Piala Dunia 2018

Teruslah Tajam, Romelu Lukaku!

Pada musim 2017/2018 lalu, Manchester United hanya sanggup finis di posisi dua klasemen akhir Liga Primer Inggris. Sejumlah pengamat merasa kalau performa mereka begitu inkonsisten sehingga kepayahan mengimbangi laju Manchester City yang akhirnya keluar sebagai juara. Romelu Lukaku, adalah satu dari sekian bala tentara Jose Mourinho yang dihujani kritik.

Ditebus United dengan kocek sekitar 75 juta paun dari Everton, Lukaku diproyeksikan sebagai ujung tombak anyar The Red Devils menggantikan Zlatan Ibrahimovic yang semakin menua dan kudu absen lama akibat cedera.

Oleh Mourinho, pemuda berusia 25 tahun ini diturunkan di 51 pertandingan pada seluruh kompetisi serta mengepak 27 gol dan 9 asis. Sejatinya, torehan itu amat brilian tapi kegagalan United beroleh satu titel pun di musim lalu, bikin apa yang Lukaku sudah bukukan tampak fana.

Padahal, keterpurukan The Red Devils di musim kemarin juga andil dari monotonnya strategi yang sering diterapkan oleh Mourinho kala bertanding. Dengan materi kelas wahid yang dipunyai United, gaffer asal Portugal itu justru mempertahankan cara bermain yang menonjolkan pragmatisme.

Beruntung bagi Lukaku, apa yang berkelindan di United tidak dialaminya saat berseragam tim nasional Belgia. Roberto Martinez, pelatih De Rode Duivels, tergolong sosok yang menggemari permainan menyerang dan terbuka. Apalagi kualitas kuat Belgia memang di atas rata-rata sebab mereka juga memiliki beberapa megabintang lain semisal Thibaut Courtois, Kevin De Bruyne, Eden Hazard, Dries Mertens, sampai Jan Vertonghen.

Mengacu pada data statistik, ketajaman figur kelahiran Antwerp tersebut sungguh eksepsional tiap kali merumput dengan seragam Belgia. Terhitung sejak pertengahan 2017 lalu, ia berhasil menggelontorkan 17 gol (dari 11 laga), 4 buah di antaranya bahkan lahir selama Lukaku berjibaku di Piala Dunia 2018.

Jumlah gol yang sudah dikemas Lukaku sejauh ini juga membuatnya berdiri sejajar dengan megabintang Portugal, Cristiano Ronaldo, sebagai pencetak gol terbanyak sementara di Piala Dunia 2018.

Eksepsional? Sudah pasti.

Sebagai contoh, mari kita tengok pergerakan Lukaku sebelum mencetak gol pertamanya saat Belgia berduel melawan Tunisia tadi malam (23/6). Torehan angka yang dicatat Lukaku itu sendiri bikin skor berubah jadi 2-0 untuk keunggulan Belgia yang di pengujung laga, sukses membungkus kemenangan dengan skor mencolok 5-2.

https://twitter.com/TheWMformation/status/1010626414520004609

Dari video singkat di atas, kita dapat melihat bagaimana Lukaku memanfaatkan inteligensianya untuk membaca alur permainan dan kecepatan larinya guna mengelabui salah seorang pemain belakang lawan sekaligus menciptakan ruang yang dapat ia eksploitasi. Aksinya itu sendiri diakhiri dengan pengambilan keputusan prima serta ketenangan dalam memanfaatkan peluang yang tersedia.

Suguhan apik Lukaku yang mengukir brace kontra Tunisia adalah bukti riil jika sang pemain punya kualitas paripurna. Suatu berkah yang dapat dimaksimalkan secara sempurna oleh Belgia, tapi belum sepenuhnya oleh United.

Walau begitu, keberhasilan bekas penyerang Anderlecht dan Chelsea itu mendulang gol demi gol di Piala Dunia 2018 bersama De Rode Duivels, tak membuatnya lepas dari sinisme yang dilemparkan publik. Mereka menganggap bahwa hal itu bisa dilakukannya karena lawan-lawan yang dihadapi Belgia sejauh ini hanyalah Panama dan Tunisia.

Mereka merasa apabila partai ketiga Belgia di babak penyisihan grup versus Inggris (29/6), bisa jadi tolok ukur sesungguhnya perihal ketajaman Lukaku. Pasalnya, The Three Lions ditafsirkan sebagai kesebelasan tangguh yang kualitasnya (mungkin) setara atau bahkan lebih baik ketimbang De Rode Duivels.

Andai Lukaku dapat mengoyak jala Inggris, lebih-lebih mengantar Belgia memenangi pertandingan, sinisme tersebut pasti akan sirna dengan sendirinya. Namun kalau hal sebaliknya yang terjadi, Lukaku bakal dihajar kritikan yang lebih pedas.

Lebih lanjut, kubu asuhan Martinez memanggul misi khusus di Piala Dunia 2018. Berbekal pemain-pemain berkemampuan spesial yang dicatut sebagai generasi emas, mereka tak sekadar ingin jadi pelengkap tapi juga bersaing di tangga juara atau paling tidak, mengulang performa brilian di Piala Dunia 1986 silam.

Demi mengejawantahkan misi agung tersebut, ketajaman Lukaku jelas dibutuhkan Belgia untuk mengarungi partai-partai mereka selanjutnya. Semakin banyak gol yang sanggup diciptakan Lukaku di Piala Dunia 2018, semakin besar pula kans De Rode Duivels beroleh kemenangan sehingga jarak mereka dengan prestasi akan terus merapat.