan perdana mereka di Piala Asia. Pelatih Aleksandr Krestinin pun tak segan memuji anak asuhnya termasuk striker Vitalij Lux.

"Kami berterima kasih dengan hat-trick Vitalij, tetapi tanpa karakter kami tak akan memenangkan permainan dan melaju ke ronde berikutnya,” ujar pelatih asal Rusia itu dikutip dari situs resmi AFC. Tuan rumah sendiri meski akan didukung ribuan suporternya tak bagus-bagus amat di babak grup.

UEA di luar dugaan mampu memuncaki Grup A dengan raihan 5 poin, sementara Kirgizstan yang menjadi satu dari empat peringkat ketiga terbaik di babak grup. Namun rasanya Kirgizstan mampu meneruskan kejutan seperti kala melawan Cina di mana mereka sempat unggul meski akhirnya kalah 2-1.

Korea Selatan vs Bahrain – Selasa, 22 Januari 2019 pukul 20.00 WIB

Juara Grup B, Korea Selatan, akan ditantang Bahrain yang menjadi salah satu dari empat peringkat ketiga terbaik di babak grup usai kumpulkan empat poin di Grup A, karena kalah agretivitas gol dari Thailand sebagai runner-up.

Namun gelandang Taegeuk Warriors, Ki Sung-yueng, mengaku meski difavoritkan menjadi juara mereka wajib konsentrasi di babak 16 besar. “Kami punya kualitas dan kami harus membuktikannya, meski tampil baik di Piala Dunia kami bahkan terkadang kesulitan menghadapi sesama tim Asia,” ucapnya pada the-afc.com.

Di atas kertas jelas anak asuh Paulo Bento unggul secara kualitas dari Bahrain meskipun mereka harus mewaspadai beberapa pemain seperti Jamal Rashid yang mampu mencetak gol di menit akhir dan mengandaskan mimpi India ke babak 16 besar.

Qatar vs Irak – Selasa, 22 Januari 2019 pukul 23.00 WIB

Qatar melaju ke babak 16 besar sebagai tim yang tak terkalahkan di Grup E. Mereka akan menjamu Irak yang menjadi runner-up Grup D. Qatar menjadi tim terproduktif dengan mencetak 10 gol tanpa sekalipun kebobolan.

Almoez Ali, sang top skor sementara kompetisi adalah sosok yang patut diwaspadai lini belakang Singa Mesopotamia. Apalagi pelatih Félix Sánchez Bas menerapkan tiga formasi berbeda dengan gaya menyerang yang dominan di kedua sisi sayap meski ia turut memuji permainan Irak yang secara kualitas di atas para pesaingnya di grup E.

“Kami tahu mereka salah satu yang terbaik, organisasi permainan mereka baik didukung beberapa pemain bertalenta,” terangnya disadur dari situs resmi AFC. Irak punya senjata andalan dalam diri striker Hussein Ali yang bermain di Qatar SC. Namun melihat agresivitas Qatar rasanya mereka mampu mengatasi juara Piala Asia 2007 ini.