Diiringi oleh koreo yang disebut-sebut sebagai terbesar di benua Asia, Persib Bandung memulai kompetisi Go-Jek Liga 1 dengan hasil imbang. Tanpa didampingi pelatih utama Mario Gomez yang sedang berhalangan, Supardi Nasir dan kawan-kawan lawan ditahan imbang oleh PS Tira. Tampil terus menekan sepanjang pertandingan, Persib baru bisa mencetak gol di menit ke-32 melalui penyerang asing asal Chad, Ezechiel N’Douassel. Kemenangan kemudian pupus setelah Aleksander Rakic menyamakan kedudukan di tambahan waktu jelang pertandingan usai.
Made Wirawan (7)
Penjaga gawang asal Bali ini menunjukan kelasnya. Tercatat Made membuat enam penyelamatan dari tujuh tendangan ke arah gawangnya pada pertandingan kali ini. Yang terbaik tentunya ketika ia berhasil mengagalkan upaya tendangan jarak jauh dari Manahati Lestusen. Sayang ia gagal menghalau sundulan Rakic yang kemudian membuat PS Tira berhasil mencuri poin di Gelora Bandung lautan Api.
Foto: Simamaung
Henhen Herdiana (4.5)
Area bermain bek muda berusia 22 tahun ini terus digempur terutama sejak babak pertama. Ia seakan begitu kewalahan menghadapi Wawan Febrianto. Sampai-sampai Supardi Nasir dan Dedi Kusnandar mesti ikut turun membantunya. Penampilannya mulai agak membaik di babak kedua.
Wildansyah (4)
Perannya jarang terlihat. Kinerjanya lebih banyak terbantu oleh pemain bertahan lain. Termasuk Supardi dan Dedi Kusnandar yang juga ikut turun membantu pertahanan.
Foto: Simamaung
Bojan Malisic (5)
Tampil kokoh di lini pertahanan. Dalam rentang waktu 10 menit, Bojan berhasil menghalau tiga upaya serangan dari tim lawan. Tetapi secara keseluruhan tidak ada yang benar-benar istimewa dari penampilan bek asal Serbia ini.
Foto: Liputan6
Tony Sucipto (4)
Tony lebih banyak bergerak di area pertahanan sendiri. Ia jarang naik membantu pergerakan Febri Hariyadi. Ini yang membuat terjadi ketimpangan antara serangan di sisi kanan maupun sisi kiri tim Maung Bandung.
Supardi Nasir (5)
Keberadaan Supardi Nasir membuat Abduh Lestaluhu tidak leluasa untuk naik membantu serangan. Pemain senior berusia 35 tahun ini bahkan sempat mendapatkan peluang terbuka pada menit-menit awal pertandiingan.
Dedi Kusnandar (6)
Bermain lebih dalam untuk menopang Eka Ramdani. Ia menjalankan tugasnya dengan baik. Beberapa kali Dedi berhasil membaca dan mengamankan serangan lawan. Pemain yang akrab disapa Dado ini menjadi alasan mengapa PS Tira tidak bisa menembus area tengah Persib, dan memaksakan serangan melalui sektor sayap.
Eka Ramdani (4.5)
Menjalankan tugasnya dengan cukup baik sebagai penyambung antar lini, Eka bermain nyaman di lini tengah bersama Dedi Kusnandar. Namun usia dan faktor stamina tidak bisa berbohong. Eka mulai kepayahan di pada pertengahan babak kedua, hingga akhirnya ia digantikan oleh Hariono.
Febri Hariyadi (5)
Meneruskan penampilan apiknya ketika memperkuat timnas Indonesia. Di laga ini Febri juga terus memberikan ancaman kepada lini pertahanan lawan. Sayang, karena tidak ditopang oleh pemain lain, pergerakan Febri di sisi kiri penyerangan sering kandas.
Foto: Indonesian SC
Oh Inkyun (4)
Memainkan peran penyerang lubang. Tetapi perannya tidak terlalu banyak terlihat ketika tim menyerang, terutama pada babak pertama. Gelandang asal Korea ini lebih banyak mengancam melalui situasi bola mati. Faktor ketahanan stamina masih menjadi masalah bagi Inkyun.
Ezechiel N’Douassel (6)
Bermain melebar dan agresif. Meskipun tiga upayanya di 20 menit pertama tidak berhasil menjadi gol. Tapi akhirnya ia berhasil mencetak gol pada menit ke-32, memanfaatkan kesalahan dari pemain belakang lawan. Pergerakan Eze memang membahayakan pertahanan lawan, tetapi ia masih mesti memperbaiki penyelesaian akhir-nya.
Foto: Persib Bandung
Hariono (4.5)
Memainkan peran yang lebih defensif ketika ia masuk menggantikan Eka Ramdani. Hariono memainkan peran berat di lini tengah jelang akhir pertandingan setelah Dedi Kusnandar ditarik keluar.
Muchlis Hadi (n/a)
Baru masuk pada menit ke-85. Di waktu yang minim tersebut tidak banyak aksi yang bisa ditunjukkan oleh penyerang muda ini.
Author: Aun Rahman (@aunrrahman)
Penikmat sepak bola dalam negeri yang (masih) percaya Indonesia mampu tampil di Piala Dunia