Turun Minum Serba-Serbi

Pemain-Pemain Top Brasil yang Sempat Singgah di Shakhtar Donetsk

Shakhtar Donetsk termasuk dalam salah satu klub top di Eropa, tak hanya di negaranya, Ukraina. Klub yang berjuluk The Miners ini sempat menjuarai Liga Europa di tahun 2009 lalu. Meskipun begitu, Shakhtar populer di kalangan pencinta sepak bola Eropa karena satu hal. Ya, klub yang saat ini bermarkas di kota Kharkiv ini menjadi tempat singgah pemain top Brasil yang kemudian populer di Eropa.

Shakhtar memang lekat dengan produk dari Negeri Samba tersebut. Begitu banyak pemain Brasil yang menjadikan Shakhtar sebagai batu loncatan sebelum berkarier di klub yang lebih besar di Eropa. The Miners pun meraup untung yang tak sedikit dari hal tersebut. Lima penjualan termahal Shakhtar semuanya adalah pemain yang berasal dari Brasil!

Lalu, siapa saja pemain-pemain top Brasil yang sempat singgah di Shakhtar sebelum mencatatkan namanya di klub top Eropa lainnya? Simak di bawah ini:

Elano

Elano sempat tampil hebat bagi Shakhtar di sekitar tahun 2005-2006, hingga ia dipanggil ke timnas Portugal. Kemampuan playmaking-nya yang istimewa membuatnya direkrut oleh Manchester City di tahun 2007. Ia menjadi favorit suporter di kubu Manchester biru. Kini, Elano telah pensiun dan sempat mencicipi karier sebagai manajer.

Fernandinho

Siapa yang sangka gelandang bertahan terbaik di Liga Primer Inggris musim 2017/2018 ini ternyata berasal dari Shakhtar? Fernandinho diakuisisi Shakhtar dari Paranaense di tahun 2005 tanpa biaya. Ia bermain 284 laga bagi The Miners, menyumbangkan 14 trofi, dan dibeli Manchester City dengan harga mencapai 40 juta euro. Menakjubkan.

Alex Teixeira

Teixeira datang dari Vasco da Gama di tahun 2010 dengan biaya hanya mencapai enam juta euro. Gelandang serang yang satu ini tampil hebat bagi Shakhtar. Pada akhirnya, Teixeira memberikan keuntungan finansial yang begitu luar biasa bagi Shakhtar setelah diakuisisi klub Liga Super Cina, Jiangsu Suning, dengan biaya mencapai 50 juta euro di tahun 2016 lalu.

Luiz Adriano

Luiz Adriano tercatat sebagai segelintir pemain yang pernah mencetak lima gol dalam satu laga di Liga Champions ketika masih membela Shakhtar. Tak hanya itu, ia juga tercatat sebagai top skor sepanjang masa The Miners dengan total 130 gol dari 265 laga. Ia pun direkrut AC Milan, namun kariernya tak berjalan mulus di Italia. Kini ia membela Spartak Moskow.

Douglas Costa

Costa diakuisisi Shakhtar dari Gremio dengan biaya hanya sekitar enam juta euro di tahun 2010. Lima tahun kemudian, ia dibeli Bayern München dengan biaya mencapai 30 juta euro. Penampilannya bersama Bayern terhitung mengesankan, namun sulit nampaknya menggeser Franck Ribery dan Arjen Robben. Pada akhirnya ia dipinjamkan ke Juventus, dan menjadi pemain terbaik I Bianconerri di musim 2017/2018.

Willian

Willian secara mengejutkan pindah ke klub kaya Rusia yang kini telah bangkrut, Anzhi Makachkala, dari Shakhtar. Terbukti bahwa ia terlalu bagus untuk bermain di Rusia, dan ia dibeli Chelsea, klub di mana ia menjelma menjadi gelandang serang kelas dunia. Meskipun begitu, Shakhtar terbukti berperan besar atas perkembangan Willian, dan mereka juga meraup untung sekitar 21 juta euro ketika sang pemain dibeli Anzhi.

Fred

Frederico Rodrigues de Paula Santos, atau yang kerapkali disapa Fred, direkrut Shakhtar dari Internacional di tahun 2013 lalu dengan biaya mencapai 15 juta euro. Ia menjelma menjadi gelandang yang energik serta kreatif. Puncaknya, Fred masuk ke dalam skuat Brasil untuk Piala Dunia 2018 dan direkrut Manchester United dengan harga mencapai 60 juta euro.